Minggu, 16 Agu 2026
light_mode

Disodomi Sejak Umur 3 Tahun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
  • print Cetak


Medan, Seorang anak didampingi paman dan kakeknya mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara di Medan, Selasa (04/01/2011).

Kedatangan mereka untuk mengadukan perlakuan pelecehan seksual atau sodomi yang dilakukan Martin Harun Munthe (39) warga Pasar V Mawar XII, Padang Bulan Medan, yang tak lain adalah ayah dari JJ (nama samaran)

Kedatangan M Sitompul dan Sugiata Sitompul serta korban langsung diterima Ketua Pokja Pengaduan dan Fasilitas Pelayanan KPAID Sumut Muslim Harahap.

Dalam pengaduannya mereka melaporkan Martin Harun Munthe yang telah menyodomi anaknya semenjak berumur tiga tahun tepatnya pada Tahun 2003.

Kejadian yang memalukan ini terungkap saat tetangga korban melihat Martin sedang meniduri putra sulungnya di dapur rumahnya. Melihat kejadian tersebut tetangganya melaporkan kepada Yunita br Sitompul. Akibat laporan tersebut terjadilah pertengkaran mulut.

Namun peristiwa tersebut saat itu masih dirahasiakan. Kejadian memilukan ini kembali terjadi pada 20 Februari 2006, 10 November 2007 dan 13 Januari 2010. Masalah ini kemudian diselesaikan secara kekeluargaan dan Martin dimaafkan karena telah berjanji tidak melakukannya lagi.

Tapi pada 27 Desember 2010, kejadian itu terulang kembali. Barulah keluarga melaporkan kasus tersebut ke Poltabes Medan, namun lagi-lagi diselesaikan secara kekeluargaan.

Tidak terimanya keluarga Sitompul, karena geram melihat Martin yang membawa pergi Yunita dan Maylusiana br Munthe adik dari JJ, karena takut pihak keluarga melapor ke KPAID Sumut.

“Mereka sangat khawatirkan denga tindak tanduk Martin yang sewaktu-waktu bisa saja merusak anak perempuannya. Sama lelaki saja dia mau, apalagi sama perempuan,” kata M Sitompul kepada wartawan saat ditemui di Kantor KPAID.

Menurutnya, pekerjaan Martin adalah tukang botot dan saat menikah dengan anaknya tidak ada perihal yang mencurigakan hingga terjadi kejadian yang memalukan ini.

Setelah adanya kejadian yang memalukan ini, korban kemudian tinggal bersama kakeknya di Gang Horas, Jalan Rela, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung.

Menyikapi pengaduan keluarga korban, KPAID Sumut segera menindaklanjutinya ke pihak kepolisian untuk selanjutnya dilakukan pengusutan.

Sehubungan kejadian tersebut, JJ terlihat trauma dan mengeluhkan rasa sakit di sekitar bokongnya. Ketika ditanyakan tentang ayahnya, JJ terlihat emosi.

Begitu juga dengan sitompul, meminta agar menantunya itu ditangkap. Karena apa yang dilakukan sangat membuat mereka sekeluarga menjadi malu. (BS-021)
Sumber : Berita sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT.PSU Akan Realisasikan Plasma

    PT.PSU Akan Realisasikan Plasma

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atas tekanan bupati, akhirnya Dirut PT. Perkebunan Sumatera Utara (PT. PSU) Darwin Nasaution akan menandatangani akad kredit kebun plasma sawit kepada 500 kepala keluarga di Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina). “Ini kabar gembira. Kita ucapkan terimakasih kepada Bupati Madina Hidayat Batubara, sebab atas tekanan dan upaya keras bupati lah makanya […]

  • Ratusan Warga Tamiang Sambut Yusuf-Imron

    Ratusan Warga Tamiang Sambut Yusuf-Imron

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Ratusan warga Tamiang Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal menyambut kedatangan kandidat bupati/wakil bupati Madina, Yusuf-Imron, Senin (16/11). Para tokoh masyarakat juga meng-ulosi pasangan ini dan disambut iringan paluan Gordang Sambilan serta  penampilan atraksi Moncak (silat khas Mandailing). Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pemenangan Yusuf-Imron, Ir. Ali Makmur (Jaganding), tokoh masyarakat Madina […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang)kemudian dipandang sebagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi pada tahun 1840-an. […]

  • Aktivis Pacaran Beralih Menjadi Aktivis Dakwah

    Aktivis Pacaran Beralih Menjadi Aktivis Dakwah

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Aktivis Dakwah, Mompreneur Berbagi kisah nyata. Aku pernah merasa ujub dikagumi dan didekati banyak lelaki. Sambil bercermin merasa diri ini begitu cantik. Dekat dengan banyak lelaki dan bahkan menjalin hubungan sebelum nikah, menganggap pacaran itu keren, gaul, laris manis. Padahal nyatanya begitu hina. Astaghfirullah… Sampai saat ini aku sangat bersyukur, Allah lembutkan […]

  • Pemkab Madina Bantah Maladministrasi Terhadap Perizinan PT. TBS

    Pemkab Madina Bantah Maladministrasi Terhadap Perizinan PT. TBS

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) membantah adanya maladministrasi terhadap proses penerbitan perizinan bagi PT. TBS sebagaimana dituduhkan tokoh Pantai Barat Madina. Itu dinyatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Madina, Parlin Lubis menjawab Mandailing Online, Selasa (5/11/2019) di kantornya. Diungkapkannya, seluruh hirarki peroses perizinan kepada PT. […]

  • Sangketa Tanah, PTPN IV Tak Serius

    Sangketa Tanah, PTPN IV Tak Serius

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : PTPN IV tidak memperlihatkan keseriusannya untuk menyelesaikan masalah sangketa tanah eks-Hak Guna Usaha (HGU). “Saya melihat tidak ada kesungguhan, malah sebaliknya terkesan menzolimi dan membiarkan kasus tanah eks HGU berlarut-larut,” ujar Ketua Komisi A DPRDSU Isma Fadly kepada pers di Medan, Jumat (13/1). Menurut politisi Partai Golkar ini, ketidakseriusan itu bukan hanya terlihat […]

expand_less