Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Covid-19 Belum Teratasi, Kini Omicron Ubah Arah Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Endang Pohan
Aktivis dakwah/mahasiswi

 

Pandemi covid-19 belum usai, namun sekarang varian virus covid-19 telah muncul. Varian virus covid-19 ini dinamakan Omicron (B.1.1.259). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Varian covid-19 Omicron ini terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada 9 November lalu dan para ahli menduga virus ini bahkan lebih menular dari virus covid-19 lainnya. Hal ini tentu saja memicu kekwatiran karena upaya vaksinasi covid-19 yang sudah ada ini tidak begitu mempan untuk membasmi virus covid-19 varian Omicron ini (dikutip dari waspada.co.id).

WHO menyebut varian Omicron mampu mengubah arah pandemi. Kehadiran Omicron sebagai salah satu varian terbaru dari covid-19 di sejumlah negara membuat para ilmuwan di bidang kesehatan saling berlomba untuk mendeteksi bagaimana cara kerja varian baru ini pada tubuh manusia. Meskipun, beberapa bukti menunjukkan bahwa gejala yang ditimbulkan Omicron jauh lebih ringan. Tapi menurut WHO masih terlalu dini, untuk menarik kesimpulan akhir terkait varian baru ini.

Seiring berkembangnya studi tentang varian terbaru covid-19 tersebut, WHO menjelaskan masih dibutuhkan beberapa hari bahkan hingga beberapa pekan ke depan untuk mendapatkan data epidemiologi global, kemudian dianalisis, dan dilanjutkan dengan menarik kesimpulan yang tegas.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa saat ini Omicron sudah terdeteksi di 57 negara. Varian baru ini juga dianggapnya mampu menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya. “Fitur tertentu dari Omicron, termasuk penyebaran global dan sejumlah besar mutasi, menunjukkan bahwa itu bisa berdampak besar pada perjalanan pandemi,” kata Tedros, seperti dilansir dari CNBC International, Minggu (12/12/2021).

Hal ini terjadi karena kepemimpinan sistem politik-sekuler hari ini yang meyakini bahwa nilai materi menjadi satu-satunya nilai yang harus diakui dan diwujudkan. Sudut pandang ini berpengaruh kuat pada berbagai konsep penyelesaian masalah, termasuk penanganan pandemi. Alhasil, kepentingan bisnis dan ekonomi berada di atas urusan kesehatan dan keselamatan jiwa umat manusia. Bahkan pandemi pun terpelihara dan dijadikan objek bisnis bagi para kaum kapitalis untuk meraup keuntungan. Sehingga wabah yang seharusnya teratasi, berubah menjadi pandemi yang berkepanjangan pemicu kemunculan varian virus baru yang berbahaya bersama gelombang pandemi vovid-19 yang tidak berkesudahan.

Berbeda dengan sistem politik Islam yang memiliki karakter yang istimewa yakni kepemimpinan yang bervisi pada akidah Islam, serta misinya sebagai pewujud kesejahteraan bagi seluruh alam. Visi dan misi istimewa ini terwujud melalui keberadaannya sebagai pelaksana syariat islam kaffah (menyeluruh). Negara (Khilafah) hadir sebagai raa’in (pelayan) rakyat dan junnah/perisai pelindung mereka dari berbagai aspek berbahaya. Sudut pandang ini menjadi jiwa berbagai konsep dalam penyelesaian krisis multidimensi yang melanda dunia hari ini, termasuk konsep penanganan pandemi. Tidak hanya terbebas dari bahaya varian baru, gelombang, dan pandemi covid-19. Kehadiran kepemimpinan politik Islam dalam bingkai Khilafah ini juga akan menjadi pembebas negeri ini dan dunia dari kepemimpinan politik kapitalis-sekuler yang menyengsarakan. Walhasil, penerapannya akan berbuah kebaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia dan seluruh alam semesta. Wallahu’alam bhisowwab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabe Merah di Panyabungan Masih Bertahan

    Harga Cabe Merah di Panyabungan Masih Bertahan

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga cabe merah relatif bertahan di kisaran 45.000 hingga 46.000 rupiah per kilo gram setelah terjadi kenaikan sepekan lalu. Midah Nasution (42) pedagang di pasar pagi Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal menjawab wartawan, Minggu (14/7/2013) mangatakan harga cabe merah 46.000 rupiah per kilo gram. Menurutnya, harga di daerah ini masih lumayan […]

  • 18 Mahasiswa RI Ditangkap di Kairo

    18 Mahasiswa RI Ditangkap di Kairo

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KAIRO – Situasi tak menentu di Mesir berimbas ke warga negara Indonesia di negeri tersebut. Seorang mahasiswa melaporkan adanya tindakan kasar yang dilakukan aparat miiter Mesir, mulai dari aksi penodongan pistol hingga penangkapan. “Kemarin seorang teman dekatku asal Garut bernama Syaiful di todong pistol pihak militer dan diturunkan paksa dari taksi. Ia diinterogasi di bawah […]

  • Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengadilan Negeri Panyabungan kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan Andalas Biro Madina, Jeffry Barata Lubis dengan agenda mendengar keterangan Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding anggota DPRD Madina selaku saksi, Kamis (7/8/2014). Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Dodi Hendra Sakti, SH; anggota Ahmad Rijal, SH dan Gali […]

  • Penerimaan CPNS Tebing Terancam Gagal

    Penerimaan CPNS Tebing Terancam Gagal

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI–Pelaksanaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 Kota Tebing Tinggi terancam gagal. Sampai kemarin, Badan Kepegawaian Daerah (KBD) Tebing Tinggi belum juga mengumumkan rincian formasi penerimaan CPNS. Padahal, rapat koordinasi BKD se provinsi Sumatera Utara sudah menetapkan pengumuman dilaksanakan paling lama Selasa (16/11) yang lalu. Ketua BKD Tebing Tinggi, Amas Muda, berdalih, pengumuman […]

  • Pelatih PSMS Tak Kenal Pemain Titipan

    Pelatih PSMS Tak Kenal Pemain Titipan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pelatih PSMS Medan Edi Syahputra terus melakukan persiapan terhadap timnya. Setelah menjaring 20 dari 50 pemain yang mengikuti seleksi tahap pertama, pihaknya kembali melakukan pencoretan terhadap sejumlah pemain yang mengikuti seleksi tahap kedua. Seleksi tahap kedua sendiri diikuti 38 pemain. "Ke-38 pemain yang mengikuti seleksi tahap kedua itu sudah termasuk 20 pemain hasil seleksi tahap […]

  • Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    Pj Bupati Madina Diminta Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI) Provinsi Sumatera Utara meminta Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal (Madina), Ir H Aspan Sopian Batubara MM agar independen atau tidak memihak salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pemilukada ulang nantinya. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua BKPRMI Sumut, Sofhan Ahmadi Nasution saat dihubungi METRO melalui […]

expand_less