Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Oknum Perwira Polisi Dilaporkan ke Polresta Medan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Dua omak-omak R Purba (55) warga Jalan Selambo Toba, Patumbak, dan S Siburian (45) warga Jalan Balai Desa, Pasar XII, Patumbak, mendatangi Mapolresta Medan melaporkan oknum perwira polisi yang melakukan tindakan kekerasan, Senin (30/07/2012).

Kedua omak-omak ini pun curhat tentang apa yang dialami oleh keluarganya kepada sejumlah media di Ruangan Media Centre Mapolresta Medan. R Purba mengatakan, pada 6 Juli 2012 dia telah membuat laporan atas dugaan penganiayaan anaknya yang dilakukan oleh Kompol Isdoner Siburian yang tidak lain abang iparnya sendiri, sambil menujukkan surat laporan dengan nomor pengaduan No Pol Lap 722/VII/2012/SPKT III. Namun laporanya tidak ditanggapi polisi sampai sekarang.

“Pada 2 Juli dua orang anak saya dan sepupu anak saya datang ke tempat usaha rumah makan Isdoner dengan niat meminta uang biaya perobatan, tapi tidak tahu kenapa, terlapor justru memukuli kedua anak saya serta keponakan saya,” kata dia.

Setelah pemukulan itu pihak keluarga belum membuat laporan karena masih berhubungan keluarga. Pada 4 Juli 2012 ketiga korban Cando Siburian (27), Julfikar Eko (23) dan Herbet Siregar (21) mendatanginya kembali dengan tujuan yang sama. Tapi lagi, Isdoner memukulinya lagi tapi mereka bertiga melakukan perlawanan.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada 6 Juli mereka bertiga membuat laporan ke Polda Sumatera Utara atas kejadian itu. Tanpa sepengetahuan keluarga korban, ternyata Isdoner juga membuat laporan ke Polsekta Patumbak dengan laporan penganiayaan yang membuat ketiga korban itu justru ditangkap oleh petugas Polsekta Patumbak.

“Anak saya datang ke tempat usaha rumah makannya yang berada di Jalan Tanjong Morawa untuk meminta uang berobat soalnya anak sakit. Tapi dia malah memukulinya. Dua hari lagi anak saya datang lagi dengan tujuan yang sama, lagi dia memukulinya tapi mereka melakukan perlawanan. Disitulah anak saya membuat laporan ke Polda, rupanya dia membuat laporan juga,” jelas Purba.

Karena anaknya sampai saat ini ditahan sementara Isdoner masih bebas begitu saja, kedua orang tua itu mendatangi Polda dengan untuk menanyakan tentang sejauhmana laporan mereka. Tapi pihak Polda menyarankan agar mendatangi Polresta Medan, pasalnya kasus itu sudah dilimpahkan. “Kami coba bertanya kepada Polda Sumut tapi kami disuruh ke Polresta,” ujar dia lagi.

Sambil megeluarkan air mata, Purba berharap agar anaknya yang tidak bersalah agar segera dibebaskan dan meminta Kapolda dapat menidak kasus yang menimpa personil anggota Polri itu. “Saya minta keadilan saja, anak saya kan gak bersalah. Saya meminta juga kepada Pak Kapolda agar bisa menindak Isdoner,” akhirnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki melalui Wakasat Reskrim AKP Hendra ketika dikonfirmasi wartawan mengaku kasus ini sudah ditangani Unit Jahtanras. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil oknum polisi dimaksud untuk diperiksa sebagai saksi. ”Sudah kita tangani dan oknum polisi itu bakal kita periksa sebagai saksi,” aku Hendra. (BS-021.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketidakpastian Nasib Honorer

    Ketidakpastian Nasib Honorer

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Ketidakpastian nasib sedang menyelimuti honorer Tenaga Suka Rela (TKS) di Mandailing Natal (Madina). Situasi ini bermula saat kepala OPD mengeluarkan surat edaran pada awal januari 2022 yang menyebutkan masa bakti tenaga honorer untuk tahun 2021 telah berakhir. Sejak saat itu sampai hari ini, Rabu (20/4) baik gaji maupun SK penugasan untuk […]

  • Kekerasan Pada Anak Meningkat, Butuh Solusi Yang Tepat

    Kekerasan Pada Anak Meningkat, Butuh Solusi Yang Tepat

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj.Nuryati Apsari, S.Hut,MM Aktivis Pemerhati Generasi Sakit hati, menjadi motif sang ayah tega menghilangkan nyawa kedua buah hatinya. Dikutip dari detikbali, 30 Juli 2025. Terungkap motif WA (24), seorang ayah di Samarinda, Kalimantan Timur, tega mencekik dua anak balitanya hingga tewas mengenaskan dikarenakan sakit hati terhadap istri yang ingin bercerai. Kapolresta Samarinda Kombes Hendri […]

  • TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    TGSC Laporkan Saipullah Nasution ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Perseteruan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Saipullah Nasution dengan tim Gordang Sambilan Canter ( TGSC )terkait hutang politik ternyata berbuntut panjang. Tim Gordang Sambilan resmi melaporkan Saipullah Nasution ke Polres Madina dengan delik aduan pemerasan dan pencemaran nama baik. Sebelumnya kuasa hukum Saipullah Nasution juga telah melaporkan ketua tim […]

  • Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

    Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Zulkifli Lubis tak punya gelar segambreng macam Ph.D., atau master dari kampus-kampus bergengsi. Kuliah di sebuah kampus saja tidak pernah. Pendidikan SMA-nya pun tak jelas, kerena Perang Pasifik telah menutup sekolah pemuda cerdas ini. Dia menghabiskan masa mudanya di zaman Jepang untuk belajar jadi intel militer dan tak melanjutkan SMA-nya. "Sejak awal 1943 ia juga […]

  • Rencana Perpanjangan Jabatan Kepala Desa Perlu Kajian Serius

    Rencana Perpanjangan Jabatan Kepala Desa Perlu Kajian Serius

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada tanggal 17 Januari 2023 ratusan kepala desa berdemonstrasi di depan gedung DPR RI untuk menuntut perpanjangan masa jabatan kepala desa yang awalnya 6 tahun menjadi 9 tahun. Alasan tidak cukup waktu untuk membangun desa karena masih ada ketegangan politik setelah Pilkades, dan perlu persiapan 1 tahun untuk menyiapkan diri sebelum masuk masa Pilkades kembali […]

  • Permintaan Hewan Qurban di Madina Turun Drastis

    Permintaan Hewan Qurban di Madina Turun Drastis

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang hari raya Udul Adha tahun ini, tingkat permintaan hewan qurban di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menurun dibanding tahun lalu. Merosotnya permintaan itu ditengarai akibat kelesuan ekonomi masyarakat. Demikian keterangan pedagang sapi di Panyabungan, Senin (21/9). “Penurunan itu sangat drastis, jika kita bandingkan qurban tahun lalu, misalnya pada tahun lalu […]

expand_less