Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN,-Staf peneliti Balai Bahasa Medan Anharuddin Hutasuhut mengatakan, hingga kini belum ada bahasa ibu atau yang lebih dikenal dengan bahasa daerah di wilayah Sumatera Utara yang punah.

“Jangankan punah, yang terancam punah saja belum ada. Ini tidak terlepas dari konsistennya masyarakat di Sumut menjaga nilai-nilai budaya leluhurnya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang harus melestarikan budaya kita sendiri,” katanya di Medan, Rabu.

Ia mengatakan, masih tetap lestarinya bahasa daerah di Sumut tidak terlepas dari konsistennya etnis-etnis di daerah itu melakukan berbagai upacara adat dan kesenian daerah.

Selain itu juga tidak telepas dari sudah adanya mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah di sekolah dasar, juga karena masih cukup banyaknya buku-buku berbahasa daerah diterbitkan serta adanya media baik radio maupun cetak yang berbahasa daerah.

“Juga tidak terlepas dari peran orang tua yang selalu mengajarkan kepada anaknya tentang bahasa daerah itu. Salah satunya dengan selalu tetap bertegur sapa dengan bahasa daerah di rumah antara orang tua dengan anak-anaknya,” katanya.

Di Sumut terdapat delapan etnis asli yakni etnis Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Melayu, Nias, Mandailing dan Angkola. Setiap etnis memiliki bahasa daerahnya masing-masing kecuali Mandailing dan Angkola yang memiliki bahasa daerah yang sama, yakni Bahasa Mandailing.

Etnis Karo pada umumnya berasal dari Kabupaten Tanah Karo sebagian Deli Serdang dan Langkat, etnis Simalungin di Kabupaten Simalungun, Nias di Kepuluan Nias, serta Melayu di Medan, Langkat, Deli Serdang, Batu Bara, Tanjung Balai dan Serdang Bedagai.

Kemudian Toba di Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, etnis Pakphak di Dairi dan Pakphat Barat, serta Etnis Mandailing di Mandailing Natal dan etnis Angkola di Tapanuli Selatan, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

“Di Mandailing Natal, selain Bahasa Mandailing, di daerah itu juga terdapat satu bahasa daerah lainnya yakni Bahasa Siladang yang penuturnya juga Etnis Mandailing. Artinya etnis Mandailing memiliki dua bahasa yakni Bahasa Mandailing dan Siladang,” katanya.

Mengenai Bahasa Siladang, lanjutnya, memang pernah diisukan terancam punah akibat semakin sedikit penutur bahasa tersebut. Namun setelah dilakukan penelitian secara komprehensif, ternyata penutur bahasa tersebut masih cukup banyak.

Tahun 2009 Balai Bahasa Medan (BBM) melakukan penelitian tentang Bahasa Siladang tersebut, ternyata penuturnya masih cukup banyak yakni lebih dari dua ribu orang, begitu juga dengan generasi mudanya juga cukup aktif menggunakan bahasa itu.

“Suatu bahasa dapat dikatakan terancam punah kalau penuturnya kurang dari 500 orang. Sementara penutur Bahasa Siladang lebih dari dua ribu orang, jadi belum dapat dikatakan terancam punah,” katanya.
Sumber : Kompas com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Kotanopan, Atika: Saya Upayakan yang Terbaik Untuk Masyarakat

    Tambang Kotanopan, Atika: Saya Upayakan yang Terbaik Untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mengaku akan mengupayakan solusi terbaik bagi masyarakat Kecamatan Kotanopan terkait persoalan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di sepanjang pinggiran Sungai Batang Gadis yang belakangan menjadi sorotan berbagai pihak. “Saya berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat yang selama ini mendulang emas tidak […]

  • Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    Yusuf-Imron: Penuntasan Desa Terpencil dan Kualitas Pendidikan Prioritas Utama

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) :  Saat ini sebanyak 41 desa terisolir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membutuhkan perhatian dan kebijakan serius membuka akses jalan. Demikian salah satu poin pembahasan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madina dengan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs.H.M.Yusuf Nasution,M.Si-H.Imron Lubis, S.Pd dalam acara konsolidasi dan silaturrahim di sekretariat DPD PKS Madina, Jl. […]

  • SMPN 01 Panyabungan Selatan Isi Ramadan Bernuansa Religi

    SMPN 01 Panyabungan Selatan Isi Ramadan Bernuansa Religi

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – SMP Negeri 01 Panyabungan Selatan mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan pelajar yang bernuansa mengasah religiusitas. Kegiatan-kegiatan itu meliputi Tadarus Al-Qur’an, Tahfizd Al-Qur’an, Lomba Azan, dan Pidato yang berlangsung sepekan penuh. Berakhir pada Sabtu (18/05/2019). Kepala Sekolah SMP Negeri 01 Panyabungan Selatan, Zulkarnain S.Pd menyerahkan hadiah kepada pera pelajar pemenang. Lomba […]

  • Ayu Ting Ting Sejak Kecil Takut Diculik

    Ayu Ting Ting Sejak Kecil Takut Diculik

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ayu Ting Ting Bakat Ayu Ting Ting jadi seorang artis ternyata sudah terlihat sejak pedangdut ini masih kanak-kanak. Dia langganan ikut kontes kecantikan. “Dari kecil aku sering ikut fashion show,” aku Ayu. Tanpa malu, pelantun Alamat Palsu itu mengaku saat kecil diri nya sangat energik dan gemar berpose. Sehingga tak heran jika Ayu kecil sudah […]

  • Pengaduan Warga Gunungtua Jae Berakhir di Inspektorat

    Pengaduan Warga Gunungtua Jae Berakhir di Inspektorat

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina dilimpahkan ke kantor Inspektorat. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan menjawab Mandailing Online via WhatsApp, Senin (3/2/2020) menyatakan pengaduan warga Gunungtua Jae itu telah dilimpahkan kepada Inspektorat Madina. “Sudah kita tugaskan Inspektorat melakukan pemeriksaan. Selanjutnya (Mandailing Online) dipersilakan konfirmasi […]

  • Tympanum Novem Films Ditawari Selenggarakan Workshop Sastra Mandailing

    Tympanum Novem Films Ditawari Selenggarakan Workshop Sastra Mandailing

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dalam rangka penguatan dan pengembangan sastra Mandailing, para budayawan di Mandailing bersama para perantau menyatukan pendapat bahwa harus ada upaya ril saat ini. Salah satunya adalah rangsangan bagi penulisan sastra-sastra. Termasuk penulisan cerita berbahasa Mandailing, baik dalam bentuk cerita pendek maupun novel. Terkait dengan itu, Tympanum Novem Films mendapat tawaran kerja […]

expand_less