Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Sampai Kapan Batahan Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2019
  • print Cetak

Mobil yang terjebak di jalan raya titik Bintungan Bejangkar, Batahan tiga hari lalu

 

Mobil ini terperosok di badan jalan raya berkubang lumpur.

Tepatnya di titik Desa Bintungan Bejangkar, Kecamatan Batahan, Mandailing Natal, Sumut.

Lihatlah foto itu dengan seksama. Lumpurnya mungkin lebih setinggi lutut pria dewasa.

Berdasar laporan Sobirin warga Batahan menjawab Mandailing Online, Rabu malam (26/12/2019) mobil yang terjebak di jalan berlumpur ini tiga hari lalu saat melaju menuju arah Banjar Aur.

Tak dapat dibayangkan betapa sulitnya rakyat Batahan menghadapi persoalan infrastruktur jalan.

Angkutan umum dipastikan akan berfikir berkali-kali membuka trayek ke kawasan ini.

Mobilisasi sosial hingga mobilisasi ekonomi begitu susahnya.

Juga begitu perihnya.

Bayangkan jika istri anda harus dirujuk melahirkan ke rumah sakit.

Atau keluarga anda sakit keras.

Di Batahan tak ada rumah sakit. Hanya puskesmas.

Gerak laju aktivitas rakyat terkungkung. Ekonomi akan mandeg.

Jalan demikian akan membekkakan biaya angkutan. Harga barang kebutuhan akan lebih mahal dibanding di kecamatan lain.

Sejak Indonesia merdeka, kawasan ini tetap seolah tak merdeka.

Lantas apa arti Indonesia?

Kecamatan Batahan kawasan surga bagi investor perkebunan sawit. Lahan-lahan telah dikuasai perusahaan-perusahaan kapitalis dari Jakarta dan Medan.

Rakyat tak memperoleh apa-apa, kecuali kemiskinan, penderitaan dan badan jalan beraspal lumpur.

Berstatus jalan provinsi, jalan ini merupakan jalur utama di kecamatan itu.

Menghubungkan Kecamatan Batahan dengan kawasan lain di Kabupaten Mandailing Natal.

Lumpur tebal di titik Bintungan Bejangkar itu hanya satu dari banyak titik lumpur di jalur bagian selatan Batahan itu.

Ada jalur di bagian utara. Kondisinya sedikit lebih baik. Kabarnya mulai disirtu.

Jika kewalahan di jalur bagian selatan Anda tak serta merta dapat pindah jalur ke utara.

Karena kedua jalur ini dipisah sungai besar. Kabarnya hanya ada rambin membelah di atas sungai. Yang tak bisa dilewati mobil.

Cobalah pergi ke Batahan. Anda mungkin akan berfikir bahwa sampai kapan rakyat Batahan bertahan di kondisi ini. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tapsel alami defisit Rp92 M

    Tapsel alami defisit Rp92 M

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda, diminta untuk berpikir jernih melihat kondisi anggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengalami defisit Rp92 miliar. Hal itu disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu. Dijelaskan, persoalan defisit Rp92 miliar ini merupakan masalah pelik yang penyelesaiannya butuh waktu panjang, pikiran dan tenaga. “Karenanya dibutuhkan kesadaran dan kebersamaan seluruh […]

  • FPI juga protes istilah 'sapi berjanggut'

    FPI juga protes istilah 'sapi berjanggut'

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal istilah Sapi Berjanggut yang digunakan untuk mengaitkan kasus dugaan suap dalam impor daging sapi. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon menilai istilah tersebut tidak tepat. Janggut merupakan syariat Islam yang tidak boleh dilecehkan. “Istilah daging terlalu melecehkan umat Islam, […]

  • Hukum Dipermainkan, Kejaksaan Mentawai Abaikan Putusan Pengadilan

    Hukum Dipermainkan, Kejaksaan Mentawai Abaikan Putusan Pengadilan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Sumbar || Mandailing Online –Meski memenangkan praperadilan, Kamser Sitanggang justru tetap mendekam di balik jeruji. Kondisi ini memantik tanda tanya besar: apakah putusan pengadilan masih memiliki kekuatan, atau justru bisa diabaikan begitu saja oleh aparat penegak hukum? Kasus yang menjerat mantan Direktur Perusda Kemakmuran Mentawai itu kembali menjadi sorotan publik. Ia sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka […]

  • Saat Reses Anggota DPRD, Warga Longat Minta Perbaikan Jalan dan Bangunan Bronjong

    Saat Reses Anggota DPRD, Warga Longat Minta Perbaikan Jalan dan Bangunan Bronjong

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada 6 (Enam) aspirasi dan usulan masyarakat Kelurahan Longat di Kecamatan Panyabungan Barat saat Anggota DPRD Madina Hatta Usman Rangkuti laksanakan reses ke III dimasa sidang 2024-2025. Diantaranya meminta perbaikan jalan dan pembangunan bronjong. “Ada sekitar 6 yang hari ini disampaikan warga kelurahan longat di Reses ke III ini. Diantaranya jalan […]

  • Anas Lontarkan Candaan Langit Biru

    Anas Lontarkan Candaan Langit Biru

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampar – Seakan berbalas pantun dengan Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie dengan melontarkan candaan mengenai padi menguning, Ketua Umum DPP Demokrat, Anas Urbaningrum pada pelantikan pengurus DPD Demokrat Riau mengatakan bahwa langit biru membawahi seluruh kehidupan. “Kalau Pak Ical mengatakan langit masih tetap biru, tetapi padi sudah semakin menguning sampai ke pelosok-pelosok desa. Maka […]

  • Etnis Mandailing Malaysia Besok Mulak Tu Huta

    Etnis Mandailing Malaysia Besok Mulak Tu Huta

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailling Online) – Sekitar 73 orang etis Mandailing di Malaysia akan menginjakkan kaki di tanah leluhur mereka Mandailing, besok. Kedatangan ini diselenggarakan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) dalam program “Mulak Tu Huta” dipimpin Ramli bin Abdul Karim Hasibuan selaku Setia Usaha (Sekjen) IMAMI-Malaysia. Progran “Mulak Tu Huta” merupakan program rutin oleh IMAMI bagi […]

expand_less