Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN,-Staf peneliti Balai Bahasa Medan Anharuddin Hutasuhut mengatakan, hingga kini belum ada bahasa ibu atau yang lebih dikenal dengan bahasa daerah di wilayah Sumatera Utara yang punah.

“Jangankan punah, yang terancam punah saja belum ada. Ini tidak terlepas dari konsistennya masyarakat di Sumut menjaga nilai-nilai budaya leluhurnya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang harus melestarikan budaya kita sendiri,” katanya di Medan, Rabu.

Ia mengatakan, masih tetap lestarinya bahasa daerah di Sumut tidak terlepas dari konsistennya etnis-etnis di daerah itu melakukan berbagai upacara adat dan kesenian daerah.

Selain itu juga tidak telepas dari sudah adanya mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah di sekolah dasar, juga karena masih cukup banyaknya buku-buku berbahasa daerah diterbitkan serta adanya media baik radio maupun cetak yang berbahasa daerah.

“Juga tidak terlepas dari peran orang tua yang selalu mengajarkan kepada anaknya tentang bahasa daerah itu. Salah satunya dengan selalu tetap bertegur sapa dengan bahasa daerah di rumah antara orang tua dengan anak-anaknya,” katanya.

Di Sumut terdapat delapan etnis asli yakni etnis Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Melayu, Nias, Mandailing dan Angkola. Setiap etnis memiliki bahasa daerahnya masing-masing kecuali Mandailing dan Angkola yang memiliki bahasa daerah yang sama, yakni Bahasa Mandailing.

Etnis Karo pada umumnya berasal dari Kabupaten Tanah Karo sebagian Deli Serdang dan Langkat, etnis Simalungin di Kabupaten Simalungun, Nias di Kepuluan Nias, serta Melayu di Medan, Langkat, Deli Serdang, Batu Bara, Tanjung Balai dan Serdang Bedagai.

Kemudian Toba di Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, etnis Pakphak di Dairi dan Pakphat Barat, serta Etnis Mandailing di Mandailing Natal dan etnis Angkola di Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

“Di Mandailing Natal, selain Bahasa Mandailing, di daerah itu juga terdapat satu bahasa daerah lainnya yakni Bahasa Siladang yang penuturnya juga Etnis Mandailing. Artinya etnis Mandailing memiliki dua bahasa yakni Bahasa Mandailing dan Siladang,” katanya.

Mengenai Bahasa Siladang, lanjutnya, memang pernah diisukan terancam punah akibat semakin sedikit penutur bahasa tersebut. Namun setelah dilakukan penelitian secara komprehensif, ternyata penutur bahasa tersebut masih cukup banyak.

Tahun 2009 Balai Bahasa Medan (BBM) melakukan penelitian tentang Bahasa Siladang tersebut, ternyata penuturnya masih cukup banyak yakni lebih dari dua ribu orang, begitu juga dengan generasi mudanya juga cukup aktif menggunakan bahasa itu.

“Suatu bahasa dapat dikatakan terancam punah kalau penuturnya kurang dari 500 orang. Sementara penutur Bahasa Siladang lebih dari dua ribu orang, jadi belum dapat dikatakan terancam punah,” katanya.
Sumber : Kompas com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan. Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan […]

  • Kronologi Menjelang Pembakaran Camp Sorikmas Mining

    Kronologi Menjelang Pembakaran Camp Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Panyabungan (MO) – Pembakaran camp PT. Sorikmas Mining (PT.SM) di perbukitan Sambung pada Sabtu (7/7) lalu tidak terlepas dari dinamika aktivitas warga yang melalukan penambangan emas tanpa izin (PETI) atau penambang liar di sana. Sejak pertengahan November 2011, warga penambang emas tanpa izin mulai menjamur mengambil batuan di wilayah kontrak karya (KK) PT.SM di perbukitan […]

  • Ibalun Amantaido Boto Ningna  Anggo Napatikal-Tikalkon

    Ibalun Amantaido Boto Ningna Anggo Napatikal-Tikalkon

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dompak libur ni pagawe tar rami-ramido manyogot kombur dilopo si Jabulelei salaos manyirup-nyirup kopi sanga tes manis otik gulona, songoni dei antong dompak baru-baru pemilihan Bupati kecek nihalakpe antong kecek politikma, baru-baru margonti Bupati kecek pagawe musema natarbege, tup-tap dom ilala Jabulele manambai aek milas arana mur mrsitutu kombur ni halak. Anggo udai si Karaddul […]

  • RUUPKS JALAN KESESATAN

    RUUPKS JALAN KESESATAN

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah Al-Qur’an … Firman Sang Tuhan Aturan yang harus diindahkan Di dalamnya tersirat segala pedoman Di dalamnya tersirat segala aturan Al-Qur’an  bukan sekedar bacaan Tapi hukum Allah yang harus diterapkan Bukankah Allah telah berfirman Hanya Allah yang berhak membuat aturan Sang pencipta segala kehidupan Tapi…. Mengapa masih ada yang berani? Mengganti hukum sang […]

  • Tambang Kotanopan, Atika: Saya Upayakan yang Terbaik Untuk Masyarakat

    Tambang Kotanopan, Atika: Saya Upayakan yang Terbaik Untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mengaku akan mengupayakan solusi terbaik bagi masyarakat Kecamatan Kotanopan terkait persoalan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di sepanjang pinggiran Sungai Batang Gadis yang belakangan menjadi sorotan berbagai pihak. “Saya berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat yang selama ini mendulang emas tidak […]

  • Bupati Madina: IDI Harus Memberikan Pelayanan Terbaik

    Bupati Madina: IDI Harus Memberikan Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Sabtu, 17 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madina periode 2022-2025 di Gedung Serbaguna, Desa Parbangunan, Panyabungan, Sabtu (17/9/2022). Adapun yang dilantik sebagai pengurus adalah Ketua dr. Syafran Halim Harahap, Sp.PD, Finasim, Wakil ketua I […]

expand_less