Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Covid-19 Belum Teratasi, Kini Omicron Ubah Arah Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Endang Pohan
Aktivis dakwah/mahasiswi

 

Pandemi covid-19 belum usai, namun sekarang varian virus covid-19 telah muncul. Varian virus covid-19 ini dinamakan Omicron (B.1.1.259). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Varian covid-19 Omicron ini terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada 9 November lalu dan para ahli menduga virus ini bahkan lebih menular dari virus covid-19 lainnya. Hal ini tentu saja memicu kekwatiran karena upaya vaksinasi covid-19 yang sudah ada ini tidak begitu mempan untuk membasmi virus covid-19 varian Omicron ini (dikutip dari waspada.co.id).

WHO menyebut varian Omicron mampu mengubah arah pandemi. Kehadiran Omicron sebagai salah satu varian terbaru dari covid-19 di sejumlah negara membuat para ilmuwan di bidang kesehatan saling berlomba untuk mendeteksi bagaimana cara kerja varian baru ini pada tubuh manusia. Meskipun, beberapa bukti menunjukkan bahwa gejala yang ditimbulkan Omicron jauh lebih ringan. Tapi menurut WHO masih terlalu dini, untuk menarik kesimpulan akhir terkait varian baru ini.

Seiring berkembangnya studi tentang varian terbaru covid-19 tersebut, WHO menjelaskan masih dibutuhkan beberapa hari bahkan hingga beberapa pekan ke depan untuk mendapatkan data epidemiologi global, kemudian dianalisis, dan dilanjutkan dengan menarik kesimpulan yang tegas.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa saat ini Omicron sudah terdeteksi di 57 negara. Varian baru ini juga dianggapnya mampu menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya. “Fitur tertentu dari Omicron, termasuk penyebaran global dan sejumlah besar mutasi, menunjukkan bahwa itu bisa berdampak besar pada perjalanan pandemi,” kata Tedros, seperti dilansir dari CNBC International, Minggu (12/12/2021).

Hal ini terjadi karena kepemimpinan sistem politik-sekuler hari ini yang meyakini bahwa nilai materi menjadi satu-satunya nilai yang harus diakui dan diwujudkan. Sudut pandang ini berpengaruh kuat pada berbagai konsep penyelesaian masalah, termasuk penanganan pandemi. Alhasil, kepentingan bisnis dan ekonomi berada di atas urusan kesehatan dan keselamatan jiwa umat manusia. Bahkan pandemi pun terpelihara dan dijadikan objek bisnis bagi para kaum kapitalis untuk meraup keuntungan. Sehingga wabah yang seharusnya teratasi, berubah menjadi pandemi yang berkepanjangan pemicu kemunculan varian virus baru yang berbahaya bersama gelombang pandemi vovid-19 yang tidak berkesudahan.

Berbeda dengan sistem politik Islam yang memiliki karakter yang istimewa yakni kepemimpinan yang bervisi pada akidah Islam, serta misinya sebagai pewujud kesejahteraan bagi seluruh alam. Visi dan misi istimewa ini terwujud melalui keberadaannya sebagai pelaksana syariat islam kaffah (menyeluruh). Negara (Khilafah) hadir sebagai raa’in (pelayan) rakyat dan junnah/perisai pelindung mereka dari berbagai aspek berbahaya. Sudut pandang ini menjadi jiwa berbagai konsep dalam penyelesaian krisis multidimensi yang melanda dunia hari ini, termasuk konsep penanganan pandemi. Tidak hanya terbebas dari bahaya varian baru, gelombang, dan pandemi covid-19. Kehadiran kepemimpinan politik Islam dalam bingkai Khilafah ini juga akan menjadi pembebas negeri ini dan dunia dari kepemimpinan politik kapitalis-sekuler yang menyengsarakan. Walhasil, penerapannya akan berbuah kebaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia dan seluruh alam semesta. Wallahu’alam bhisowwab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karang Taruna dan IPPNU Serukan Penolakan Hari Valentine

    Karang Taruna dan IPPNU Serukan Penolakan Hari Valentine

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Karang Taruna Mandailing Natal (Madina) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Madina menyerukan kepada generasi muda Islam untuk tidak ikut-ikutan larut terjerumus merayakan Hari Valentine. Hari Valentine adalah budaya Romawi kuno yang berlatar budaya seks bebas, hedonisme dan konsumerisme. Dan bertentangan dengan ajaran Islam. “Kita menghimbau agar umat Islam menolak […]

  • Madina Pertajam Program Kesehatan

    Madina Pertajam Program Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Kabupten Mandailing Natal (Madina) terus berpacu mejamakan program sektor kesehatan dalam upaya perwujudan visi dan misi pembangunan bidang kesehatan dan juga peningkatan derajat kesehatan. Upaya ini juga sebagai upaya meraih nominasi Milennium Develoment Goals (MDGs) Tahun 2015. “Upaya yang dilakukan meliputi penajaman dan evaluasi program Dinas Kesehatan, pembinaan petugas di Dinas Kesehatan, […]

  • Anggaran Makan Minum Acara Rapat di Disdikbud Madina naik 2 Miliar dari Tahun 2024

    Anggaran Makan Minum Acara Rapat di Disdikbud Madina naik 2 Miliar dari Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fantastis, anggaran makanan dan minuman kegiatan rapat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tahun anggaran 2025 Senilai Rp. 2.435.883.300. Angka ini naik dibanding tahun 2024 lewat yang dialokasikan hanya senilai Rp.428.506.000. Data yang didapat menyebutkan tahun 2025 ini ada 26 item mata anggaran untuk kegiatan belanja […]

  • Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd Apa yang dimaksudkan berakhlah mulia? Tidak lain adalah kondisi masyarakat masyarakat memiliki peradaban, etika dan moral sesuai yang dianjurkan oleh agama, ditandai dengan hubungan antara sesama berjalan dengan bertindak adil, dilandasi sifat terpuji sehingga tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum dan kerukunan antar warga masyarakat maupun antar umat beragama […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 14)

    MARSIDAO-DAO (episode 14)

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Songonima alai na mar sidao-dao tu huta balian, golap-golap bontar mangalao, luas Magorib muse doma mulina. Madung sapoken apea gurison ngada niguris, mambaen sapa-sapa ni roa Jatorkis nampuna kabun. Nanisuruna ma Si Masnia dadaboru ni ia manyunggul Si Siti. Ima na dompak muli tingon tapian an, nanipaudur Si Masnia […]

  • Terbaru, 3 Pejabat Pemkab Madina Hari ini Serahkan Jabatannya

    Terbaru, 3 Pejabat Pemkab Madina Hari ini Serahkan Jabatannya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Tiga pejabat eselon II dilingkungan Pemkab Madina yang menandatangani pengunduran diri telah secara resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Dinas, yaitu Kepala Dinas Keuangan dan Aset Daerah Yas Adus Sakirin, Kepala Dinas Perhubungan Adi Wardhana, dan Kepala Dinas Perikanan Safaruddin. Dalam proses serah terima jabatan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah, Yas Adus […]

expand_less