Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Oknum Perwira Polisi Dilaporkan ke Polresta Medan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Dua omak-omak R Purba (55) warga Jalan Selambo Toba, Patumbak, dan S Siburian (45) warga Jalan Balai Desa, Pasar XII, Patumbak, mendatangi Mapolresta Medan melaporkan oknum perwira polisi yang melakukan tindakan kekerasan, Senin (30/07/2012).

Kedua omak-omak ini pun curhat tentang apa yang dialami oleh keluarganya kepada sejumlah media di Ruangan Media Centre Mapolresta Medan. R Purba mengatakan, pada 6 Juli 2012 dia telah membuat laporan atas dugaan penganiayaan anaknya yang dilakukan oleh Kompol Isdoner Siburian yang tidak lain abang iparnya sendiri, sambil menujukkan surat laporan dengan nomor pengaduan No Pol Lap 722/VII/2012/SPKT III. Namun laporanya tidak ditanggapi polisi sampai sekarang.

“Pada 2 Juli dua orang anak saya dan sepupu anak saya datang ke tempat usaha rumah makan Isdoner dengan niat meminta uang biaya perobatan, tapi tidak tahu kenapa, terlapor justru memukuli kedua anak saya serta keponakan saya,” kata dia.

Setelah pemukulan itu pihak keluarga belum membuat laporan karena masih berhubungan keluarga. Pada 4 Juli 2012 ketiga korban Cando Siburian (27), Julfikar Eko (23) dan Herbet Siregar (21) mendatanginya kembali dengan tujuan yang sama. Tapi lagi, Isdoner memukulinya lagi tapi mereka bertiga melakukan perlawanan.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada 6 Juli mereka bertiga membuat laporan ke Polda Sumatera Utara atas kejadian itu. Tanpa sepengetahuan keluarga korban, ternyata Isdoner juga membuat laporan ke Polsekta Patumbak dengan laporan penganiayaan yang membuat ketiga korban itu justru ditangkap oleh petugas Polsekta Patumbak.

“Anak saya datang ke tempat usaha rumah makannya yang berada di Jalan Tanjong Morawa untuk meminta uang berobat soalnya anak sakit. Tapi dia malah memukulinya. Dua hari lagi anak saya datang lagi dengan tujuan yang sama, lagi dia memukulinya tapi mereka melakukan perlawanan. Disitulah anak saya membuat laporan ke Polda, rupanya dia membuat laporan juga,” jelas Purba.

Karena anaknya sampai saat ini ditahan sementara Isdoner masih bebas begitu saja, kedua orang tua itu mendatangi Polda dengan untuk menanyakan tentang sejauhmana laporan mereka. Tapi pihak Polda menyarankan agar mendatangi Polresta Medan, pasalnya kasus itu sudah dilimpahkan. “Kami coba bertanya kepada Polda Sumut tapi kami disuruh ke Polresta,” ujar dia lagi.

Sambil megeluarkan air mata, Purba berharap agar anaknya yang tidak bersalah agar segera dibebaskan dan meminta Kapolda dapat menidak kasus yang menimpa personil anggota Polri itu. “Saya minta keadilan saja, anak saya kan gak bersalah. Saya meminta juga kepada Pak Kapolda agar bisa menindak Isdoner,” akhirnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki melalui Wakasat Reskrim AKP Hendra ketika dikonfirmasi wartawan mengaku kasus ini sudah ditangani Unit Jahtanras. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil oknum polisi dimaksud untuk diperiksa sebagai saksi. ”Sudah kita tangani dan oknum polisi itu bakal kita periksa sebagai saksi,” aku Hendra. (BS-021.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seputar Kasek Tampar Murid

    Seputar Kasek Tampar Murid

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ST: Saya Telah Minta Maaf TAPTENG-; Kepala SMP Swasta Al Maidar Pandan, ST yang menampar siswanya Syaiful Amri (16) pada Senin (25/10) lalu telah menunjukkkan itikad baiknya dengan mendatangi orangtua siswa Kamis (28/10) lalu untuk meminta maaf. Kepala sekolah tersebut mengakui bahwa dirinya telah emosi dan khilaf, hingga menampar siswanya. Demikian dikatakan ST yang menemui […]

  • Bupati Madina Hadiri Ulang Tahun Sijeges di RSU Panyabungan

    Bupati Madina Hadiri Ulang Tahun Sijeges di RSU Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution siang ini Senin 14/8/2023 hadiri ulang tahun  Sijeges yang pertama di RSU Panyabungan. Sujeges adalah sebuah inovasi yang memberikan pelayanan, dimana kata Sijeges  itu diambil dari bahasa mandailing yang artinya cantik. Sijeges sendiri merupakan singkatan dari Senyum, Iklas, Jangan Judes, Empati, […]

  • Umak-umak Bilang Saipullah Itu Pria yang Soleh dan Ramah

    Umak-umak Bilang Saipullah Itu Pria yang Soleh dan Ramah

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bak selebritis, banyak warga meminta swafoto dengan calon bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution saat keliling menyantuni anak yatim di Sihepeng Raya, Kecamatan Siabu, Madina, Ahad (20/10/2024). Kesederhanaan dan keteduhan wajahnya mungkin menjadi daya tarik tersendiri Bang Ipul, panggilan akrabnya. “Pak Saipullah itu pria yang soleh. Aura soleh itu memancar dari […]

  • Nuh Laporkan Dugaan Korupsi Anak Buahnya ke KPK

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh malam ini tiba-tiba terlihat menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (29/05). Ia datang dengan menumpang mobil Toyota Camry berwarna Hitam dengan Nomor Polisi B 1138 RFS. Begitu turun dari mobil, Nuh bergegas masuk ke dalam Gedung KPK tanpa menjelaskan maksud kedatangannya dan mencoba […]

  • Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Beberapa minggu terakhir publik dihebohkan dengan beredarnya isu penangkapan salah satu pegiat pasar muamalah. Menurut pemberitaan, penangkapan itu disebabkan dalam transaksinya di pasar tersebut tidak digunakan mata uang rupiah, melainkan jenis logam mulia berupa Dinar (emas) dan Dirham (perak). Bareskrim Polri menahan pegiat gerakan Dinar-Dirham tersebut pada Selasa (2/2/2021) malam. Tersangka dijerat berdasarkan dua […]

  • Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 300 warga Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal (Madina), Rabu (12/8) meminta pencabutan izin PT. Madinah Madani Mining (M3) yang melakukan usaha penambangan emas di kawasan Desa itu. Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tiba di gedung DPRD Madina sekira pukul 14.00 Wib […]

expand_less