Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Feb 2019
  • print Cetak

Abituren Musthofawiyah grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Deklarasi mendukung Jokowi oleh sekitar 700 massa yang mengatasnamakan Alumni Musthofawiyah Nahdiyin di Panyabungan, berbuntut panjang.

Deklarasi yang dihadiri menantu Jokowi, Bobby Nasution berlangsung di lapangan Aek Galoga, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Rabu (13/2/2019) itu menuai protes dari Keluarga Abituren Musthafawiyah, organisasi resmi alumni Pesantren Musthofawiyah.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPP Keluarga Abituren Musthafawiyah, Dedi Pranoto,SH mengecam oknum yang mencatut nama alumni Musthafawiyah dalam deklarasi dukungan kepada calon presiden Jokowi.

Dedi menyatakan dalam konfirmasi yang dikirim via WhatsApp dan diterima Mandailing Online, Rabu (13/2) bahwa Dewan Pimpinan Pusat Keluarga Abituren Musthafawiyah mengecam pemasangan baliho dukungan mencatut dan mengatasnamakan alumni Musthafawiyah kepada salah satu calon presiden itu.

Dedi juga meminta oknum yang mencatut agar meminta maaf kepada Mudir Pesantren Musthafawiyah, H. Musthofa Bakri Nasution serta Keluarga Besar DPP Keluarga Abituren Musthafawiyah sebagai organisasi resmi alumni Pesantren Musthafawiyah. Jika tidak, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Diketahui, bahwa baliho atau spanduk yang terpasang ternyata tidak ditemukan nama dan photo ketua penyelenggara, hanya ada tulisan deklarasi untuk pasangan calon presiden saja,” katanya.

Fakta ini juga membuktikan bahwa yang memasang spanduk maupun baliho yang mengatasnamakan Alumni Musthafawiyah adalah orang yang tidak bertanggungjawab, tegas Dedi Pranoto.

Di kesempatan yang berbeda, Ketua DPP Keluarga Abituren Musthafawiyah, M. Hasbi Simanjuntak menjawab Mandailing Online via telefon seluler, Rabu (13/2) menyatakana bahwa hingga saat ini alumni belum bembahas tentang pemilihan presiden. Sejauh ini alumni masih sebatas mengantarkan calon legislatif di Pemilu 2019.

Sekedar diketahui, sekitar 700 orang mengatasnamakan Alumni Musthofawiyah Nahdiyin (Amanah) melakukan deklarasi mendukung Jokowi di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Rabu (13/2) yang dihadiri menantu Jokowi, Bobby Nasution.

Acara deklarasi yang berlangsung di lapangan Aek Galoga, Panyabungan, Madina, Sumut itu diwarnai bagi-bagi baju koko kepada massa yang hadir.

Sementara itu, dalam satu video yang beredar di facebook memperlihatkan Mudir Pesantren Musthofawiyah Purba Baru, Musthofa Bakri Nasution berpidato menyampaikan prihal alumni Musthofawiyah.

Di dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 24 detik itu, Musthofa Bakri Nasution menegaskan bahwa organisasi alumni Pesantren Musthofawiyah Purba Baru yang diakui pimpinan pesantren hanya Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS).

Musthofa Bakri Nasution menyatakan, bahwa seluruh alumni atau AbiturenMusthofawiyah tidak dibenarkan menggunakan nama Musthofawiyah dan alumni serta abituren dalam organisasai apapun atau dimana pun kecuali atas persetujuan pimpinan pesantren Musthofawiyah Purba Baru.

 

Peliput : Dahlan Batubara / Makmur Hasibuan

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Adakah Polisi Baik di Negeri Ini?

    Masih Adakah Polisi Baik di Negeri Ini?

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pertanyaan dalam judul di atas kian populer menyusul ramainya pemberitaan sejumlah skandal terkait insitusi Polri akhir-akhir ini. Meski jawabannya masih ada polisi baik, namun acap kali keberadaan mereka tertutup oleh aksi polisi-polisi nakal. Akibat tindakan-tindakan tak terpuji ini publik pun semakin ragu dengan moral aparat penegak hukum. Upaya Kepolisian membangun public trust dengan meluncurkan program […]

  • Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Petani di seberbagai Desa di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara ( Sumut ) yang 2 tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir mulai bernafas lega. Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas PUPR beberapa hari ini akan menangani masalah darurat irigasi batang gadis […]

  • Dituding Copot Sekdes dan Kasipem Tidak Sesuai Prosedur, Ini Bantahan Pj. Kades Tabuyung

    Dituding Copot Sekdes dan Kasipem Tidak Sesuai Prosedur, Ini Bantahan Pj. Kades Tabuyung

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) –  Penjabat Kepala Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumut, Iskandar Muda angkat bicara terkait tudingan terhadapnya. Dia dituding memberhentikan Sekretaris Desa dan Kasi Pemerintahan tidak sesuai prosedur. Dalam siaran pers yang diterima Mandailing Online, Senin (29/7/2024) Iskandar Muda menegaskan bahwa pencopotan perangkat desa itu sudah sesuai prosedur […]

  • Asmara Subuh dan geng motor meresahkan

    Asmara Subuh dan geng motor meresahkan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim Operasi Antisipasi Asmara Subuh dan Geng Motor di yang sudah siap beroperasi sejak Jumat (20/7) lalu, nampaknya harus bekerja keras. Tim akan melakukan operasi selama 14 hari untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Medan yang tengah menjalankan ibadah puasa. Tak hanya memantau aktifitas ‘asmara subuh’ tetapi juga mengamankan ulah […]

  • Sumut Wajar Dimerkarkan

    Sumut Wajar Dimerkarkan

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Pengamat hukum tata negara Universitas Sumatera Utara (USU) Faisal Akbar, menilai wajar Sumut melepas beberapa daerahnya. Dilihat dari sisi pelayanan pemerintahan, kesenjangan pembangunan yang terjadi, maka selayaknya, kata Faisal, Sumut dipecah menjadi provinsi baru. “Sebenarnya juga kan sudah pernah ada rencana pembentukan provinsi dan kabupaten yang ada di Sumut. Dan rencana itu […]

  • Pemkab Madina Saatnya Merampingkan Struktur OPD

    Pemkab Madina Saatnya Merampingkan Struktur OPD

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tengah menghadapi tantangan fiskal yang cukup serius pada tahun anggaran 2025. Berdasarkan dokumen APBD 2025, total anggaran belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,06 triliun, terdiri atas belanja operasi sebesar Rp1,45 triliun, belanja transfer Rp408,51 miliar, belanja modal Rp186 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp10 […]

expand_less