Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Bulung Gadung Naiduda Goreng dari Mandailing Malaysia (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Des 2016
  • print Cetak

bulung gadung naiduda goreng

bulung gadung naiduda goreng

Oleh : Dahlan Batubara

 

Menu bulung gadung naiduda (daun ubi tumbuk) termasuk satu dari sekian ragam gulai khas Mandailing. Satu etnis yang bermukim di kawasan selatan Sumatera Utara.

Bulung gadung naiduda ini dimasak memakai santan kelapa dan biasanya ditambah dengan perancah berupa udang kering atau ikan asin atau ikan salai.

Tetapi apakah Anda pernah mencicipi bulung gadung naiduda goreng? Yaitu bulung gadung naiduda yang digoreng pakai minyak goreng, bukan digulai pakai santan.

Bulung gadung naiduda goreng ini belum pernah saya temukan di Tanah Mandailing. Saya mencicipinya justru di Negeri Sembilan, Malaysia tahun 2015 lalu ketika kunjungan kali kedua saya ke Tanah Semenanjung itu. Tepatnya di rumah Saudara Ramli Bin Abdul Karim Hasibuan di kawasan Nilai, Negeri Sembilan.

Yang menggorengnya adalah istri beliau, dan disajikan ketika kami makan siang. Di saat makan siang itu, Ramli menjelaskan bahwa bulung gadung naiduda goreng itu hasil inovasi kaum Mandailing di Malaysia, termasuk dari kampung Kerangai, Jelebu,  kampung kelahiran Ramli, suatu perkampungan etnis Mandailing yang hingga kini penduduknya masih berbahasa Mandailing dalam percakapan sehari-hari.

Gulai bulung gadung naiduda sejak dahulu kala memang tetap menjadi masakan khas kaum Mandailing di Kampung Kerangai dan beberapa perkampungan kaum Mandailing lainnya di kawasan itu yang tidak punah, sejak kaum itu hijirah dari Perak. Masakan khas itu dibawa dari tanah leluhur Mandailing ketika migrasi terjadi dari Tanah Mandailing di Sumatera ke Tanah Semenanjung pada era 1800-an.

Seperti bahasa sehari-hari yang tetap mempertahankan “saro Mandailing”, penduduk di Kampung Kerangai dan beberapa perkampungan Mandailing lainnya juga tetap mempertahankan bulung gadung naiduda sebagai masakan khas.

Bahkan, komintmen dalam mempertahankan budaya itu, termasuk kekhasan kulinernya melahirkan satu inovasi baru, yakni bulung gadung naiduda goreng. Suatu semangat kemandailingan yang tidak pudar meski telah dibelah oleh geopolitik yang memisahkan kaum Mandailing yang bermukim di Tanah Semenanjung (kini bernama Malaysia) dengan Tanah Leluhur Mandailing, Sumatera (kini masuk dalam wilayah Indonesia). 

Inovasi dalam jenis masakan bulung gadung naiduda gulai kepada bulung gadung naiduda goreng itu memperlihatkan betapa darah Mandailing yang mengalir di tubuh kaum Mandailing di negeri jiran itu tetap eksis dan mendarahdaging. Meski mereka yang saat ini hidup di sana merupakan generasi ke-4 dan ke-5, tetapi bahasa sehari-hari dan khas kuliner bulung gadung naiduda tak berbeda dengan saudara samara mereka yang tinggal di Tanah Mandailing, Sumatera. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koruptor Sok Bersih

    Koruptor Sok Bersih

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Koruptor sok bersih. Mengaku tak korupsi, tetapi banyak mencuri uang negara. Grafis/desain : Dahlan Batubara

  • Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

    Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu. Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang […]

  • Sejumlah Raja Kawasan Indonesia Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Budaya Mandailing

    Sejumlah Raja Kawasan Indonesia Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Budaya Mandailing

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah perwakilan raja dari berbagai kawasan di Indonesia datang menghadiri pengukuhan pengurus Lembaga Adat Budaya Mandailing (LABM) Kabupaten Mandailing Natal di Pidoli Lombang, Panyabungan, Selasa (28/2/2107). Perwakilan raja itu antara lain, YM Kanjeng Rhesi Herbayu mewakili Kerajaan Mataram dari Yogyakarta. Shri Lalu Gde Pharma dari Asosiasi Kerajaan dan Kraton se Indonesia […]

  • Yusuf-Imron Akan Perjuangkan Pengembangan Industri Kecil

    Yusuf-Imron Akan Perjuangkan Pengembangan Industri Kecil

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) –  Bahwa keterpurukan ekonomi yang melanda masyarakat harus menjadi perhatian yang serius. Karena itu pasangan calon bupati Mandailing Natal nomor urut 1 Yusuf Nasution-Imron Lubis akan gigih memperjuangkan anggaran bagi tumbuh kembangnya kelompok-kelompok usaha bersama (kube) di dalam masyarakat dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi sehingga kesejahteraan dapat semakin meningkat. Itu yang dikatakan […]

  • Tim Musrembang Kabupaten Kunjungi Panyabungan Timur

    Tim Musrembang Kabupaten Kunjungi Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tim Musrembang Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (25/2) kunjungi Kecamatan Panyabungan Timur. Musrembang di Panyabungan Timur ini  dihadiri oleh beberapa instansi dari Kabupaten yakni  Bapeda Madina, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Parawisata, Bapedalda,Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Polsek Panyabungan.(hol)

  • Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online): Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman belum lama ini berkesempatan meninjau langsung pameran alutsista Indo Defence. Disela-sela kunjungan, Dudung yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional menyebut, Indonesia tidak boleh kalah untuk memajukan teknologi, dalam industri pertahanannya dari negara-negara sahabat. “Saya selaku penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional dan saya sebagai […]

expand_less