Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
  • print Cetak

P Sidimpuan, – Kota Padangsidimpuan akan mendatangkan hewan ternak untuk kebutuhan warga saat hari Raya Idul Adha 1434 H. Soalnya, sesuai data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, untuk tahun 2013 tercatat jumlah sapi ternak warga yang ada di Padangsidimpuan hanya 966 ekor.
Kepala BPS Kota Padangsidimpuan melalui Kasi IPDS, Joel Roy Peranginangin mengatakan populasi sapi itu banyak di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Populasi tersebut meningkat 11,42% dari dari tahun 2011.

Sedangkan persebaran sapi tiap kecamatan meliputi, Padangsidipuan Tenggara 559 ekor, Padangsidimpuan Selatan 241 ekor, Padangsidipuan Batu Nadua 97 ekor, Padangsidimpuan Utara 25 ekor, Padangsidimpuan Hutaimbaru 30 ekor dan Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu 14 ekor.

Joel menjelaskan, kurangnya pasokan sapi tersebut disebabkan beberapa faktor, di antaranya kurangnya lahan untuk beternak sapi, makin sedikitnya peternak sapi. Kemudian kurangnya perhatian dan penyuluhan kepada peternak, serta program swasembada sapi lebih difokuskan ke kabupaten yang lahannya luas.

Mengantisipasi kekurangan kebutuhan sapi, warga Padangsidimpuan tiap tahunnya terkhusus mendekati hari raya Idul Ad’ha mengimpor sapi dari Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan saat ini sudah ada 50 ekor yang masuk. “Kalau mendekati hari raya, sapi masuk dari kabupaten lain seperti dari Paluta dan Madina, kemarin saja sudah ada 50 ekor yang datang,” jelasnya.

Ahmadi, seorang peternak sapi di Desa Pulau Bauk, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, yang dijumpai di kandang sapinya mengatakan saat ini dirinya memiliki 10 ekor sapi siap potong yang sudah dipesan. Jika ketersedian sapinya tidak mencukupi, Ahmadi akan memesan ke peternak di Kabupaten Paluta.

Untuk terus mengembangkan ternak sapinya, Ahmadi mengaku terkendala soal lahan dan pakan yang semakin menipis. Sebab sebagian lahan untuk pakan sapi sudah ditanami karet dan komoditas lainnya sehingga produksi sapinya terbatas.

Dia berharap pemerintah dalam menjalankan program Swasembada Sapi memberi penyuluhan dan modal termasuk bantuan anak sapi kepada para peternak sapi di Kota Padangsidimpuan. Agar ke depan populasi tidak menurun dan makin mengimpor sapi dari daerah lain.

Hal senada juga diungkapkan, Dian, salah seorang pekerja ternak sapi di Jalan St M Arif Kota Padangsidimpuan. Peternakan usahanya juga mulai terkendala lahan, sebab lahan selama ini untuk sapi mencari makan sudah dijadikan kebun warga di Bukit Simar sayang. “Ngak bisa ke luar lagi lembunya, karena semua sudah jadi kebun warga. (MB)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deviden Cashback

    Deviden Cashback

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Perusahaan yang Didirikan Petani (bagian 2) Oleh : Dahlan Iskan Sudah empat tahun PT Pengayom Petani Sejagad berdiri. Setiap tahun petani menerima ‘cashback’ dari Pengayom. Bahkan setiap habis panen –kalau setahun bisa panen dua atau tiga kali. Istilah ‘cashback’ itu hanya dipakai untuk memudahkan petani mencernanya. Padahal itu adalah pembagian laba biasa. Mengapa pembagian laba itu tidak diwujudkan […]

  • Gadis Suku Tuareg Bebas Berzina Dengan Pria Mana Saja

    Gadis Suku Tuareg Bebas Berzina Dengan Pria Mana Saja

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Selama berabad-abad lamanya, Suku Tuareg hidup secara semi nomaden. Mereka berjalan menyusuri Gurun Sahara dan menyebar, mulai dari Aljazair Tenggara, Niger, Libya Barat Daya, Burkina Faso Utara, Nigeria Utara, hingga Mali. Tak diketahui dari mana munculnya Suku Tuareg, yang jelas mereka pertama kali ditemukan di Gurun Sahara. Mereka berbicara menggunakan Bahasa Tamacheq, salah satu Bahasa […]

  • Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat 3 terduga pelaku pemerkosaan yakni WF, D dan P terhadap SN (20) Wanita Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Kini 1 diantara 3 pelaku yang sempat buron berhasil diamankan polisi dari Polres Madina. WF (21) diduga salah satu pelaku pemerkosaan diketahui di amankan kepolisian pada Minggu Malam (24/11). Hal itu dibenarkan […]

  • Pengadaan Bibit Dari Dana Desa di Madina Kembali Jadi Sorotan

    Pengadaan Bibit Dari Dana Desa di Madina Kembali Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): ditahun 2024 ini, penggunaan dana desa diprioritaskan untuk mendanai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menerbitkan aturan tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2024. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 7 […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Sampai Kapan Batahan Bertahan

    Sampai Kapan Batahan Bertahan

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mobil ini terperosok di badan jalan raya berkubang lumpur. Tepatnya di titik Desa Bintungan Bejangkar, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal, Sumut. Lihatlah foto itu dengan seksama. Lumpurnya mungkin lebih setinggi lutut pria dewasa. Berdasar laporan Sobirin warga Batahan menjawab Mandailing Online, Rabu malam (26/12/2019) mobil yang terjebak di jalan berlumpur ini tiga hari lalu saat […]

expand_less