Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Dahlan-Aswin Terjebak Menggugat Kemenagannya Sendiri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
  • print Cetak

Ilustrasi grafis PSU Pilkada Madina

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gugatan paslon Dahlan-Aswin ke MK dinilai aneh, sebab secara de fakto dan de jure paslon Dahlan-Aswin pada posisi menang di PSU Pilkada Madina 24 April 2021.

Gugatan ini menjadi janggal karena pihak yang menggugat adalah pihak pemenang PSU.

Pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Madina tanggal 24 April 2021 posisi perolehan suara paslon Dahlan-Aswin berada di atas paslon Sukhairi-Atika.

Namun, paslon Dahlan-Aswin masih melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 28 April 2021 dengan pokok perkara: Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Mandailling Natal Tahun 2021.

Kuasa hukum paslon Sukhairi-Atika, Dr H Adi Mansar, SH, M.Hum menjawab wartawan via WhatsAap, Kamis (29/3/2021) menilai gugatan paslon Dahlan-Aswin suatu yang memicu pertanyaan.

“PSU kemarin kan 02 (Dahlan-Aswin) yang menang, yakni 81 suara. Pertanyaannya kalau yang menang yang menggugat ke MK lantas poin keberatannya apa?,” kata Adi dengan nada bertanya.

“Kalau misalnya 02 menang dua kali, (yakni) tanggal 9 Desember dia menang, tanggal 24 Desember dia juga menang, tetapi kemudian kalau secara yuridis yang akan dilantik itu soalnya paslon 01 (Sukhairi-Atika) yaitu karena memang putusan MK yang memberikan kemenangan suara 235 suara bagi pemohon pada saat itu yang diputus tanggal 22 Maret 2021,” kata Adi.

Dia memandang permohonan jilid 2 ke MK itu harus dipandang sebagai upaya untuk menilai penetapan KPU atas kemenangan paslon Sukhairi-Atika.

“Namun itu hak konstitusional warga negara karena itu dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Kenapa? Karena keputusan MK sudah final dan bounding, maka wajib dilaksanakan oleh KPU untuk melaksanakannya,” ujar Adi.

“Permohonan yang diajukan ke MK ini merupakan model baru, jadi beda dengan hasil pilkada 2017 dan 2018. Namun perlu dikasih tahu ke publik bahwa putusan MK itu mengatakan di poin 6 hasil Pilkada tidak perlu lagi diberitahu ke MK maka ditetapkan sendiri oleh KPU”.

“Yang agak aneh bagi kita setelah ditetapkan oleh KPU kok dibuat lagi menjadi objek gugatan ke MK,” imbuhnya.

Sejatinya, tak perlu lagi dibuat objek gugatan ke MK, tinggal yang kalah itu ya menerima kekalahannya, yang menang itu merangkul semua pihak dan hasil pengumuman KPU menjadi final.

“Ya kita lihat saja dulu kek mana perkembangannya,” ujar Adi.

Adi menyatakan, dalam sejarah MK, baru kali ini ada dua kali obyek gugatan Pilkada di tempat yang sama. Ini menurutnya bis in idem artinya apakah boleh satu perkara diadili dua kali.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak-anak Darurat Keamanan Pangan, Dimana Peran Negara?

    Anak-anak Darurat Keamanan Pangan, Dimana Peran Negara?

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis Anak-anak merupakan aset suatu bangsa. Mereka adalah insan hebat yang akan melanjutkan estafet perubahan bangsa. Maka, seharusnya pertumbuhan dan perkembangan mereka wajib dikawal ketat agar tercipta generasi cemerlang nan gemilang. Namun apa jadinya, jika kesehatan mereka pun berada dalam lingkaran bahaya. Penyakit diabetes melitus yang biasanya menyerang orangtua, kini telah […]

  • Sembunyi di Rumah Warga, 2 Napi Berhasil Ditangkap

    Sembunyi di Rumah Warga, 2 Napi Berhasil Ditangkap

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LABUHANRUKU, – Dari 30 narapinda yang sempat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku Batubara berhasil ditangkap petugas Lapas di Kampung Gedung. Keduanya ditangkap saat mencoba bersembunyi di belakang rumah warga. Itu dikatakan Kepala keamanan LP yang merangkap Plt Kalapas, S Berutu Minggu (18/8). Menurut S Brutu selaku pimpinan tertinggi sementara di Lapas Labuhanruku, dari situasi […]

  • Golkar Tak Khawatirkan Hak Angket Pajak

    Golkar Tak Khawatirkan Hak Angket Pajak

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengaku heran dengan para politisi DPR yang mencabut dukungannya dalam usulan hak angket pajak yang sedang bergulir di parlemen. Partai Golkar, kata Priyo, tidak merasa khawatir dengan adanya usulan hak angket mafia pajak tersebut. Padahal, ia melanjutkan, semula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut berkaitan dengan […]

  • Brigjend TNI Sofwat Nasution Silaturrahim dengan Wartawan

    Brigjend TNI Sofwat Nasution Silaturrahim dengan Wartawan

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) Sofwat Nasution melakukan silaturrahim dengan kalangan wartawan di Panyabungan, Rabu (17/7/2019). Silaturrahim yang berlangsung di rumah makan Paranginan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) itu membincangkan berbagai sisi Kabupaten Madina serta pemilihan kepala daerah yang sudah dekat.. Sekitar 20 wartawan dari berbagai media massa […]

  • Kontras Minta Kapolda Sumut Diganti

    Kontras Minta Kapolda Sumut Diganti

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kontras menilai Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu Amat Sastro tidak tegas dalam mengambil tindakan terhadap anggota yang dinilai melakukan tindakan kekerasan di lapangan. Bisa dilihat banyaknya jumlah kasus yang terjadi, namun sangat disayangkan belum ada pelaku (oknum) sampai ke meja persidangan. “Kapolda dibawah kepemimpinan Wisnu tidak reformis dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap […]

  • Mahasiswa Kutuk Intervensi Aparat di Pilpres

    Mahasiswa Kutuk Intervensi Aparat di Pilpres

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Mahasiswa mengutuk keras intervensi dan tekanan yang dilakukan aparat pemerintah kepada rakyat terkait pilihan politik di Pilpres 2019. Kutukan itu disuarakan mahasiswa dari BEM Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) bersama aktivis muda Rahman Simanjuntak dalam aksi unjukrasa di Padangsidempuan, Jum’at (12/4/2019). Aksi puluhan mahasiswa ini dilangsungkan di dua lokasi. […]

expand_less