Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
  • print Cetak

P Sidimpuan, – Kota Padangsidimpuan akan mendatangkan hewan ternak untuk kebutuhan warga saat hari Raya Idul Adha 1434 H. Soalnya, sesuai data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, untuk tahun 2013 tercatat jumlah sapi ternak warga yang ada di Padangsidimpuan hanya 966 ekor.
Kepala BPS Kota Padangsidimpuan melalui Kasi IPDS, Joel Roy Peranginangin mengatakan populasi sapi itu banyak di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Populasi tersebut meningkat 11,42% dari dari tahun 2011.

Sedangkan persebaran sapi tiap kecamatan meliputi, Padangsidipuan Tenggara 559 ekor, Padangsidimpuan Selatan 241 ekor, Padangsidipuan Batu Nadua 97 ekor, Padangsidimpuan Utara 25 ekor, Padangsidimpuan Hutaimbaru 30 ekor dan Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu 14 ekor.

Joel menjelaskan, kurangnya pasokan sapi tersebut disebabkan beberapa faktor, di antaranya kurangnya lahan untuk beternak sapi, makin sedikitnya peternak sapi. Kemudian kurangnya perhatian dan penyuluhan kepada peternak, serta program swasembada sapi lebih difokuskan ke kabupaten yang lahannya luas.

Mengantisipasi kekurangan kebutuhan sapi, warga Padangsidimpuan tiap tahunnya terkhusus mendekati hari raya Idul Ad’ha mengimpor sapi dari Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan saat ini sudah ada 50 ekor yang masuk. “Kalau mendekati hari raya, sapi masuk dari kabupaten lain seperti dari Paluta dan Madina, kemarin saja sudah ada 50 ekor yang datang,” jelasnya.

Ahmadi, seorang peternak sapi di Desa Pulau Bauk, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, yang dijumpai di kandang sapinya mengatakan saat ini dirinya memiliki 10 ekor sapi siap potong yang sudah dipesan. Jika ketersedian sapinya tidak mencukupi, Ahmadi akan memesan ke peternak di Kabupaten Paluta.

Untuk terus mengembangkan ternak sapinya, Ahmadi mengaku terkendala soal lahan dan pakan yang semakin menipis. Sebab sebagian lahan untuk pakan sapi sudah ditanami karet dan komoditas lainnya sehingga produksi sapinya terbatas.

Dia berharap pemerintah dalam menjalankan program Swasembada Sapi memberi penyuluhan dan modal termasuk bantuan anak sapi kepada para peternak sapi di Kota Padangsidimpuan. Agar ke depan populasi tidak menurun dan makin mengimpor sapi dari daerah lain.

Hal senada juga diungkapkan, Dian, salah seorang pekerja ternak sapi di Jalan St M Arif Kota Padangsidimpuan. Peternakan usahanya juga mulai terkendala lahan, sebab lahan selama ini untuk sapi mencari makan sudah dijadikan kebun warga di Bukit Simar sayang. “Ngak bisa ke luar lagi lembunya, karena semua sudah jadi kebun warga. (MB)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay. Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara […]

  • Tak Berkategori

    Kuasa Hukum Bupati Madina Tak Tahu Kasus Yang Dibidik KPK

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) — Kuasa hukum Hidayat Batubara, Bupati Madina, Marasamin Ritonga mengaku tak tahu terkait kasus apa rumah kliennya akhirnya digeledah KPK, Selasa (14/5). Marasamin mengaku, dirinya juga berada dirumah saat KPK melakukan penggeledahan dirumah Bupati Madina yang berada di Jalan Sei Asahan No 76, Medan itu. Namun, saat dirinya bertanya, Marasamin mengaku bahwa […]

  • GU Belum Cair, Mayoritas SKPD di Madina Menjerit

    GU Belum Cair, Mayoritas SKPD di Madina Menjerit

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas SKPD di Pemkab Mandailing Natal menjerit. Pasalnya hingga awal Maret 2021 GU belum cair dari Dinas Keuangan Mandailing Natal. Informasi itu diperoleh Mandailing Online dari sejumlah pejabat di Pemkab Mandailing Natal, Rabu (3/3/2021). Padahal GU itu sejatinya sudah bisa cair sejak Januari atau paling lambat awal Pebruari. Sedangkan UP pun […]

  • Pengumuman Tenaga Honorer K2 Batal

    Pengumuman Tenaga Honorer K2 Batal

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana pengumuman kelulusan tes CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2) batal diumumkan kemarin (5/2). Skema pengumuman dengan menggunakan format PDF di website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) ternyata tidak bisa diakses. Hingga pukul 19.00 WIB kemarin, situs yang seharusnya memuat nomor peserta lolos ujian tulis beberapa bulan lalu […]

  • Wacana  RS  Abdul Haris Nasution Di Kotanopan

    Wacana RS Abdul Haris Nasution Di Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Wacana pendirian sebuah rumah sakit di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) mulai bergulir. Wacana ini awalnya diskusi-diskusi kecil antara tokoh masyarakat, pemuda dan unsur lainnya, kemudiaan muncul kepermukaan. Saat ini berbagai elemen masyarakat mengharapkan ini jangan hanya sekedar wacana, tapi perlu wujud nyata “Untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, sudah selayaknya […]

  • Jalan Medan-Berastagi longsor

    Jalan Medan-Berastagi longsor

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Jalan Medan-Berastagi di Dusun Listrik Desa Lau Mulgap, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara longsor sejak Minggu (29/12) kemarin pukul 20.30 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Asren Nasution di Medan, hari ini, mengatakan longsor terjadi setelah menerima curah hujan yang tinggi pada Minggu malam. Tanah longsor tersebut mengikis […]

expand_less