Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Covid-19 Belum Teratasi, Kini Omicron Ubah Arah Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Endang Pohan
Aktivis dakwah/mahasiswi

 

Pandemi covid-19 belum usai, namun sekarang varian virus covid-19 telah muncul. Varian virus covid-19 ini dinamakan Omicron (B.1.1.259). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Varian covid-19 Omicron ini terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada 9 November lalu dan para ahli menduga virus ini bahkan lebih menular dari virus covid-19 lainnya. Hal ini tentu saja memicu kekwatiran karena upaya vaksinasi covid-19 yang sudah ada ini tidak begitu mempan untuk membasmi virus covid-19 varian Omicron ini (dikutip dari waspada.co.id).

WHO menyebut varian Omicron mampu mengubah arah pandemi. Kehadiran Omicron sebagai salah satu varian terbaru dari covid-19 di sejumlah negara membuat para ilmuwan di bidang kesehatan saling berlomba untuk mendeteksi bagaimana cara kerja varian baru ini pada tubuh manusia. Meskipun, beberapa bukti menunjukkan bahwa gejala yang ditimbulkan Omicron jauh lebih ringan. Tapi menurut WHO masih terlalu dini, untuk menarik kesimpulan akhir terkait varian baru ini.

Seiring berkembangnya studi tentang varian terbaru covid-19 tersebut, WHO menjelaskan masih dibutuhkan beberapa hari bahkan hingga beberapa pekan ke depan untuk mendapatkan data epidemiologi global, kemudian dianalisis, dan dilanjutkan dengan menarik kesimpulan yang tegas.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa saat ini Omicron sudah terdeteksi di 57 negara. Varian baru ini juga dianggapnya mampu menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya. “Fitur tertentu dari Omicron, termasuk penyebaran global dan sejumlah besar mutasi, menunjukkan bahwa itu bisa berdampak besar pada perjalanan pandemi,” kata Tedros, seperti dilansir dari CNBC International, Minggu (12/12/2021).

Hal ini terjadi karena kepemimpinan sistem politik-sekuler hari ini yang meyakini bahwa nilai materi menjadi satu-satunya nilai yang harus diakui dan diwujudkan. Sudut pandang ini berpengaruh kuat pada berbagai konsep penyelesaian masalah, termasuk penanganan pandemi. Alhasil, kepentingan bisnis dan ekonomi berada di atas urusan kesehatan dan keselamatan jiwa umat manusia. Bahkan pandemi pun terpelihara dan dijadikan objek bisnis bagi para kaum kapitalis untuk meraup keuntungan. Sehingga wabah yang seharusnya teratasi, berubah menjadi pandemi yang berkepanjangan pemicu kemunculan varian virus baru yang berbahaya bersama gelombang pandemi vovid-19 yang tidak berkesudahan.

Berbeda dengan sistem politik Islam yang memiliki karakter yang istimewa yakni kepemimpinan yang bervisi pada akidah Islam, serta misinya sebagai pewujud kesejahteraan bagi seluruh alam. Visi dan misi istimewa ini terwujud melalui keberadaannya sebagai pelaksana syariat islam kaffah (menyeluruh). Negara (Khilafah) hadir sebagai raa’in (pelayan) rakyat dan junnah/perisai pelindung mereka dari berbagai aspek berbahaya. Sudut pandang ini menjadi jiwa berbagai konsep dalam penyelesaian krisis multidimensi yang melanda dunia hari ini, termasuk konsep penanganan pandemi. Tidak hanya terbebas dari bahaya varian baru, gelombang, dan pandemi covid-19. Kehadiran kepemimpinan politik Islam dalam bingkai Khilafah ini juga akan menjadi pembebas negeri ini dan dunia dari kepemimpinan politik kapitalis-sekuler yang menyengsarakan. Walhasil, penerapannya akan berbuah kebaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia dan seluruh alam semesta. Wallahu’alam bhisowwab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemukiman Desa Tabuyung Yang Kian Terancam

    Pemukiman Desa Tabuyung Yang Kian Terancam

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS ( Mandailing Online) – Badai dan ombak besar yang terus menerus menerpa pantai Desa Tabuyung mengakibatkan pohon kelapa kembali bertumbangan dan air laut sudah mulai merayap masuk kepemukiman warga. Seperti terlihat dalam photo yang diabadikan jurnalis ini di lokasi merupakan gambaran situasi pada Jumat (8/5/2020) pukul 08.00 wib pagi ini di Desa […]

  • Pembangunan Jembatan Tanpa Plank Merek di Sidaing.

    Pembangunan Jembatan Tanpa Plank Merek di Sidaing.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pembangunan jembatan tanpa plank merek di titik Sidaing desa Parmompang Kecamatan Panyabungan Timur. (hol)  

  • Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen dan Pegiat Opini Islam Sudah hampir dua bulan penuh pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar), tetapi kondisi lapangan menunjukkan bahwa kinerja pemerintah dinilai lambat. Negara memang hadir dalam menyahuti keinginan dan harapan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor yang telah menelan […]

  • Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara hari ini membahas progres dan peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal. Pembahasan berlangsung di kantor Kadin Sumut di Medan, Senin (24/2/2020) dipimpin Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara. Hadir antara lain Duta Besar Belgia, Stephane De Locker serta delegasinya dan […]

  • Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Lahan persawahan di Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu dinyatakan akan gagal panen akibat terrendam banjir. Padahal padi-padi itu sudah diambang panen. Tanaman padi yang mayoritas telah menguning itu pun diprediksi akan gagal panen karena rendaman banjir sudah seminggu berlangsung yang menyebabkan bulir padi bakalan busuk. Sejauh ini belum ada data […]

  • Massa Geruduk Poldasu Desak Pemilik PT Sago Nauli Ditangkap

    Massa Geruduk Poldasu Desak Pemilik PT Sago Nauli Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia melakukan unjuk rasa di Poldasu, Kamis (28/5) siang. Mereka menuntut Kapoldasu Irjen Eko Hadi Sutedjo menangkap IS selaku pemilik PT Sago Nauli, yang dinilai melakukan propaganda dan teror terhadap Paijan dan keluarganya di Desa Muara Pertemuan, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal. Tindakan hukum yang […]

expand_less