Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green Concervation (BPGC) mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengevaluasi MoU antara Pemkab Madina dengan Causeruation International (CI).

Paslanya, sudah tiga tahun MoU (Memorandum of Understanding) itu ditandatangani kedua pihak, kegiatan yang dilakukan CI belum memberikan kontribusi apapun terhadap masyarakat Madina.

Koordinator BPGC, Syafruddin Lubis kepada wartawan, Senin (6/1/2014) di Panyabungan mengungkapkan berdasar informasi dikumpulkan Batang Pungkut Gren Concervation menyimpulkan fakta-fakta bahwa selama ini USAID telah mengucurkan dana sebesar 20 juta US dollar kepada CI melalui program Sustainanle Landscapes Partnership (LSP) atau Program Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan di Madina.

“Namun menurut penelusuran kita, diduga dana ini tidak jelas penggunaanya. Artinya, program peningkatan perekonomian rakyat ini diduga dijadikan CI untuk mendapatkan dana tersebut, namun realisasinya tidak ada di Madina,” sebutnya.

CI sepertinya menggunakan isu konservasi di Madina untuk mendapatkan dana tersebut. Keberadaan CI selama ini di Madina hanya sebatas melakukan kegiatan workshop yang tidak jelas programnya.

“Jadi alangkah naifnya kalau isu konservasi di Madina dijadikan alat untuk mendapatkan dana, padahal kegiatan yang dilakukan sepertinya tidak ada. Program yang dilakukan selama ini tidak jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Berdasar penelusuran BPGC, penggunaan dana $20 juta itu ada beberapa item, mulai dari kajian lingkungan hidup strategis atau tata ruang Madina, peningkatan perekonomian rakyat Madina, kerja sama dengan perusahaan untuk menekan emisi gas serta kerja sama dengan lembaga lokal dalam upaya konservasi.

“Jadi kita berharap kepada CI jangan menjadikan Madina sebagai “ladang” untuk mencari dana guna kepentingan perorangan atau kelompok,” tegasnya.

Syafruddin juga berharap kepada Pemkab Madina jangan hanya puas dengan mendapatkan nasi bungkus dan uang transport dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan CI.

“Seharusnya keberadaan CI di Madina mempunyai program yang jelas, bukan hanya sekedar mendata dan kegiatan seminar atau workshop semata,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Masih Kuasai Kampus FK UISU

    Mahasiswa Masih Kuasai Kampus FK UISU

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN- Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) masih menguasai kampus mereka di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (2/1). Padahal, sebelumnya pihak yayasan telah melaporkan delapan mahasiswa ke Polresta Medan atas penguasaan kampus tersebut. “Sampai saat ini kami masih melakukan penutupan kampus. Hari ini sudah genap 34 hari, sebulan lebih sudah kami tutup dan […]

  • Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi menghadiri sidang kasus ‘Sandal Jepit’ dengan terdakwa AAL (16) di Pengadilan Negeri Palu, Rabu [04/01]. Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi Sapri Hamzah, rekan terdakwa AAL itu berlangsung tertutup dan dipimpin hakim peradilan anak Romel Tampubolon. Terdakwa AAL didampingi penasehat hukumnya Elvis DJ Katuwu, kedua […]

  • Spanduk Cemooh Ariel Terpampang di Bandung

    Spanduk Cemooh Ariel Terpampang di Bandung

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Pesan moral: Hukum seberat-beratnya Ariel yang telah mencoreng Bandung kota agamis” Setelah dipindahkan ke Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung, kurang lebih dua minggu lalu, bukan berarti Ariel terbebas dari sanksi sosial. Belum lama ini, sebuah spanduk hijau berukuran 1 x 6 meter berisi kata-kata cemoohan terpampang di depan pendopo Kota Bandung dan Kantor Majelis Ulama Indonesia […]

  • FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FUIB sejauh ini berhasil mengumpul Rp9.045.000 dalam aksi pegumpulan dana untuk korban bencana di Mandailing Natal. Dana tersebut terkumpul dalam satu hari ini Ahad (14/10/2018) sejak pukul 13.00 WIB s/d 17.30 WIB di jalan raya titik Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Kabupaten Madina itu terdiri […]

  • Kehadiran PTPN IV di Madina Dinilai Sengsarakan Masyarakat

    Kehadiran PTPN IV di Madina Dinilai Sengsarakan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Kehadiran PTPN IV pada tahun 2007 yang lalu sangat didambakan masyarakat Mandailing Natal untuk dapat mengangkat perekonomian masyarakat Mandailing Natal. Namun kenyataannya di lapangan kehadiran PTPN IV tersebut ternyata hanya membawa sengsara terhadap masyarakat Mandailing Natal terutama masyarakat yang bermukim di sekitar HGU yang mereka miliki, yakni hasil take over PT Agro Andalas […]

  • Sungai Aek Mata Meluap

    Sungai Aek Mata Meluap

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Aek Mata meluap menyebabkan jalan protokol di jantung kota Panyabungan digenangi air berakibat terganggunya arus lalu lintas, Jum’at (8/5). Sejauh ini belum ada laporan kasus perumahan penduduk diterjang arus sungai, meski air sempat masuk ke kawasan pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Sungai yang membelah kota Panyabungan ini meluap akibat […]

expand_less