Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


SIMALUNGUN : Jopinus Ramli (JR) Saragih yang terpilih
sebagai Bupati Simalungun periode 2010-2015, membantah telah melakukan
penyuapan terhadap hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan
Pemilukada Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, JR Saragih diduga telah menyuap hakim di MK, Akil Mochtar
sebesar RP 1 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan melalui supir
pribadinya, Purwanto.

“Saya tidak pernah berurusan langsung di MK, melainkan melalui
pengacara (Refly Harun-red) yang sudah diberikan melalui surat kuasa.
Saya tidak pernah berusaha menyuap hakim di MK, apalagi mengenalnya,”
papar JR Saragih saat mengelar jumpa pers, Jumat 10 Desember 2010 di ruang
Harungguan Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya.

Dia juga mengaku kedatangannya selama ini di MK hanya untuk mengikuti
proses persidangan semata, dan tidak pernah berhubungan dengan hakim.
Namun, JR Saragih mengaku ada memberikan uang pada Refly Harun sebagai
honor sebanyak Rp 650 juta. Menurutnya, uang itu diberikan pada Refly
melalui Sekretarisnya, Jumadiah Wardati. JR Saragih juga menjelaskan
jika supir pribadinya Purwanto tidak ada memberikan uang pada salah
satu hakim di MK, termasuk memberikan keterangan pada pihak siapapun.
JR Saragih juga menegaskan, pihaknya akan membuat laporan ke Polda
Metro Jaya, Senin (13/12), untuk melaporkan keterangan dari Refly
Harun, yang dinilai telah melakukan pencemaran nama baik, dan
menyebarkan berita bohong melalui mass media.

Mengenai tindakan dari Ketua MK, Mahmud MD yang akan mengadukannya
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), JR Saragih justru menyatakan atas
tujuan apa dirinya melakukan penyuapan. Dimana, sesuai perhitungannya,
pasti akan menang terkait gugatan Pemilukada Simalungun tersebut.

Saat ditanya mengenai kemungkinan akan memenuhi panggilan KPK, jika
diminta keterangan terkait dugaan suap tersebut, JR Saragih justru
mengaku akan mendatangi lembaga pemberantasan korupsi tersebut.
“Sebelum dipanggil, saya akan mendatangi KPK, supaya permasalahannya
cepat selesai,” paparnya.

Sementara itu, mengenai perkenalannya dengan Refly, JR mengaku
mengetahui melalui internet. Dimana Refly sering memenangkan
kasus-kasus di MK, sehingga dirinya menggunakan jasanya sebagai
pengacara, dan membayar sesuai kesepakatan sebesar Rp 650 juta. Dia
juga membantah ada meminta diskon kepada Refly terkait pembayaran jasa
pengacara tersebut, dan telah membayar semuanya.

Dalam kesempatan tersebut, JR Saragih juga mengharapkan masyarakat di
Kabupaten Simalungun tidak perlu khawatir dan bingung dengan
pemberitaan di media, karena berita tersebut tidak benar. (js)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    Program Kompor Induksi Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah?

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Fani Ratu Rahmani Aktivis Dakwah dan Penulis tinggal di Balikpapan Kompor listrik menjadi andalan baru untuk perlengkapan di dapur, karena dari segi keamanan penggunaan kompor listrik ini relatif lebih aman dibandingkan kompor minyak ataupun kompor gas. Di sisi lainnya, kompor listrik dianggap sebagai alternatif untuk menghindari eksplorasi berlebihan pada minyak. Kompor listrik sebenarnya […]

  • Mendambakan Sistem Kesehatan yang Mudah dan Murah

    Mendambakan Sistem Kesehatan yang Mudah dan Murah

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik Mendambakan kesehatan yang mudah, murah dan gratis tentu saja menjadi harapan seluruh rakyat bangsa ini. Hal ini pasti bisa terwujud, sebab Indonesia adalah negeri yang Allah SWT anugrahkan kekayaan yang melimpah ruah. Dengan segala kekayaan ini, tentulah segala kebutuhan rakyat dapat dipenuhi oleh negara bukan saja […]

  • Madina Raih Anugrah Parahita Ekapraya 2020

    Madina Raih Anugrah Parahita Ekapraya 2020

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditetapkan sebagai daerah penerima Anugrah Parahita Ekapraya 2020. Anugrah itu ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Berdasar evaluasi Kementerian PPAP, Madina dan sejumlah provinsi, kabupaten kota dinilai berhasil mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Penghargaan ini dapat dikatakan suatu rekor, karena sepanjang […]

  • Pernah Ubah Arah Kiblat dari Barat ke Timur

    Pernah Ubah Arah Kiblat dari Barat ke Timur

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ke Desa Purbayani di Garut Dihuni Ratusan Anggota NII Nama Negara Islam Indonesia (NII) kembali muncul ke permukaan. Itu terjadi setelah ada sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang mengaku direkrut bahkan dicuci otak oleh aktivis organisasi itu. Di Garut, ada sebuah desa yang dihuni para pengikut NII. Adakah kaitannya? DESA itu bernama Purbayani, terletak […]

  • Kapolresta Siantar Kembali ‘Ancam’ Wartawan Trans TV

    Kapolresta Siantar Kembali ‘Ancam’ Wartawan Trans TV

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : AKBP Fatori akan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolresta Pematangsiantar akibat melakukan penganiayaan terhadap wartawan Trans TV, Andi Siahaan dalam sel tahanan. Fatori kembali melakukan ‘pengancaman’ terhadap Andi Siahaan, dengan cara akan menembak bagian kepala. Minggu 5 Desember 2010 pukul 08.10 WIB. Bahkan Fatori meludahi Andi Siahaan saat berada dalam sel tahanan. Hal tersebut […]

  • Penceramah Disertifikasi Wawasan Kebangsaan, Untuk Apa?

    Penceramah Disertifikasi Wawasan Kebangsaan, Untuk Apa?

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban   Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut baru-baru ini membahas wacana sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para penceramah agama di Indonesia. Dijelaskan Gus Yaqut bahwa sertifikasi wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk penguatan moderasi beragama bagi para dai dan penceramah. Sehingga nantinya penceramah maupun dai […]

expand_less