Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Rupanya, selain menuntut kejelasan tentang status kampus UGN yang belum kunjung menjadi PTN, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus I Jalan Sutomo juga mempertanyakan persoalan lahan milik kampus mereka yang berada di daerah Simarsayang.

Hendra Ibrahim Siregar, selaku kordinator aksi, saat diterima pihak Yayasan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, di ruangan Aula Kampus I Jalan Sutomo Kota Psp, Rabu (11/2), menanyakan permasalahan lahan di Simarsayang  yang diketahui  milik Universitas Graha Nusantara seluas 16 hektare.

Namun diketahui, saat ini yang tinggal dan sudah bersertifikat hanya seluas 4 hektare lagi. Bukan itu saja, ia dan mahasiswa lainnya juga merasa geram dan kesal melihat kondisi kampus mereka yang juga ada di Simarsayang, diketahui ada yang dijadikan sebagai lokasi hiburan.

“Mirisnya lagi, kami melihat ada bangunan bercat biru yang menurut kami adalah bangunan milik UGN sudah berubah fungsi. Sebab sudah dijadikan sebagai tempat untuk karaoke dan hiburan. Sangat sedih sekali,” lanjutnya.

Atas hal itu, ia dan kawan-kawan lainnya berniat untuk menyusun gerakan guna mengembalikan apa yang menjadi hak dan asset kampus mereka.

“Kalau pihak UGN tidak bisa mengatasi hal tersebut, kami akan merebut apa yang menjadi hak dan milik kampus kami. Terlebih dengan permasalahan lahan yang sekarang hanya tinggal 4 hektare lagi, bila perlu akan kami buat gerakan untuk mengambil alih lahan yang hilang tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu pihak Yayasan Ir H Soripada Harahap didampingi pengurus lainnya, menanggapi pertanyaan mahasiswa mengatakan, ia membenarkan sekitar tahun 1985 lalu, pihak pemkab Tapsel melalui BPN (dulu agraria,red) memberikan tanah seluas 16 hektare untuk dijadikan sebagai kampus di Simarsayang. Namun, akibat tidak adanya pihak yang mengurusnya, lambat laun, status tanah tersebut akhirnya hanya tinggal 4 hektar lagi.

“Memang dulu ada seluas 16 hektare, namun karena tidak ada yang mengurusnya, akhirnya yang dapat disertifikat tinggal 4 hektare lagi,” ujarnya tanpa dapat menjelaskan ke mana selebihnya lahan yang diduga ‘hilang’ tersebut.(.metrosiantar)

“Tahulah, dulu kan orang mudah saja mencap itu sebagai tanah miliknya, asal sudah ditanami diklaim sebagai tanahnya. Dan itulah yang terjadi sekarang ini. Intinya, dulu dibiarkan saja dan tidak ada yang mengrusnya untuk disertifikat,” pungkas sejumlah pengurus yayasan lainnya.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    Sebuah film yang berkarakter Mandailing “Biola Namabugang” terinspirasi dari banyaknya sumber hayati di Kabupaten Mandailing Natal. Askolani Nasution Sutradara Film ini mengharapkan Pemda Mandailing Natal dapat membuat terobosan-terobosan serta menggali potensi keragamana hayati yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.(MO)

  • Dimata GenZ Cabup Harun Mustafa Sosok Pemimpin yang Merakyat

    Dimata GenZ Cabup Harun Mustafa Sosok Pemimpin yang Merakyat

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1 Harun – Ichwan dimata warga generasi muda yang lahir pada 1997-2012 atau (Gen Z) merupakan sosok calon pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat daripada pribadi. “Inilah calon pemimpin yang berfokus pada program mensejahteraan masyarakat luas, visi misi cerdas dan lebih […]

  • Dosen penjual ijazah palsu terancam

    Dosen penjual ijazah palsu terancam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Dian Armanto menegaskan, oknum dosen Sug (50) yang ditangkap Kepolisan Langsa, Aceh menjual ijazah sarjana S-1 palsu kepada warga Langkat bisa diberhentikan. “Perbuatan oknum dosen tersebut, sangat tidak terpuji, memalukan dan harus diproses secara hukum,” katanya ketika dihubungi di Medan, hari ini. Oknum dosen […]

  • Aneh Dana Jambore TP.PKK Siabu Tahun 2023 Dikerjakan Tahun 2024

    Aneh Dana Jambore TP.PKK Siabu Tahun 2023 Dikerjakan Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU ( Mandailing Online )- Aneh Jambore Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (  TP. PKK ) di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sumber dana dari dana desa tahun 2023 di laksanakan tahun 2024. Informasinya, Jambore TP. PKK ini hanya diikuti 11 desa dari 26 desa di Kecamatan itu. Jambore TP.PKK yang dilaksanakan […]

  • Cok Simbara Dukung Sofwat-Beir

    Cok Simbara Dukung Sofwat-Beir

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dukungan dari para perantau untuk kemenangan pasangan H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis terus berdatangan. Kali ini, aktor senior Cok Simbara bersuara. “Au Sofwat Nasution do u dukung,” katanya. Dihubungi melalui telpon seluler, Kamis pagi (24/9-2020), Cok Simbara yang lahir dan besar di Pasar Jonjong, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), […]

  • Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditabrak Truk di Jalinsum Sipirok-Psp SIPIROK- Airmata Maslian Siregar (55) masih menetes di pipi usai pemakaman ibunya, Ompu Asmia (90), Kamis (19/1) pagi. Ompu Asmia meninggal Rabu (18/1) sekira pukul 14.00 WIB. Namun, belum lagi airmata itu mengering, Maslian harus menangis kembali saat takziah malam pertama sang ibu. Sebab, suaminya, Saruddin Batubara (55) tewas dalam […]

expand_less