Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat

 

Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya.

Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi aspirasi dan suara rakyat.

Atas sikap para petinggi negeri yang terlihat antikritik tersebut terang saja mendapat respon dan tanggapan dari berbagai kalangan. Pengamat komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga menyoroti sikap pemerintah yang menghapus mural Jokowi 404 not found.  Sebab menurutnya, pengahapusan tersebut tidak sejalan dengan prinsip negara yang menjunjung aspirasi rakyat dan sudah disepakati bangsa ini.

Menurutnya penghapusan mural tersebut, menguatkan dugaan bahwa pemerintahan hari ini antikritik. Dosen Universitas Esa Unggul itu menyebutkan mural tersebut tidak ada kaitannya dengan pelecehan lambang negara seperti yang dikatakan pemerintah. 

“Sebab, Jokowi sebagai presiden bukanlah lambang negara, karena itu, tidak sepantasnya mural tersebut dihapus. Dia menambahkan bahwa mural itu mungkin salah satu sarana rakyat menyalurkan aspirasi dan suaranya. Jadi, tak semestinya ditanggapi dengan penghapusan hingga berujung ditarik ke ranah hukum (18/8).

Ya, benar saja maraknya penghapusan mural oleh aparat keamanan belakangan ini sama halnya pemerintah melakukan pembungkaman terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat dan kritik yang dijamin dalam negara dan UU. Jadi, terlihat penguasa tampaknya belum siap untuk menerima kritik dan masukan.

Bagi mereka kritik seolah aib yang memalukan. Para penguasa dinilai belum siap menerima berbagai masukan dan kritikan. Mereka masih merasa seperti raja yang mana rakyat hanya boleh mengaminkan titah sang raja. Ya, jelas saja ini sangat berbahaya bagi kebaikan bangsa dan negara. Kritik itu adalah bagian nasehat dan saling mengingatkan. Sebab tak akan ada asap kalau tidak api. Tak akan ada kritikan jika saja rakyat telah diurus dengan penuh tanggungjawab, sejahtera, adil dan makmur.

Maka, sudah seharusnya para petinggi negeri bersikap lebih arif dan bijaksana. Menerima setiap masukan dan kritikan dari rakyat. Jika ada salah dalam kebijakan ya diperbaiki, jika ada yang tak tepat dalam pengurusan rakyat ya mestinya evaluasi dan lebih memaksimalkan peran dalam menjaga amanah melindungi dan memenuhi setiap kesulitan rakyat. Jadilah pemimpin yang dicintai rakyat dan mencintai rakyat. Takut hanya pada Allah Swt semata, sebab kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Sudah seharusnya para pemimpin negeri ini mencontoh bagaimana kepemimpinan Islam. Lihatlah kepemimpinan Umar yang rela memanggul karung gandum agar rakyatnya tak kelaparan. Lihatlah bagaimana para pemimpin Islam mau mendengar dan menerina nasehat demi kebaikan negara dan rakyat. Itulah sebaik-baik pemimpin, rakyat yang utama dan menjadi prioritas untuk diurusi.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    gambar kelompok kera di sekitar warung Pak Syafri (foto: Maradotang Pulungan) PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bila anda berkunjung ke komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), singgah lah di warung pecal sederhana persis disamping kantor Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Madina. Warung sederhana milik Pak Syafri selain menyajikan panganan pecal dan goreng-gorengan, juga memberikan pemandangan menarik […]

  • Korban Banjir Madina Terima Bantuan

    Korban Banjir Madina Terima Bantuan

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBOLGA- PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Sibolga menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang yang melanda lima desa di Kecamatan Rantobaek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kelima desa yang mendapat bantuan itu, di antaranya, Desa Simpang Talap, Manisap, Hutaraja, Hutabaringin, dan Muara Bangko. Kepala Cabang PT Jamsostek Sibolga Rasidin SH, mengatakan, bantuan itu meliputi, 1 […]

  • Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Desa Pastap Julu di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terisolir akibat jalan menuju desa tertimbun material longsor pada Kamis malam 7/12/2023. Hingga pagi ini Jum’at 8/12/2023, material longsor masih menutupi badan jalan menunggu alat berat milik Pemda melakukan pembersihan material. Warga desa yang hendak bepergian pun terpaksa […]

  • Stunting Ancaman Bagi Generasi Bangsa

    Stunting Ancaman Bagi Generasi Bangsa

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengajak seluruh stackholder fokus benahi stunting dalam rapat kerja tim percepatan dengan Taman Pemulihan Gizi (TPG) dan enumerator dalam rangkat persiapan survey tim Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) di aula Ladang Sari Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Selasa (6/9/). “Perlu kita pahami […]

  • Dahlan 19 Kecamatan, Yusuf 2 Kecamatan, Saparudin 2 Kecamatan

    Dahlan 19 Kecamatan, Yusuf 2 Kecamatan, Saparudin 2 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari total 23 jumlah kecamatan di Mandailing Natal (Madina), pasangan Dahlan-Sukhairi unggul di 19 kecamatan. Sedangkan pasangan Yusuf-Imron dan pasangan Saparuddin-Miswaruddin masing-masing menguasai 4 kecamatan. KPU Madina sudah merampungkan proses pemindaian Formulir C1 (sertifikasi hasil pemungutan suara di tingkat TPS Pilkada Madina, sore tadi, Jum,at (11/12). Perampungan itu mencapai 100 persen […]

  • Pengadilan Belum Terima Surat Pemprov soal Status Terdakwa Hidayat

    Pengadilan Belum Terima Surat Pemprov soal Status Terdakwa Hidayat

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Sampai pukul 16.40 WIB, pihak Pengadilan Tipikor/Pengadilan Negeri (PN) Medan, menyatakan belum ada mendapatkan surat resmi dari Pemprov Sumut soal status terdakwa Bupati Madina Hidayat Batubara. Juru Bicara PN Medan Nelson Japasar Marbun menyatakan, dirinya sudah mengecek ke bagian Pamud Pidana, dan menyatakan belum ada permintaan surat itu. “Saya tadi sudah cek ke […]

expand_less