Senin, 20 Apr 2026
light_mode

AKIBAT KEKUASAAN TERPISAH DARI AL-QURAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Islam adalah agama paripurna. Tak ada satu pun bidang kehidupan umat manusia yang tidak diatur oleh syariah Islam. Syariah Islam mengatur tatacara ibadah, akhlak, makanan dan minuman, berpakaian, muamalah hingga politik dan bernegara. Demikianlah kesempurnaan Islam. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian untuk kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagi kalian dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian (TQS al-Maidah [5]: 3).

Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai berikut: “Ini adalah nikmat terbesar dari Allah ‘Azza wa Jalla kepada umat ini dengan menyempurnakan agama ini untuk mereka. Mereka tidak membutuhkan lagi agama selain Islam dan nabi selain nabi mereka (Muhammad saw.). Karena itu Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi. Allah mengutus beliau kepada manusia dan jin. Tidak ada perkara yang halal melainkan apa yang telah beliau halalkan. Tidak ada perkara yang haram melainkan apa yang telah beliau haramkan. Tidak ada agama melainkan yang telah beliau syariatkan.” (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 3/26).

Islam Sebagai Poros

Karena Islam adalah agama yang paripurna, tak ada alasan bagi umat untuk tidak taat dan menjalankan syariah Islam secara total. Ini adalah pembuktian keimanan seorang Muslim pada agama Allah SWT. Tidak patut lisan yang sudah membaca kalimat syahadat mengambil pilihan di luar ketetapan Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا

Tidak patut laki-laki Mukmin dan perempuan Mukmin, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Siapa saja mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata (TQS al-Ahzab [33]: 36).

Ketetapan ini juga mengikat para penguasa. Mereka harus meletakkan Islam sebagai petunjuk dalam setiap aturan dan kebijakan. Mereka wajib memelihara urusan rakyat berdasarkan syariah Islam. Tanpa memandang kepentingan kelompok, pengusaha dan pihak asing.

Rasulullah saw. memuji mereka yang selalu merujuk pada syariah Islam. Rasulullah saw. pernah bertanya kepada Muadz bin Jabal ra. yang pernah diangkat sebagai gubernur di Yaman mengenai cara dia dalam memutuskan perkara:

كَيْفَ تَقْضيِ إِذَا عُرِضَ لَكَ قَضَاءٌ ؟ قَالَ: أَقْضِي بِكِتابِ اللهِ .قَالَ: فَإِنْ لمْ تَجِدْ فيِ كتِابِ اللهِ ؟ قَالَ: فَبِسُنّةِ رَسُولِ اللهِ قَالَ: فَإِنْ لمْ تَجِدْ فيِ سُنّةِ رسُولِ اللهَ وَلاَ فيِ كتِابِ الله ؟ قَالَ: أَجْتَهِدُ رَأْيِ وَلاَ آلو. فَضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صَدْرَهُ وَقَالَ: اَلْحَمْدُ لِلّه الَّذِيْ وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللهِ لِمَا يَرْضَى رَسُوْلُ اللهِ

“Bagaimana engkau memutuskan jika ada perkara yang diajukan orang kepadamu?” Muadz menjawab, “Saya akan memutuskan dengan Kitab Allah.” Nabi saw. bertanya kembali, “Bagaimana jika tidak engkau temukan dalam Kitab Allah?” Muadz menjawab, “Saya akan memutuskan dengan Sunnah Rasulullah.” Nabi saw. bertanya kembali, “Jika tidak engkau dapatkan dalam Sunnah Rasulullah dan tidak pula dalam Kitab Allah?” Muadz menjawab, “Saya akan berijtihad dengan pemikiran saya dan saya tidak akan berlebih-lebihan.” Beliau lalu menepuk dada Muadz seraya bersabda, “Segala pujian milik Allah yang telah memberikan taufik kepada utusan Rasulullah sesuai dengan yang Rasulullah ridhai.” (HR Abu Dawud).

Akibat al-Quran Dicampakkan

Tentu merupakan bencana besar ketika al-Quran terlepas dari kehidupan umat dan terpisah dari kekuasaan. Keadaan ini telah diingatkan Nabi saw.:

إِنَّ رَحَى الإِسْلامِ دَائِرَةٌ، فَدُورُوا مَعَ الْكِتَابِ حَيْثُ دَارَ، أَلاَّ إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ، فَلا تُفَارِقُوا الْكِتَابَ، أَلاَّ إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَقْضُونَ لأَنْفُسِهِمْ مَا لا يَقْضُونَ لَكُمْ، إِنْ عَصَيْتُمُوهُمْ قَتَلُوكُمْ، وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ أَضَلُّوكُمْ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ نَصْنَعُ؟ قَالَ:كَمَا صَنَعَ أَصْحَابُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، نُشِرُوا بِالْمَنَاشِيرَ، وَحُمِلُوا عَلَى الْخَشَبِ، مَوْتٌ فِي طَاعَةِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ حَيَاةٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ.

Sungguh sumbu Islam itu senantiasa berputar. Karena itu berputarlah kalian bersama al-Kitab (al-Quran) sebagaimana dia berputar. Ingatlah, al-Quran dan kekuasaan akan berpisah. Karena itu janganlah kalian memisahkan diri dari al-Quran. Ingatlah, sungguh akan ada atas kalian para pemimpin yang memutuskan untuk diri mereka sendiri dengan putusan yang berbeda untuk kalian. Jika kalian menentang mereka, mereka akan membunuh kalian. Jika kalian menaati mereka, mereka akan menyesatkan kalian (HR ath-Thabarani dan al-Haitsami).

Dalam hadis di atas tergambarkan tiga bencana yang akan menimpa umat: Pertama, Kitabullah terpisah (terlepas) dari kekuasaan. Kedua, para pemimpin memutuskan hukum berbeda antara untuk diri mereka sendiri dan apa yang diberlakukan untuk rakyatnya. Ketiga, para pemimpin itu akan membunuh siapa saja yang membangkang kepada mereka, tetapi akan menyesatkan siapa saja yang menaati mereka.

Gambaran tersebut telah nyata di mata umat. Sejak lama al-Quran terpisah dari kekuasaan. Banyak hukum dan aturan yang dibuat tak pernah merujuk pada al-Quran. Memang al-Quran masih ada, masih dibaca dan dipelajari. Namun, hukum-hukumnya ditolak dan dicampakkan dengan beragam alasan. Sebagai gantinya, para penguasa lebih mempercayai hukum buatan Montesquieu, J.J. Rousseau, atau hukum warisan penjajah.

Para penguasa ini juga membuat beragam keputusan yang menguntungkan segelintir orang, tetapi merugikan rakyat kebanyakan. Sanksi hukum pun diberlakukan secara berbeda. Ketika kelompoknya dan orang-orang kaya pendukungnya melanggar hukum, mereka dibiarkan bahkan diberi pembelaan. Sebaliknya, jika pihak-pihak yang berseberangan dengan dirinya melanggar aturan, dengan sigap dia menegakkan hukum dengan tegas atas mereka. Inilah yang diingatkan Nabi saw.:

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ

Orang-orang sebelum kalian binasa karena jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) mencuri di tengah-tengah mereka, mereka biarkan (tidak dihukum), namun jika ada orang lemah (rakyat biasa) mencuri di tengah-tengah mereka, mereka tegakkan hukum pada dirinya.” (HR Muttafaq ‘alayh).

Penguasa semacam ini juga tidak segan-segan berlaku zalim kepada para penentangnya. Bisa dengan menutup mata pencaharian mereka, menghukum mereka dengan zalim, bahkan membunuh mereka. Namun, jika penguasa itu ditaati, dia akan menyesatkan rakyatnya. Penguasa semacam ini lebih senang dipuja-puji, dibenarkan kedustaannya, ketimbang mau menerima nasihat dan mau diluruskan. Padahal dia suka ingkar janji, buruk kinerjanya dan melakukan kemungkaran. Nabi saw. bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، فاعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ.

Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara kepada kalian, tetapi mereka banyak berdusta. Mereka bekerja, tetapi kinerja mereka sangat buruk. Mereka tidak suka kepada kalian kecuali jika kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, membenarkan kebohongan mereka hingga memberi mereka hak yang mereka senangi (HR ath-Thabarani).

Teguh dalam Keyakinan

Lalu apa tuntunan Islam untuk kaum Muslim pada saat menghadapi penguasa demikian? Hal ini pernah ditanyakan oleh para Sahabat kepada Baginda Rasulullah saw. Beliau lalu menjawab:

كَمَا صَنَعَ أَصْحَابُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، نُشِرُوا بِالْمَنَاشِيرَ، وَحُمِلُوا عَلَى الْخَشَبِ، مَوْتٌ فِي طَاعَةِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ حَيَاةٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ

Lakukanlah sebagaimana yang dilakukan oleh para pengikut Isa bin Maryam. Mereka digergaji dan disalib di tiang kayu (tetapi mereka tetap bersabar, red.). Mati dalam ketaatan kepada Allah adalah lebih baik daripada hidup dalam kemaksiatan kepada Allah (HR ath-Thabarani dan al-Haitsami).

Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Kita diminta bersikap sebagaimana kaum Hawariyyun yang tetap membela dan memperjuangkan risalah yang dibawa Nabi Isa as. Meskipun didera dengan berbagai kezaliman, mereka tak sejengkal pun mundur dari ketaatan kepada Allah SWT. Mereka pantang tunduk kepada penguasa yang zalim. Dalam hadis di atas Rasulullah saw. menyebutkan bahwa mati dalam ketaatan kepada Allah SWT adalah lebih baik ketimbang hidup dalam kemaksiatan kepada-Nya, apalagi dengan mendukung kezaliman penguasa serta membiarkan Kitabullah terpisah dari kekuasaan.

Selain diminta teguh dalam ketaatan, kita pun diingatkan tentang besarnya pahala amar makruf nahi mungkar di hadapan pemimpin yang zalim. Nabi saw. bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

Jihad yang paling utama ialah menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim (HR Abu Dawud).

WalLahu a’lam bi ash-shawwab. ***

 

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

وَلاَ تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنْصَرُونَ

Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka. Sekali-kali kalian tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan diberi pertolongan. (TQS Hud [11]: 113). ***

 

dicopy dari : Buletin Kaffah No. 167 (27 Rabiul Awal 1442 H/13 November 2020 M)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Filosofi Bambu”

    “Filosofi Bambu”

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan Pendek : Askolani Nasution Bambu itu keajaiban buat saya. Dalam kondisi tertentu, bambu muda dapat tumbuh sampai 60 cm dalam 24 jam. Banyak suku di Asia dan Afrika yang menjadikan bambu sebagai bahan makanan. Dan tak banyak yang tahu bahwa sayur bambu memiliki kandungan Kalium yang lebih tinggi dibanding Brokoli. Belum lagi berbagai […]

  • Bupati Madina Diperiksa Kejatisu

    Bupati Madina Diperiksa Kejatisu

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), Senin (14/10/2019). Sebelumnya, saksi dalam kasus pembangunan TRB dan TSSS ini sempat tiga kali tak memenuhi panggilan jaksa. Dahlan tiba di Kejatisu di Jalan AH. Nasution, Medan, sekitar pukul 10.00. Ia mengenakan kemeja lengan pendek putih, […]

  • RI ‘kebakaran jenggot’ disadap AS

    RI ‘kebakaran jenggot’ disadap AS

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengaku tidak kaget mendengar adanya aksi spionase atau penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Indonesia. Menurut dia, aksi spionase yang dilakukan pihak intelijen AS sudah lama terjadi di Indonesia. Bahkan, jatuhnya pemerintahan Soekarno itu merupakan hasil dari kerja intelijen asing. Pernyataan tersebut disampaikan dalam […]

  • Diduga Bukan Kriminal Biasa

    Diduga Bukan Kriminal Biasa

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah milik Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jefri Antoni dibakar orang tak dikenal (OTK), Kamis (03/02/2011) sekira pukul 04.00 WIB. Ruang tamu rumah jenis minimalis yang terletak di Jalan Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur, Kayujati, Panyabungan itu hangus terbakar. Ketua DPD II Golkar Madina As Imran Khaitami Daulay, mengutuk keras pelaku […]

  • 50 Persen Pasien di Singapura Warga Indonesia

    50 Persen Pasien di Singapura Warga Indonesia

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat Indonesia lebih memilih berobat ke luar negeri. Fenomena ini akan sangat mempengaruhi pendapatan devisa negara. Menurut Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, berdasarkan data National Health Care Group International Business Dev Unit (NHG-IBDU) Singapura, tercatat 50 persen pasien internasional yang berobat di Singapura adalah warga Indonesia. Sementara, orang Indonesia yang berobat ke Malaysia tercatat 12.000 […]

  • Bantuan Sosial Mulai Disalurkan di Madina, Fraksi Golkar Ucapkan Terimakasih

    Bantuan Sosial Mulai Disalurkan di Madina, Fraksi Golkar Ucapkan Terimakasih

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah hari ini, Selasa (28/4/2020) menyalurkan bantuan sosial dari program Jaring Pengaman Sosial di Kabupaten Mandailing Natal. Bantuan sosial yang disalurkan sebanyak 21.330 paket sembako terdiri dari 10 kg beras, 1 kg minyak makan, 1 kg gula putih dan 1 papan telor ayam. Fraksi Partai Golkar DPRD Madina mengucapkan terima kasih […]

expand_less