Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Di Balik Penarikan Indomie di Taiwan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
  • print Cetak

Ada kabar menyentak di awal pekan ini. Pemerintah Taiwan menarik mi instan merek Indomie dari supermarket-supermarket di negara tersebut. Produk buatan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk itu mengandung methyl p-hydroxybenzoate dan asam benzoat. Bahan pengawet itu dilarang di Taiwan dan hanya bisa digunakan dalam produk kosmetik. Bahan tersebut bisa menyebabkan muntah-muntah, dan jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat mengakibatkan metabolic acidosis atau asam lambung terlalu banyak.

Dampak penarikan di Taiwan itu terus menggelinding. Dua supermarket besar di Hong Kong ikut menarik produk Indomie dari gerai mereka, dan otoritas kesehatan langsung menelitinya. Di Bursa Efek Indonesia, harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merosot tajam. Diduga akibat sentimen negatif investor atas berita dari Taiwan. Senin lalu, saham INDF ditutup pada harga Rp 4.875, turun Rp 225 atau 4,41% dibandingkan dengan penutupan Jumat sebelumnya Rp 5.100.

Meskipun Taiwan menyatakan Indomie mengandung bahan berbahaya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk itu aman dikonsumsi. Lembaga tersebut telah melakukan pengujian terhadap bahan pengawet nipagin yang ada dalam kecap 250 mg per kg produk. Food and Drug Administration (FDA), lembaga sejenis di AS memasukkan methyl p-hydroxybenzoate sebagai zat pengawet yang aman. Bahan itu diperbolehkan untuk produk kosmetik, farmasi atau obat, serta makanan. Jika demikian, ada apa sebenarnya di balik penarikan di Taiwan itu?

Ada pernyataan yang menyebutkan, Indomie yang ditarik itu sesungguhnya produk untuk spesifikasi pasar Indonesia. Tak mengherankan, ketika sampai di Taiwan dinilai tak memenuhi standar negara tersebut. Indofood menyatakan Taiwan memiliki kriteria khusus atas produk makanan minuman yang berbeda dari standardisasi internasional yang ditetapkan oleh Codex Alimentarius Commission, organisasi perumus standar internasional bidang pangan. Negara tersebut memiliki ketentuan berbeda karena bukan merupakan anggota Codex sebagaimana Indonesia.

Penarikan Indomie di Taiwan itu perlu dikaji dan disikapi secara serius karena methyl p-hidroxybenzoate dan asam benzoat ternyata pengawet makanan yang legal di negara tersebut. Hal itu terungkap dalam makalah yang ditulis oleh pakar dari Department of Food Science, National Taiwan Ocean University, serta dokumen sidang Organisasi Pangan PBB (FAO) di Beijing pada 15-19 Maret 2010. Berdasarkan argumen itu, motivasi penarikan Indomie dipertanyakan. Apakah terkait dengan popularitas Indomie seiring dengan kemeredupan popularitas produsen mi terbesar di negara tersebut?

Indofood perlu segera mengklarifikasi. Ini persoalan reputasi Indomie selama puluhan tahun sebagai mi instan paling terkenal di dunia. Ada banyak kepentingan di sana; dari investasi, kesempatan kerja, hingga fungsi sebagai duta bangsa di kancah internasional. Sangat penting menjelaskan secara transparan kandungan zat-zat dalam produk, dampak akibat konsumsi dalam jumlah dan waktu tertentu, serta edukasi kepada masyarakat. Sebab, mi instan yang identik dengan Indomie telah menjadi salah satu pengganti nasi.
sumber:suaramerdeka

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II: PTPSU Lecehkan DPRD Madina

    Komisi II: PTPSU Lecehkan DPRD Madina

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyaknya keluhan warga terkait polemik kehadiran PT Perkebunan Sumatera Utara (PT.PSU) di Mandailing Natal (Madina) mulai masuk ranah DPRD. Pihak Komisi II DPRD telah melakukan rapat kerja dengan Dinas Perkebunan Madina membahas dan mengkaji akar semua persoalan sekaligus mencari solusi. Lanjutan rapat kerja dengan Dinas Kehutanan Perkebunan itu menghasilkan keharusan […]

  • Rumah Kontrakan di Banjar Tinggi Ludes Terbakar

    Rumah Kontrakan di Banjar Tinggi Ludes Terbakar

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – rumag kontrakan terbuat dari kayu di banjar tinggi, Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ludes dilalap sijago merah jum’at sore 9/5/2025 sekitar pukul 16:20 wib. Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Berkat kejasama warga dan dua unit mobil pemadam kebakaran api dapat dipadamkan. Namun […]

  • Ketua Komisi DPRD Tapsel Dilapor ke Badan Kehormatan

    Ketua Komisi DPRD Tapsel Dilapor ke Badan Kehormatan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Tindakan salah seorang oknum Ketua Komisi DPRD Tapanuli Selatan berinisial HT yang menemui pihak PTP Nusantara III Batangtoru ditengah sengketa lahan pengembangan PTPN III Batangtaoru yang diperkirakan tumpang tindih dengan lahan Transmigrasi Swadaya Mandiri, memperoleh kecaman dan cemoohan dari sejumlah elemen masyarakat. Aktifis LSM Tapsel Laidin Pohan kepada wartawan di Padangsidimpuan, Sabtu (07/05/2011) menilai […]

  • Pohon Besar Ancam Warga Dikhawatirkan Tumbang

    Pohon Besar Ancam Warga Dikhawatirkan Tumbang

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDEMPUAN-Keberadaan pohon besar yang tumbuh di pinggir Jalan Sudirman Kelurahan Timbangan, Kecamatan Psp Utara, sangat dicemaskan masyarakat Sigiring-giring. Selain besar, pertumbuhannya juga menyeramkan. Alasan warga yang bermukim di sekitar pohon besar ini, mereka takut jika nantinya hujan lebat dan angin kencang, akan menyebabkan ranting dan cabang pohon akan patah dan menimpa rumah, warga, dan pengendara […]

  • Angka Bunuh Diri Generasi Tinggi, Apa Solusinya?

    Angka Bunuh Diri Generasi Tinggi, Apa Solusinya?

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Mahasiswa merupakan sosok intelektual dambaan umat. Tak sedikit masyarakat menumpukan harapannya di pundak mahasiswa. Mahasiswa seharusnya menjadi sosok yang segaris dengan harapan bangsa. Yakni menjadi insan cerdas nan mumpuni memberi solusi bagi umat. Namun, ditengah gempuran sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) terbentuklah pemuda yang lemah iman, mudah menyerah, putus asa, optimis, […]

  • Jalinsum Titik Kotanopan Rusak, Warga dan Supir Minta Perbaikan

    Jalinsum Titik Kotanopan Rusak, Warga dan Supir Minta Perbaikan

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Jalan Lintas Sumatera di titik kota Kotanopan, Mandailing Natal berlobang berbentuk kubangan. Para supir mengeluh karena harus hati-hati melintasi titik kerusakan badan jalan itu. Sejumlah tokoh Kotanopan menyebut kerusakan sudah lama terjadi dan terkesan diabaikan. Padalah pemerintah memiliki anggaran rutin untuk pemeliharaan jalan. Selain para supir, tokoh Kotanopan juga berharap […]

expand_less