Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat

 

Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya.

Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi aspirasi dan suara rakyat.

Atas sikap para petinggi negeri yang terlihat antikritik tersebut terang saja mendapat respon dan tanggapan dari berbagai kalangan. Pengamat komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga menyoroti sikap pemerintah yang menghapus mural Jokowi 404 not found.  Sebab menurutnya, pengahapusan tersebut tidak sejalan dengan prinsip negara yang menjunjung aspirasi rakyat dan sudah disepakati bangsa ini.

Menurutnya penghapusan mural tersebut, menguatkan dugaan bahwa pemerintahan hari ini antikritik. Dosen Universitas Esa Unggul itu menyebutkan mural tersebut tidak ada kaitannya dengan pelecehan lambang negara seperti yang dikatakan pemerintah. 

“Sebab, Jokowi sebagai presiden bukanlah lambang negara, karena itu, tidak sepantasnya mural tersebut dihapus. Dia menambahkan bahwa mural itu mungkin salah satu sarana rakyat menyalurkan aspirasi dan suaranya. Jadi, tak semestinya ditanggapi dengan penghapusan hingga berujung ditarik ke ranah hukum (18/8).

Ya, benar saja maraknya penghapusan mural oleh aparat keamanan belakangan ini sama halnya pemerintah melakukan pembungkaman terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat dan kritik yang dijamin dalam negara dan UU. Jadi, terlihat penguasa tampaknya belum siap untuk menerima kritik dan masukan.

Bagi mereka kritik seolah aib yang memalukan. Para penguasa dinilai belum siap menerima berbagai masukan dan kritikan. Mereka masih merasa seperti raja yang mana rakyat hanya boleh mengaminkan titah sang raja. Ya, jelas saja ini sangat berbahaya bagi kebaikan bangsa dan negara. Kritik itu adalah bagian nasehat dan saling mengingatkan. Sebab tak akan ada asap kalau tidak api. Tak akan ada kritikan jika saja rakyat telah diurus dengan penuh tanggungjawab, sejahtera, adil dan makmur.

Maka, sudah seharusnya para petinggi negeri bersikap lebih arif dan bijaksana. Menerima setiap masukan dan kritikan dari rakyat. Jika ada salah dalam kebijakan ya diperbaiki, jika ada yang tak tepat dalam pengurusan rakyat ya mestinya evaluasi dan lebih memaksimalkan peran dalam menjaga amanah melindungi dan memenuhi setiap kesulitan rakyat. Jadilah pemimpin yang dicintai rakyat dan mencintai rakyat. Takut hanya pada Allah Swt semata, sebab kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Sudah seharusnya para pemimpin negeri ini mencontoh bagaimana kepemimpinan Islam. Lihatlah kepemimpinan Umar yang rela memanggul karung gandum agar rakyatnya tak kelaparan. Lihatlah bagaimana para pemimpin Islam mau mendengar dan menerina nasehat demi kebaikan negara dan rakyat. Itulah sebaik-baik pemimpin, rakyat yang utama dan menjadi prioritas untuk diurusi.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Hujan Es

    Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Hujan Es

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Hujan es yang terjadi di Desa Simaninggir Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Rabu sore (3/5/2017) mengejutkan warga. Lantas muncul pelbagai pertanyaan di benak warga, mengapa timbul hujan es? Apa arti fenomena ini? Berdasar paparan Kepala BBTMC – BPPT, Dr Tri Handoko Seto, S.Si, M.Sc, fenomena ini sangat bisa dijelaskan secara meteorologis: musim dingin di kawasan […]

  • Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Ditangkap

    Pembajak Akun Facebook Toni Darius Sitorus Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Polres Tapsel akhirnya berhasil mengungkap pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus. Pembajak akun itu seorang remaja berinisial ABS. ABS ditangkap di Desa Purbatua, Kecamatan Tana Tombangan Angkola, Kabupaten Tapsel, Kamis (20/10) dinihari. Akun facebook Toni Darius Sitorus yang dihacker atau diretas atau dibajak itu sempat memicu kerusuhan antara muslim Desa […]

  • Pemindahan Pedagang Untuk Tata Kota Panyabungan yang Nyaman dan Bersih

    Pemindahan Pedagang Untuk Tata Kota Panyabungan yang Nyaman dan Bersih

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan keliling kawasan pasar lama Panyabungan selama ini kumuh dan sumpek merusak citra ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu. Di sisi lain, kota Panyabungan sebagai wajah ibu kota kabupaten harus berbenah, menata diri menuju kota yang nyaman dan bersih. Kekumuhan jalan kelilinng itu akibat aktivitas pasar tidak teratur, jorok […]

  • Proyeksi Palsu

    Proyeksi Palsu

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah S.Pd Guru dan Pemerhati Masyarakat Sungguh jika manusia yang membuat sebuah proyeksi, apalagi proyeksi ekonomi masa depan, maka siap-siaplah akan keliru. Andaipun jika proyeksi itu tepat, tetap saja akan meleset dan ada galat erornya. Itulah buktinya bahwa manusia itu lemah, serba kurang dan sangat terbatas. Apalagi yang dijadikan sebagai pijakan adalah sistem […]

  • Fraksi Partai Golkar Madina: PT Rendy Harus Tunaikan Hak Plasma Masyarakat

    Fraksi Partai Golkar Madina: PT Rendy Harus Tunaikan Hak Plasma Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seharusnya kehadiran investor di suatu daerah bertujuan untuk memberikan dampak baik pada sektor sosial dan ekonomi. Namun, Keberadaan PT Rendy Permata Raya masih terus menimbulkan persoalan. Alih-alih meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Singkuang I, Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) justru kewajiban memberikan hak plasma masyarakat tidak terpenuhi. Menanggapi hal tersebut, […]

  • Syamsul Arifin tamat, Gatot aman

    Syamsul Arifin tamat, Gatot aman

    • calendar_month Jumat, 2 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Nasib Syamsul Arifin sebagai Gubernur Sumatera Utara non aktif sudah tamat. Terpidana enam tahun dalam perkara korupsi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Langkat 2000-2007 akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Sumut. Pemerintah akhirnya memberhentikan Syamsul Arifin dari jabatan Gubernur Sumatra Utara karena berstatus terpidana. Padahal, masa jabatan Syamsul tinggal tersisa sekitar […]

expand_less