Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kontras Minta Kapolda Sumut Diganti

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
  • print Cetak

Medan, Kontras menilai Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu Amat Sastro tidak tegas dalam mengambil tindakan terhadap anggota yang dinilai melakukan tindakan kekerasan di lapangan. Bisa dilihat banyaknya jumlah kasus yang terjadi, namun sangat disayangkan belum ada pelaku (oknum) sampai ke meja persidangan.

“Kapolda dibawah kepemimpinan Wisnu tidak reformis dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap anggotanya yang melakukan kekerasan dilapangan,” kata Ketua Badan Pengurus Kontras Sumut Diah Susilowati di Medan, Kamis (29/12/2011) siang.

Menurutnya, kasus kekerasan dilakukan oknum kepolisian jajaran Polda Sumut semankin meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi masa kepemimpinan Wisnu. Karena itu, kontras meminta agar Kapolda Sumut diganti.

Dari catatan Kontras, kasus kekerasan yang dilakukan oknum polisi banyak terjadi soal konflik tanah. “Apalagi soal kasus tanah di Sumut, Kapolda Sumut terkesan meremehkannya,” tambah Diah. Terkesan meremehkan konflik kasus tahan di Sumut, membuat para anggota (oknum) kepolisian semakin beringas.

Sebagaimana hasil pemantauan serta inventaris kasus dengan menggunakan monitoring media cetak dan elektronik lokal maupun nasional serta laporan pengaduan masyarakat korban dari pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), oknum Polri dalam hal ini Polda Sumut masih menjadi “aktor” dominan pelanggar HAM.

Data diterima pada Tahun 2011 ini, terdokumentasi 145 kasus pelanggaran HAM dan kekerasan yang melibatkan sektor keamanan negara di wilayah Sumut. Dari 145 kasus tersebut, terdapat 11 kasus dilakukan oleh TNI, 107 kasus Polri, 1 kasus Satpol PP, 6 kasus Kejaksaan, 4 kasus Birokrat dan intansi lainnya ada 16 kasus. (BS-032.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Butuh perhatian Serius Dari Pemerintah Daerah

    Butuh perhatian Serius Dari Pemerintah Daerah

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Muara Batang gadis yakni, Desa Aek Godang, Panunggulan dan Desa Tagilang sangat mendambakan perhatian Pemerintah Daerah Mandailing Natal khusunya pembangunan jalur Transportasi Jalan. Seperti terlihat pada gambar warga yang memasarkan hasilnya terpaksa berjam-jam melewati jalan yang penuh dengan lobang dan lumpur. (MOL)

  • Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

    Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu. Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin […]

  • Mahasiswa Madina Kembali Turun ke KPK Plus Kejagung

    Mahasiswa Madina Kembali Turun ke KPK Plus Kejagung

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Mandailing Natal (FMMP Madina) kembali melalukan aksi Jilid 2  di depan gedung KPK RI dan KEJAGUNG RI, Rabu (24/2/2021) di Jakarta. Dalam tuntutannya FMMP meminta  ketua KPK agar segera memanggil dan memeriksa seluruh oknum yang terlibat dalam menggunakan anggaran penanganan dana covid 19 […]

  • Penahanan Chaidir, Sigit, Saleh dan Ajib Diperpanjang 40 Hari

    Penahanan Chaidir, Sigit, Saleh dan Ajib Diperpanjang 40 Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap empat tersangka unsur Pimpinan DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, yakni Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri, Saleh Bangun dan Ajib Shah. Terhadap keempatnya diperpanjang masa penahanannya selama 40 hari per 30 November mendatang, setela habis masa penahanan sebelumnya selama 20 hari. “Tersangka CHR, SPA, […]

  • Soal Suami Bunuh Istri & Mertua, Sering Dimaki karena Tak Kerja

    Soal Suami Bunuh Istri & Mertua, Sering Dimaki karena Tak Kerja

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Roichandra Siregar (27) alias M Aswan Hadi tersangka pembunuhan istri dan mertua mengaku khilaf. Ia mengaku perbuatan itu dilakukan karena sering dimaki istrinya persoalan tak punya kerja. Perbuatannya tersangka mengakibatkan istrinya Hamidah (30) dan mertuanya Misikem (70) meninggal dunia. Sebelum membunuh istrinya, tersangka mengaku dicaci maki oleh istrinya dengan kalimat kasar. Kemudian tersangka tak […]

  • Kantor Panitia CPNS Tersembunyi

    Kantor Panitia CPNS Tersembunyi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Kecurigaan adanya praktik permainan dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 di Pemko Medan berhembus kencang. Indikasinya, panitia penerimaan CPNS berkantor di sebuah tempat, di luar Pemko Medan. Bahkan sejak pendaftaran dibuka 20 November lalu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan Lahum Lubis sulit ditemui di ruang kerjanya. Informasi yang diperoleh Sumut […]

expand_less