Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Progres Pematangan Lahan Bandara Madina 86 Persen

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
  • print Cetak

Wagubsu, Musa Rajeksah didampingi Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution; Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi; Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis; Kapolres Madina, AKBP Reza Chairul Akbar Sidik; Ketua DPD Golkar Madina, Aswin Parinduri saat meninjau pembangunan bandara Madina, Senin (22/8/2022). (Foto: Mandailing Online/Dahlan Batubara)

MALINTANG (Mandailing Online) – Pematangan lahan  bandar udara (bandara) Madina sudah mecapai 86 persen.

Pematangan lahan dan gali uruk itu merupakan kegiatan konstruksi tahap 1 pembangunan badara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

Konstruksi tahap 1 ini berupa konstruksi lahan untuk runway sepanjang 1400 meter, lahan untuk pendirian terminal serta konstruksi lereng bandara.

Runway adalah landasan pacu untuk pendaratan dan lepas landas pesawat udara.

“Progres kita saat ini pada 86,25 persen dari rencana 80,53 persen untuk pematangan lahan dan perkuatan lereng bandara,” ungkap Budi dari tim konsultan manajemen kontruksi kandara Madina menjawab wartawan, Senin (22/8/2022) di lokasi konstruksi bandara Madina.

tim konsultan managemen kontruksi bandara Madina. (Foto: Mandailing Online/Dahlan Batubara)

Saat ini pekerjaan berupa cut and fill (gali uruk) di sisi timur runway.

Cut and fill (gali uruk) adalah proses pengerjaan tanah yang sejumlah massa tanahnya digali untuk kemudian ditimbun di tempat lain. Proses gali uruk dilakukan di satu lokasi yang menjadi target pengerjaan.

Seluruh konstruksi lahan ini diperkirakan rampung di 100 persen pada Oktober atau paling lama bulan Desember.

Lalu pada 2023 memasuki tahap 2 yakni pembangunan bebagai item bangunan terminal serta penyelesaian runway.

WakilGubernur Sumatera Utara, Musa Rajeksah usai meninjau bandara Madina, Senin sore (22/8/2022) menyatakan bandara Madina ini dipastikan akan rampung di akhir 2023 dan akan beroperasi 2024.

Lahan sisi barat untuk runway bandara Madina. (Foto: Mandailing Online/Dahlan Batubara)

Musa Rajeksah menyempatkan meninjau progres pembangunan bandara Madina dalam lawatannya ke beberapa tempat di Madina.

Peninjauan oleh Wagubsu didampingi Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution; Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi; Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis; Kapolres Madina, AKBP Reza Chairul Akbar Sidik dan Forkopimda lainnya serta Ketua DPD Golkar Madina, Aswin Parinduri.

“Bupati, wakil bupati dan ketua DPRD Madina tadi menyampaikan target pembangunan bandara ini bisa selesai paling lama di 2024. Melihat dari pembangunan seperti ini, insyallah pembangunannya sesuai rencana,” sebut Musa.

Bandara ini belum memiliki nama resmi, sehingga masih diebut bandara Madina atau bandara Bukit Malintang.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejayaan Hanura di Madina Harus Dipertahankan

    Kejayaan Hanura di Madina Harus Dipertahankan

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ali Makmur Nasution terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Periode 2011-2016 pada Musyawarah Cabang I Partai Hanura Madina dalam rangka konsolidasi dan restrukturisasi di Hotel Internasional Paya Loting, Panyabungan, Selasa (01/03/2011). “Kita siap membesarkan partai ini di daerah Bumi Gordang Sembilan demi untuk menyuarakan suara rakyat. Sebab dengan […]

  • Ketika Fir’aun Berkuasa

    Ketika Fir’aun Berkuasa

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ketika Fir’aun berkuasa, dirinya dikelilingi pemuka agama, konglomerat, dan juga para penjaga keamanan. Ketika Fir’aun berkuasa, di sisi kanannya ada Bal-am bin Ba’ura. Bal-am adalah seorang pemuka agama, yang dengan penguasaannya atas dalil-dalil agama di zamannya, dia memutar-mutar lidahnya demi membenarkan semua tindakan Fir’aun dan dengan kejinya menuding orang-orang yang memperjuangkan kebenaran sebagai penjahat […]

  • RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas 8

    RPP Bahasa Indonesia SMP Kelas 8

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Contoh RPP sebagai bahan belajarRpp Bahasa Indonesia Smp Kelas 8

  • Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan di PT SMM Madina

    Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan di PT SMM Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidempuan, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat, Tiaisah Ritonga meminta pimpinan DPRD Sumut segera bentuk tim investigasi, mengungkap kerusuhan dan penembakan warga di kawasan Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining (SMM) Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal ini diperlukan guna mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi dalam kasus tersebut. Demikian […]

  • Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padang Sidimpuan Di era ini, eksistensi diri menjadi prioritas bagi kebanyakan individu. Hal ini dibuktikan dari menjamurnya konten-konten negatif yang berlagak kaya hingga konten membahayakan jiwa bahkan berujung maut. Seperti yang baru-baru ini terjadi. Seorang wanita inisial W (21) di Bogor, ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya di […]

  • Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Pengakuan terhadap masyarakat adat memiliki dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di Mandailing Natal (Madina) yang harmonis serta terjaganya alam dari penjarahan perusahaan kapitalis yang rakus. Dampak positifnya juga mudahnya pemerintah daerah menyeselasikan sengketa antara masyarakat dengan investor yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan. Sampai saat ini Madina belum memiliki […]

expand_less