Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Rupanya, selain menuntut kejelasan tentang status kampus UGN yang belum kunjung menjadi PTN, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus I Jalan Sutomo juga mempertanyakan persoalan lahan milik kampus mereka yang berada di daerah Simarsayang.

Hendra Ibrahim Siregar, selaku kordinator aksi, saat diterima pihak Yayasan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, di ruangan Aula Kampus I Jalan Sutomo Kota Psp, Rabu (11/2), menanyakan permasalahan lahan di Simarsayang  yang diketahui  milik Universitas Graha Nusantara seluas 16 hektare.

Namun diketahui, saat ini yang tinggal dan sudah bersertifikat hanya seluas 4 hektare lagi. Bukan itu saja, ia dan mahasiswa lainnya juga merasa geram dan kesal melihat kondisi kampus mereka yang juga ada di Simarsayang, diketahui ada yang dijadikan sebagai lokasi hiburan.

“Mirisnya lagi, kami melihat ada bangunan bercat biru yang menurut kami adalah bangunan milik UGN sudah berubah fungsi. Sebab sudah dijadikan sebagai tempat untuk karaoke dan hiburan. Sangat sedih sekali,” lanjutnya.

Atas hal itu, ia dan kawan-kawan lainnya berniat untuk menyusun gerakan guna mengembalikan apa yang menjadi hak dan asset kampus mereka.

“Kalau pihak UGN tidak bisa mengatasi hal tersebut, kami akan merebut apa yang menjadi hak dan milik kampus kami. Terlebih dengan permasalahan lahan yang sekarang hanya tinggal 4 hektare lagi, bila perlu akan kami buat gerakan untuk mengambil alih lahan yang hilang tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu pihak Yayasan Ir H Soripada Harahap didampingi pengurus lainnya, menanggapi pertanyaan mahasiswa mengatakan, ia membenarkan sekitar tahun 1985 lalu, pihak pemkab Tapsel melalui BPN (dulu agraria,red) memberikan tanah seluas 16 hektare untuk dijadikan sebagai kampus di Simarsayang. Namun, akibat tidak adanya pihak yang mengurusnya, lambat laun, status tanah tersebut akhirnya hanya tinggal 4 hektar lagi.

“Memang dulu ada seluas 16 hektare, namun karena tidak ada yang mengurusnya, akhirnya yang dapat disertifikat tinggal 4 hektare lagi,” ujarnya tanpa dapat menjelaskan ke mana selebihnya lahan yang diduga ‘hilang’ tersebut.(.metrosiantar)

“Tahulah, dulu kan orang mudah saja mencap itu sebagai tanah miliknya, asal sudah ditanami diklaim sebagai tanahnya. Dan itulah yang terjadi sekarang ini. Intinya, dulu dibiarkan saja dan tidak ada yang mengrusnya untuk disertifikat,” pungkas sejumlah pengurus yayasan lainnya.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

    Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Listrik Padam 20 Jam di Sayurmatinggi SIDIMPUAN-Hujan yang mengguyur Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak beberapa hari belakangan ini mengakibatkan pinggiran Sungai Batang Angkola di Silaiya, Selasa (16/11) sekitar pukul 16.10 WIB tergerus air sungai yang meluap dan menumbangkan dua tiang listrik. Akibatnya, listrik di Sayurmatinggi, dan sebagian besar di Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Monopoli Ditengarai Penyebab Lanti 2 Roko Pasar Kotanopan Jadi Tempat Mesum

    Monopoli Ditengarai Penyebab Lanti 2 Roko Pasar Kotanopan Jadi Tempat Mesum

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Perubahan lantai 2 ruko pasar Kotanopan menjadi lokasi mesum, ditengarai akibat tidak beresnya manajemen pasar. Monopoli kepemilikan toko ditengarai menjadi salah satu penyebab unit-unit toko di lantia 2 tak dipakai untuk berjualan. Sejumlah warga mengatakan bahwa unit-unit toko di lantai 2 diduga dibeli atau disewa pedagang yang berjualan di lantai bawah, […]

  • Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMK berakhir Rabu (20/4) kemarin. Berakhirnya UN tersebut, beberapa peserta meluapkan rasa kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. Bagi mereka tentu hal ini merupakan tren atau luapan kegembiraan, tetapi harus disadari tindakan tersebut kurang terpuji apalagi dibarengi dengan tindakan lain di luar corat-coret karena tidak mencerminkan generasi terdidik. Pantauan METRO, […]

  • Mahir Berbahasa Inggris di usia SD, FKP Kunjungi Hamzah Nasution

    Mahir Berbahasa Inggris di usia SD, FKP Kunjungi Hamzah Nasution

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Forum Komunikasi Pendidik (FKP) Mandailing Natal (Madina) mengunjungi Imam Hamzah Nasution murid SD Negeri 052 Malintang di rumah Tuo-nya, Desa Malintang, Senin (27/11/2023). Imam Hamzah sudah mampu berbahasa Inggris, dipelajarinya secara autodidak. Kunjungan dan penyerahan bingkisan ini dilakukan FKP dalam rangka Hari Jadi PGRI ke 78 tanggal 25 November 2023. Atas […]

  • Pastikan tak Ada Rekrutmen CPNS, Ini Alasannya

    Pastikan tak Ada Rekrutmen CPNS, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bukan sekadar wacana lagi, tahun ini dipastikan tidak ada rekrutmen CPNS. Kepastian ini menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) dari MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi nomor B/2163/M.PAN-RB/06/2015  yang ditujukan kepada para kepala daerah dan pejabat pembina kepegawaian di pusat. Dalam Surat Edaran tertanggal 30 Juni 2015 itu disebutkan alasan tidak adanya rekrutmen CPNS tahun ini, dan […]

  • Tafakur

    Tafakur

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh: M Sinwani ‘’Ambillah pertolongan untuk kata-katamu dengan diam dan untuk ilmu dengan bertafakur.’’ Demikian Imam Syafii menuturkan nasihat kepada kita. Menurut beliau, obat dari ucapan dan kata-kata adalah diam, dengan diam kita mampu menghindar dari segala penyakit lisan. Di samping itu pula, beliau memaparkan cara ampuh bagi kita untuk mendapatkan ilmu yakni dengan bertafakur. […]

expand_less