Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ? Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
  • print Cetak

H Aswin bersama tokoh masyarakat dan warga

Hanya terhitung jari putra Mandailing Natal yang lahir dan berdomisili di Mandailng Natal yang berani masuk gelanggang Pemilu 2019 untuk DPR-RI.

Bahkan Pemilu sebelum-sebelumnya juga begitu. Akibatnya, dalam beberapa priode terakhir tidak ada tokoh yang berdomisili di Mandailing Natal yang duduk di DPR-RI.

Akibatnya, perjuangan bagi pembanguan Mandailing Natal di DPR-RI menjadi lemah.

“Ini ironis mengingat Mandailing Natal merupakan salah satu lumbung suara terbesar,” kata Sutan Batang Hari, pengamat politik di Mandailing Natal, Rabu (27/3) di Panyabungan.

Oleh karena itu, Sutan mengapresiasi H.Aswin Parinduri yang berani maju menjadi caleg DPR-RI pada Pemilu 2019 ini.

Sutan melihat, masuknya H.Aswin ke gelanggang DPR-RI memiliki keseriusan yang tinggi.

“Gerakan yang beliau lakukan pun terlihat tidak main-main, dengan mengerahkan segala daya, tekad moril hingga materil,” katanya.

Keseriusan H.Aswin ini memberikan secercah harapan untuk hadirnya wakil Mandailing Natal di DPR RI, yakni wakil yang berdomisili di Mandailing Natal.

Ketiadaan wakil yang berbasis di Mandailing Natal selama ini telah menjadikan lemahnya dukungan pusat bagi dinamika pembangunan di Mandailing Natal. Sehingga daerah ini lamban dalam dinamika pembangunan.

Oleh karena itu, Sutan menyatakan, kehadiran H.Aswin ini harus menjadi renungan bagi masyarakat Mandailing Natal, karena sudah saatnya tokoh yang berbasis di Mandailing Natal hadir di DPR-RI.

“Dan ini menunjukkan bahwa pemuda kita masih ada yang bersedia menuju DPR-RI dengan menerobos segala kesulitan. Ini juga harus dinilai sebagai menegakkan harga diri daerah. Sebab jangan tokoh-tokoh dari kota saja yang menguasai suara daerah, putra daerah harus mampu bersaing dan berbuat,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum

Menurut Sutan, H.Aswin ini masuk dalam kategori politisi Golkar yang santun dari keluarga sederhana.

“Beliau masa remaja itu sangat miskin, sehingga untuk sekolah pun harus bekerja sebagai penyadap karet untuk biaya sekolah,” katanya.

Dewasa ini H.Aswin suskses sebagai pengusaha dan mampu menciptakalan lapangan kerja.

Latar kehidupan miskin dan sukses sebagai pengusaha menjadikan H.Aswin masuk dalam latar basis ekonomi, yang tentunya menjadi landasan yang kuat bagi perumusan sektor ekonomi daerah dalam tataran legislasi jika kelak H.Aswin dipercaya rakyat duduk di DPR RI.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebaran Ini, Tarif Angkutan Diperkirakan Naik 20 %

    Lebaran Ini, Tarif Angkutan Diperkirakan Naik 20 %

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di lebaran 2014 kali ini tarif angkutan pedesaan dan antar kabupaten diperkirakan akan naik hingga mencapai 20 %, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15 %. Hanya saja besaran rupiahnya belum diketahui. Dinas Perhubungan Mandailing Natal (Madina) masih menunggu keputusan dari pihak Provinsi Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Kepala Bagian […]

  • Ketua KPU Humbahas Kosmas Manalu Dijebloskan ke Rutan Tarutung

    Ketua KPU Humbahas Kosmas Manalu Dijebloskan ke Rutan Tarutung

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DOLOKSANGGUL : Terkait ijin kependudukan identitas atau kartu tanda penduduk (KTP), yang sebelumnya, dua anggota KPU Humbahas lainnya seperti Arnold Sinaga dan Frengki Manaek Sitorus sudah terpidana dan sudah menjalani hukuman penjara hanya 3 bulan di Rutan Tarutung. Kini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Humbang Hasundutan, Kosmas Manalu dan anggotanya Agus Manullang, akhirnya dijebolkan ke […]

  • Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebaran tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak  proporsional. Guru menumpuk di sekolah-sekolah daerah perkotaan, sementara di  daerah pinggiran dan pedalaman banyak sekolah yang kekurangan guru, bahkan  banyak sekolah dasar yang hanya dididik oleh 2 atau 3 orang guru saja. “Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dan pemerintah terkesan mengabaikan […]

  • Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal dan Solusinya

    Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal dan Solusinya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asrori Nasution   Latar Belakang Krisis energi merupakan salah satu masalah yang dihadapi negara-negara di seluruh dunia saat ini. Setiap negara berlomba untuk mencari sumber energi yang dinyatakan lebih ramah lingkungan dan dapat mencukupi kebutuhan energinya. Pada sisi yang lain, pemakaian energi fosil yang terus menerus ternyata diperkirakan akan habis alias tidak […]

  • Bupati Madina Tegaskan Komitmen Meningkatkan Ketahanan Pangan

    Bupati Madina Tegaskan Komitmen Meningkatkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution, menegaskan komitmennya meningkatkan ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden RI. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pemaparan ketahanan pangan, Budan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para kepala OPD, camat, dan para kepala desa di Aula Kantor Bupati, Komplek perkantoran Payaloting, Senin […]

  • Atika dan Harapan New Normal Daerah

    Atika dan Harapan New Normal Daerah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Akhirnya semua segmen kelelahan di dalam kungkungan Covid-19. Persoalan virus Corona menimbulkan malapetaka ekonomi dan sosial. Kevakuman ekonomi, kemandegan distribusi, industri melambat, PHK, pengagguran massal, daya beli merosot menjadi hantu nyata di tiap kawasan. Kelelahan itu memunculkan kesadaran baru untuk mensiasati tatanan dunia baru atau lebih populer New Normal. New Normal […]

expand_less