Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Gempa di Sumatera ancam dunia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO)- Akibat dua gempa besar yang terjadi pada 11 April 2012 lalu di Samudera Hindia, ratusan kilometer di barat Sumatera, gempa di seluruh dunia meningkat lima kali lipat. Temuan menarik ini dilansir di jurnal Nature pada Kamis, 27 September 2012 ini.

Ketua peneliti riset Fred Pollitz dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat menemukan, hanya selang enam hari, gempa berkekuatan lebih dari 5,5 skala Richter meningkat lima kali lipat setelah gempa pada 11 April.
join_facebook

“Ini pertama kali kita melihat gempa susulan yang lebih kuat dan sejauh ini,” kata Direktur Observasi Bumi Singapura, Kerry Sieh, seorang ilmuwan yang telah menulis sejumlah laporan mengenai gempa di kawasan Sumatera ini.

Gempa pertama pada 11 April berkuatan 8,7 skala Richter, nyaris sebesar gempa yang mengakibatkan tsunami di Jepang setahun sebelumnya. Gempa kedua, 8,2 SR, juga muncul di Samudera Hindia, di zona di mana lempeng tektonik Indo-Austraalia pelan-pelan pecah.

“Makalah Pollitz menunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan gempa merusak yang signifikan dan potensial ribuan kilometer dari sebuah gempa di pertengahan 8 (skala Richter),” kata Sieh yang tidak terlibat penelitian itu kepada Reuters.

Pollitz dan rekan-rekannya meneliti serangkaian data seismik, khususnya pada radiasi yang disebut gelombang-Cinta, yaitu sebuah gelombang permukaan yang bergerak seperti ulaar dan bisa melintasi bumi. Semua gempa susulan global terletak tepat di empat garis utama gelombang-Cinta yang episentrumnya di pusat gempa 11 April.

“Di masa depan, riset ini bisa meningkatkan kemampuan kalkulasi gempa susulan setelah sebuah gempa utama,” kata Sieh.

Gempa pada April ini menjadi perhatian dunia karena muncul di zona yang paling aktif. Gempa ini dianalisis para ilmuwan sebagai gempa sesar-geser terbesar yang pernah tercatat, dan tidak menimbulkan tsunami. Sesar bergeser horizontal ketika terjadi patahan, bukan bergerak vertikal seperti pada gempa 9,2 Skala Richter di Aceh dan 9 Skala Richter di Jepang sehingga mengakibatkan tsunami.
(dat03/antara/viva)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Ganja Mulai Disidangkan

    Kasus Ganja Mulai Disidangkan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana empat terdakwa pengisap ganja, Heriansyah Hanzali Dalimunthe (PNS), Dedek Ispensyah Siregar (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara alias Manambin, digelar di Pengadilan Negeri Panyabungan, Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (23/11/2010). Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Sahrul Harahap SH, dipimpin langsung Ketua PN Panyabungan Ikhwan Effendi […]

  • Pengakuan Warga 2 Tahun Terahir Kantor Desa Tanjung Julu Tak Berfungsi

    Pengakuan Warga 2 Tahun Terahir Kantor Desa Tanjung Julu Tak Berfungsi

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Ternyata sudah 2 Tahun Kantor Desa Tanjung Julu di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina tak difungsikan. Warga mengaku apabila ada urusan warga mendatangi rumah Kepala Desa Azwardi Lubis. ” Sekitar 2 tahun sudah tidak pernah buka, kalo ada urusan harus ke rumahnya. Sepengetahuan saya semua warga yang punya kepentingan harus mendatangi […]

  • Pengrajin Kolang Kaling Mulai Menggeliat

    Pengrajin Kolang Kaling Mulai Menggeliat

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang bulan Ramadhan, para pengrajin kolang kaling di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai meningkatkan produksi. Pantauan di Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, kaum perempuan mulai disibukkan membuat kolang kaling untuk dijual kepada pedagang pengumpul. Pengrajin musiman juga terlihat aktif. Pekerjaan musiman ini memang hampir dilakoni banyak warga di desa itu. Sementara kaum […]

  • Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    Pelabuhan Laut Di Madina Mulai Dibangun

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akan Menguras Biaya 183 M Panyabungan (MO) – Pelabuhan laut di Mandailing Natal mulai dibangun tahun ini. Bernama Pelabuhan Palimbungan, berlokasi di Kecamatan Batahan. Depertemen Perhubungan RI sudah menyiapkan anggaran Rp. 138 Milyar secara multi years, dari tahun anggaran 2012 hingga 2016. Pelabuhan ini ditarget mulai beroperasi di 2017. Dana pembangunan bersumebr dari APBN, sementara […]

  • Mencari Keluarga Ayah

    Mencari Keluarga Ayah

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang keturunan Mandailing bernama Tapian Suri Sundari yang berdomisili di Jalan R Wolter Monginsidi No. 210, Yosomulyo 21D, Kodya Metro Lampung saat ini sedang berjuang mencari keberadaan ayah kandungnya bernama Aziz Nasution. Tapian Suri Sundari tidak pernah bertemu sang ayah, karena sang ayah sudah menghilang ketika Tapian Suri Sundari masih di dalam kandungan. Hingga kini […]

  • Lebaran, Tambang Emas Ilegal Stop Operasi Buat Sungai Batang Natal Terlihat Jernih

    Lebaran, Tambang Emas Ilegal Stop Operasi Buat Sungai Batang Natal Terlihat Jernih

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): berhentinya aktifitas tambang emas ilegal di Kecamatan Batang Nata dan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) membuat sungai batang natal terlihat bersih dan bening. Menurut warga karena aktifitas tambang emas ilegal yang berhenti beroperasi karena libur lebaran. ” palingan berapa hari ini aja pak sungainya bersih. Itupun […]

expand_less