Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Banjir Landa Ranto Baek

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Bencana banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (29/11/2010) sekira pukul 17.00 WIB. Bencana banjir terjadi di 120 km dari Kota Panyabungan, Ibukota Kabupaten Madina.

Banjir di Ranto Baek terjadi akibat meluapnya Sungai Simpang Talap, setelah wilayah tersebut diguyur hujan disertai angin kencang sejak pukul 12.00 WIB.

Dari keterangan warga, dalam 2 minggu terakhir kampung mereka dilanda hujan. Desa yang dilanda banjir meliputi Desa Simpang Talap, Muara Bangko, Manisak, Padangsilojongan, dan Huta Raja.

Data sementara di lokasi dan posko bencana, Selasa (30/11/2010), sebanyak 27 unit rumah penduduk hanyut terseret arus sungai setinggi 2-4 meter, rusak berat 63 unit, dan 7 unit rusak ringan.

Rumah hanyut di Desa Simpang Talap 22 unit, rusak ringan 16 unit, dan rusak ringan 7 unit. Di Desa Manisak 4 rumah hanyut, Desa Huta Raja 1 unit hanyut. Sementara di Desa Muara Bangko 2 unit rumah hanyut dan 47 rusak berat.

Sementara di Desa Simpang Talap, rumah banyak hanyut dan hancur diduga karena aliran sungai di bawah jembatan di kampung itu tersumbat kayu sepanjang 25 meter dan kayu-kayu bekas tumbangan di duga dari pembukaan lahan PTPN IV, yang lokasinya berada di hulu kampung.

Dan untuk Desa Muara Bangko, banyak rumah semi permanen bergeser posisinya hingga 5 meter, dan ada yang sampai 200 meter.

Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikawasan banjir untuk sementara diliburkan karena sekolah terendam banjir, pakaian seragam dan peralatan sekolah siswa banyak hanyut.

Sampai saat ini belum ada korban jiwa. Sedangkan kerugian diperkirakan mencapai lebih kurang Rp 3 miliar. Penduduk saat ini mengungsi di rumah keluarga, tetangga dan di ruang kelas SD.

Pemkab Madina dikoordinir Asisten I Syahnan Pasaribu didampingi Kabag Humas Taufik Lubis, telah turun langsung kelapangan meninjau banjir dan kondisi masyarakat.

Sedangkan bantuan beras 3 ton dan 200 kardus mie instant, pakaian bekas dan selimut ditanagani langsung Kadis Sosial Alamul Haq dan telah sampai di lokasi bencana. Begitu juga dengan Badan Penanggulangan Bencana telah turun ke lapangan membawa bantuan dan melakukan pendataan.

Posko Kesehatan di masing-masing desa telah didirikan. Sehingga masyarakat bisa konsultasi, memeriksakan kesehatan, dan mengkonsumsi obat. Berdasarkan catatan buku harian posko kesehatan, umumnya masyarakat yang berobat mengalami perut gembung dan badan pegal-pegal.

Untuk mencegah berjangkitnya penyakit ispa, diare, muntaber, dan penyakit lainnya, tim medis Dinas Kesehatan selain mendirikan posko, terus melakukan penanggulangan secara intensive dengan sistem jemput bola.

Polres Madina dengan satuan Dalmas yang langsung dipimpin Kapolres Madina, saat ini sedang membantu dan mengamankan situasi di lokasi bencana.

Sementara 380 an lebih penduduk Desa Simpang Talap berharap kampung mereka direlokasi. Karena, perkampungan yang berada persis di bibir Sungai Simpang Talap sudah mengancam keselamatan penduduk setemat.

Menurut Kades Simpang Talap Marataon Rangkuti, sekitar 10 bulan lalu desa mereka juga direndam banjir dan menghanyutkan 7 unit rumah penduduk.

Masyarakat saat ini merasa tidak nyaman tinggal di kampung itu karena ancaman banjir terus menghantui.

Pj Bupati Madina Aspan Batubara saat dikonfirmasi meminta supaya penduduk yang tertimpa bencana tabah dan terus mendekatkan diri pada Yang Kuasa. Karena musibah yang datang merupakan cobaan.

Ia berharap masyarakat dan tetangga terdekat agar membuka tangan dan berlapang dada untuk meringankan beban penduduk tertimpa musibah.

Katanya, secara pribadi dan pemerintahan, ia akan melakukan kebijakan yang terbaik, untuk kelangsungan hidup masayarakat setempat.

“Saya tidak mau ada warga saya mengeluh, menangis dan terabaikan karean bencana. Karen itu semua pihak, khususnya jajaran SKPD di Pemkab Madina diharapkan tanggap, peduli, bertugas dan bekerjasama dengan baik,” ucapnya. (BS-026)
Sumber :Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Format Pusi Demo di Kejaksaan Cabang Sibuhuan

    Format Pusi Demo di Kejaksaan Cabang Sibuhuan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Usut Tuntas Pemalsuan Dokumen Honorer K-II   PALAS – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Birokrasi (Format Pusi) Kabupaten Palas melakukan aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Padangsidimpian cabang Sibuhuan, tepatnya di Jalan Kihajar Dewantara Padang Luar Sibuhuan, Selasa (19/5). Saat itu, pengunjuk rasa meminta kejaksaan mengusut tuntas dugaan adanya permainan […]

  • Dua Lansia Warga Desa Sopo Batu Dapat Vaksin Door to Door Polres Madina

    Dua Lansia Warga Desa Sopo Batu Dapat Vaksin Door to Door Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua warga lanjut usia (Lansia) Desa Sopo Batu mendapat vaksin program door to door dari  Polres Mandailing Natal (Madina) pada Selasa (26/10) kemarin. Hal tersebut disampaikan oleh Pj. Kepala Desa Sopo Batu Usri Lubis kepada Mandailing Online di kantor Camat Panyabungan, Rabu (27/10). Usri menyampaikan pada awalnya ada tiga lansia yang […]

  • Penangkapan 13 Warga Batahan I, Polres Madina Harus Arif

    Penangkapan 13 Warga Batahan I, Polres Madina Harus Arif

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyidik Polres Madina harus bijak dan profesional dalam melakukan proses penyidikan terhadap 13 warga Batahan I yang ditangkap atas tuduhan mencuri buah sawit. 13 warga Batahan I Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) ditangkap pelisi Kamis pekan lalu atas tuduhan mencuri ketika memanen buah sawit di lahan perkebunan yang dinyatakan status stanpass […]

  • Sungai Terusan di APL PT. TBS

    Sungai Terusan di APL PT. TBS

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Dahlan Batubara Sungai itu dulu mengalirkan air asin. Agar tanaman bakau bisa terus hidup. Agar hutan mangrove lestari. Saya baru tahu : tanaman bakau tak dapat hidup tanpa menghisap air laut. Nama sungai itu : Sungai Terusan. Kini tak ada lagi. Sudah diubah menjadi parit. Sungai Terusan masih ada sebelum tahun 2012. […]

  • Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) –  Seorang gadis remaja ditemukan wafat di Sungai Batang Gadis, Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis petang (15/9/2022). Sebelumnya, ia hanyut terbawa arus sungai saat mandi bersama rekan-rekannya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Almarhumah bernama Syari Nabila Rangkuti (13), siswi SMP Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal. Sebelum ditemukan […]

  • Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    Batu Akik Asal Batam Ini Dibanderol Senilai Rp 5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BATAM – Bongkahan batu permata masih menawarkan sejuta sensasi bagi penggemar atau pecinta batu akik. Mereka tanpa lelah mencari dan memburu batu hingga ke pelosok-pelosok daerah terpencil sekalipun di bagian negri ini.  Tak terkecuali dengan pencinta batu akik di kota Batam. Setelah melalui proses pencarian yang panjang, akhirnya mereka menemukan jenis batu yang menjadi ciri […]

expand_less