Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Monopoli Ditengarai Penyebab Lanti 2 Roko Pasar Kotanopan Jadi Tempat Mesum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
  • print Cetak
Dua pelajar berjalan di koridor  lantai 2 ruko Pasar Kotanopan

Dua pelajar berjalan di koridor lantai 2 ruko Pasar Kotanopan

KOTANOPAN (Mandailing Online) : Perubahan lantai 2 ruko pasar Kotanopan menjadi lokasi mesum, ditengarai akibat tidak beresnya manajemen pasar.

Monopoli kepemilikan toko ditengarai menjadi salah satu penyebab unit-unit toko di lantia 2 tak dipakai untuk berjualan.

Sejumlah warga mengatakan bahwa unit-unit toko di lantai 2 diduga dibeli atau disewa pedagang yang berjualan di lantai bawah, tetapi hanya dipakai untuk gudang. Artinya selain memiliki toko di lantai bawah, mereka juga membeli di lantai 2.

Selain manajemen pasar yang baik, perubahan menjadi lokasi mesum di lantia 2 juga akibat tidak adanya tindakangan tegas dari tokoh masyarakat setempat atau pihak terkait untuk melarang tempat ini menjadi ajang mesum.

“Menjadi pertanyaan besar adalah kenapa ruko di lantai 2 tidak dijadikan tempat berjualan? Sebab kalau ruko lantai 2 ini dijadikan tempat berjualan tentunya akan ramai. Pembeli akan hilir mudik lewat, jadi tidak mungkin orang mau pacaran di tempat yang ramai,” kata tokoh pemuda mandailing Julu, Ahmad Efendi.

 “Jujur saja, sepengetahuan kita, ruko lantai 2 ini hampir semuanya dijadikan tempat gudang oleh mereka yang berjualan di lantai 1. Bahkan dari hasil penjejakan kita, mereka yang berjualan di sini ada yang menyewa ruko ini sampai 4 hingga 5 unit ruko. Inikan lucu, masa seseorang dikasih jumlahnya sebegitu banyak, padahal banyak warga yang mau berjualan tapi tidak bisa karena semua sudah mereka sewa. Seharusnya pembagian ruko ini proporsional, begitu juga dengan penempatan yang berjualan,” ujarnya.

“Misalnya, kalau kebijakan Dinas Pasar ada, dengan menempatkan semua penjual pakaian di lantai II, saya yakin lantai 2 ini pasti didatangi orang. Atau sebaliknya, dilantai 1 semuanya jualan pakaian sedangkan di lantai 2 semuanya grosir. Dengan begini, lantai  2 ini akan ramai oleh pembeli, jadi tidak ada kesempatan warga untuk mojok di situ,” ujarnya.

Disebutkannya, ruko itu dibagun untuk tempat berjualan, bukan untuk gudang. Kemudian, sistem sewa ruko ini juga tidak jelas mekanismenya, apakah sistem sewa atau hak milik.

“Setahu kita para pedagang di sini adalah menyewa, bukan hak milik. Kalau sewa berarti setiap tahun berarti ada perpanjangan dan evaluasi. Kalau tidak memungkinkan berikan kepada penyewa lain,” katanya.

Komentar senada juga datang dari warga lainnya, Abdul Harits Lubis. “Caranya agar tempat ini jangan dijadikan tempat mesum tidak lain harus memungsikan ruko untuk berjualan, bukan sebaliknya untuk gudang. Wajar orang tidak mau ke atas karena di situ semua ruko menjadi gudang, coba kalau difungsikan pasti akan berubah,” ucapnya.

Pengawasan di lantia 2 juga tidak ada. Buktinya, di lantai 2 orang bebas keluar masuk karena tidak ada pintunya. Baik siang atau malam, lantai 2 ini selalu didatangi orang dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang  pacaran, minum-minuman keras, buang hajat dan tempat mangkal siswa bolos sekolah. Aroma bau pesing juga menusuk hidung.

Baik Efendi Lubis maupun Abdul Harits berharap kepada Pemkab Madina menjalankan mekanisme dengan tegas lantai 2 berfungsi dengan baik.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak pasar tentang pengelolaan ruko pasar Kotanopan ini. Mandailing Online masih berupaya melakukan konfirmasi.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bendungan Pasir Putih Genangi Kebun Sawit

    Bendungan Pasir Putih Genangi Kebun Sawit

    • calendar_month Sabtu, 5 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Bendungan untuk program percetakan sawah di Desa Pasir Putih Kecamatan Batahan Kabupaten Mandaling Natal (Madina) dikeluhkan oleh petani sawit, pasalanya air bendungan malah menggenangi areal kebun. “Ratusan hektar kebun sawit masyarakat terendam air akibat luapan dari bendungan ini, padahal sebelum ada bendungan ini lahan perkebunan di daerah ini tidak pernah tergenangi […]

  • Komisi I DPRD Tinjau SDN 099 Proyek Batang Gadis, Kasek: Kasihan Anak-anak

    Komisi I DPRD Tinjau SDN 099 Proyek Batang Gadis, Kasek: Kasihan Anak-anak

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina pada Selasa (9/11) meninjau SDN 099 Proyek Batang Gadis yang belakangan viral di media sosial karena belum tersentuh pembangunan pascakebakaran 2 tahun lalu. Zubaidah Nasution, Hamdani, Zainal Abidin, dan Asmaruddin tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Dari pantauan awak media, setidaknya ada 6 ruangan yang hangus […]

  • Mendagri Tetapakan Madina Level 2

    Mendagri Tetapakan Madina Level 2

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri resmi menetapkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berstatus level 2 covid-19. Penetapan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021 tanggal 20 September 2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, Level 1. Inmendagri Nomor 44 Tahun 2021 berlaku sejak […]

  • DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Selama 3 (tiga) hari ke depan DPC Khusus Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mendistribusikan bantuan untuk 50 masjid yang tersebar di wilayah Madina. Ketua Ikanas Khusus dr. Syarifuddin Nasution didampingi Kepala Biro Ekonomi dan Bisnis DPD Ikanas Sumatera Utara Drs. H. Syafaruddin Nasution kepada […]

  • Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Huta Puli Kecamatan Siabu merasa kesal kepada manajemen CV Reza Ratu Contraktor yang mengerjakan pekerjaan Rehabilitasi Normalisasi Saluran di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Madina, pasalnya pihak Kontraktor melewati jalan sentra Produksi mereka dan lahan pertanian mereka sehingga menyebabkan hancurnya jalan dan lahan persawahan masyarakat di Desa tersebut. Kekecewaan […]

  • Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina Digugat ke MK

    Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina Digugat ke MK

    • calendar_month Kamis, 5 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemungutan Suara Ulang Pilkada Mandailing Natal (Madina) pada 24 April 2011 lalu yang dimenangkan pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Madina Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution sesuai penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina pada 29 April 2011 lalu, digugat ke Mahkamah Konsitusi (MK). Ketua KPU Kabupaten Madina Jefri Antoni SH yang dikonfirmasi melalui telepon mengakui pihaknya mendapatkan […]

expand_less