Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Sampai Kapan Batahan Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2019
  • print Cetak

Mobil yang terjebak di jalan raya titik Bintungan Bejangkar, Batahan tiga hari lalu

 

Mobil ini terperosok di badan jalan raya berkubang lumpur.

Tepatnya di titik Desa Bintungan Bejangkar, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal, Sumut.

Lihatlah foto itu dengan seksama. Lumpurnya mungkin lebih setinggi lutut pria dewasa.

Berdasar laporan Sobirin warga Batahan menjawab Mandailing Online, Rabu malam (26/12/2019) mobil yang terjebak di jalan berlumpur ini tiga hari lalu saat melaju menuju arah Banjar Aur.

Tak dapat dibayangkan betapa sulitnya rakyat Batahan menghadapi persoalan infrastruktur jalan.

Angkutan umum dipastikan akan berfikir berkali-kali membuka trayek ke kawasan ini.

Mobilisasi sosial hingga mobilisasi ekonomi begitu susahnya.

Juga begitu perihnya.

Bayangkan jika istri anda harus dirujuk melahirkan ke rumah sakit.

Atau keluarga anda sakit keras.

Di Batahan tak ada rumah sakit. Hanya puskesmas.

Gerak laju aktivitas rakyat terkungkung. Ekonomi akan mandeg.

Jalan demikian akan membekkakan biaya angkutan. Harga barang kebutuhan akan lebih mahal dibanding di kecamatan lain.

Sejak Indonesia merdeka, kawasan ini tetap seolah tak merdeka.

Lantas apa arti Indonesia?

Kecamatan Batahan kawasan surga bagi investor perkebunan sawit. Lahan-lahan telah dikuasai perusahaan-perusahaan kapitalis dari Jakarta dan Medan.

Rakyat tak memperoleh apa-apa, kecuali kemiskinan, penderitaan dan badan jalan beraspal lumpur.

Berstatus jalan provinsi, jalan ini merupakan jalur utama di kecamatan itu.

Menghubungkan Kecamatan Batahan dengan kawasan lain di Kabupaten Mandailing Natal.

Lumpur tebal di titik Bintungan Bejangkar itu hanya satu dari banyak titik lumpur di jalur bagian selatan Batahan itu.

Ada jalur di bagian utara. Kondisinya sedikit lebih baik. Kabarnya mulai disirtu.

Jika kewalahan di jalur bagian selatan Anda tak serta merta dapat pindah jalur ke utara.

Karena kedua jalur ini dipisah sungai besar. Kabarnya hanya ada rambin membelah di atas sungai. Yang tak bisa dilewati mobil.

Cobalah pergi ke Batahan. Anda mungkin akan berfikir bahwa sampai kapan rakyat Batahan bertahan di kondisi ini. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Bentrok Karnaval Budaya HUT ke 78 RI di Madina Minta Panitia Tanggung Jawab

    Korban Bentrok Karnaval Budaya HUT ke 78 RI di Madina Minta Panitia Tanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Photo ( istimewa ) PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Peristiwa bentrokan dua kelompok pemuda saat pelaksanaan karnaval budaya dalam memperingati HUT ke 78 RI di Mandailing Natal ( Madina ) Rabu 16/8/2023 membuat 5 orang warga Pidoli jadi korban. Korban minta Panitia tanggung jawab. Ke 5 orang itu adalah M Bakhtiar Pulungan (18) mengalami tusukan sejam, […]

  • Tambang emas di Madina longsor, 1 tewas puluhan tertimbun

    Tambang emas di Madina longsor, 1 tewas puluhan tertimbun

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Pertambangan emas milik masyarakat di Desa Hutajulu, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara mengalami longsor dan menyebabkan sejumlah penambang tertimbun, Selasa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal Rizfan Juliardi mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dari pencarian dan penggalian yang dilakukan bersama personel kepolisian, pihaknya […]

  • Warga Keluhkan Pendangkalan dan Sampah di Sungai Aek Mata Panyabungan

    Warga Keluhkan Pendangkalan dan Sampah di Sungai Aek Mata Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ):   Selain terjadinya pendangkalan disungai aek mata yang berada di jantung kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, tumpukan sampah di sungai membuat warga yang bermukim di daerah itu khawatirkan akan banjir. Sungai aek mata memang kerap meluap ke pemukiman penduduk sehingga mengakibatkan banjir ketika hujan deras turun. Dari penuturan Irwan salah seorang warga […]

  • IPM Muhammadiyah Siabu dan NNB Desa Hutapuli Bantu Korban Ulupungkut

    IPM Muhammadiyah Siabu dan NNB Desa Hutapuli Bantu Korban Ulupungkut

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Laporan : JAKFAR NASUTION – Siabu Dari Abi Hurairah Rahdiallohuanhu, Nabi shallahu alaihi wassalam bersabda “Siapa siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Qiamat. Siapa-siapa memudahkan urusan orang yang kesulitan (dalam masalah hutang) maka Azza Wajalla memudahkan baginya dari kesulitan di dunia […]

  • Dua Penambang Tewas di Hutabargot

    Dua Penambang Tewas di Hutabargot

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Lobang tambang emas Hutabargot, Madina, Sumut kembali menewaskan penambang. Dua penambang emas asal Provinsi Banten ditemukan tewas di dalam lubang tambang rakyat di zona perbukitan Aek Sarahan, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal (Madina), Selasa (9/6). Kedua korban, U (25) menetap di Desa Lumban Pasir, sedangkan J (40) menetap di […]

  • Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

    Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Deklarasi mendukung Jokowi oleh sekitar 700 massa yang mengatasnamakan Alumni Musthofawiyah Nahdiyin di Panyabungan, berbuntut panjang. Deklarasi yang dihadiri menantu Jokowi, Bobby Nasution berlangsung di lapangan Aek Galoga, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Rabu (13/2/2019) itu menuai protes dari Keluarga Abituren Musthafawiyah, organisasi resmi alumni Pesantren Musthofawiyah. Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPP […]

expand_less