Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Gempa di Sumatera ancam dunia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO)- Akibat dua gempa besar yang terjadi pada 11 April 2012 lalu di Samudera Hindia, ratusan kilometer di barat Sumatera, gempa di seluruh dunia meningkat lima kali lipat. Temuan menarik ini dilansir di jurnal Nature pada Kamis, 27 September 2012 ini.

Ketua peneliti riset Fred Pollitz dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat menemukan, hanya selang enam hari, gempa berkekuatan lebih dari 5,5 skala Richter meningkat lima kali lipat setelah gempa pada 11 April.
join_facebook

“Ini pertama kali kita melihat gempa susulan yang lebih kuat dan sejauh ini,” kata Direktur Observasi Bumi Singapura, Kerry Sieh, seorang ilmuwan yang telah menulis sejumlah laporan mengenai gempa di kawasan Sumatera ini.

Gempa pertama pada 11 April berkuatan 8,7 skala Richter, nyaris sebesar gempa yang mengakibatkan tsunami di Jepang setahun sebelumnya. Gempa kedua, 8,2 SR, juga muncul di Samudera Hindia, di zona di mana lempeng tektonik Indo-Austraalia pelan-pelan pecah.

“Makalah Pollitz menunjukkan bahwa Anda bisa mendapatkan gempa merusak yang signifikan dan potensial ribuan kilometer dari sebuah gempa di pertengahan 8 (skala Richter),” kata Sieh yang tidak terlibat penelitian itu kepada Reuters.

Pollitz dan rekan-rekannya meneliti serangkaian data seismik, khususnya pada radiasi yang disebut gelombang-Cinta, yaitu sebuah gelombang permukaan yang bergerak seperti ulaar dan bisa melintasi bumi. Semua gempa susulan global terletak tepat di empat garis utama gelombang-Cinta yang episentrumnya di pusat gempa 11 April.

“Di masa depan, riset ini bisa meningkatkan kemampuan kalkulasi gempa susulan setelah sebuah gempa utama,” kata Sieh.

Gempa pada April ini menjadi perhatian dunia karena muncul di zona yang paling aktif. Gempa ini dianalisis para ilmuwan sebagai gempa sesar-geser terbesar yang pernah tercatat, dan tidak menimbulkan tsunami. Sesar bergeser horizontal ketika terjadi patahan, bukan bergerak vertikal seperti pada gempa 9,2 Skala Richter di Aceh dan 9 Skala Richter di Jepang sehingga mengakibatkan tsunami.
(dat03/antara/viva)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Karo Belum Dapat Dimakzulkan

    Bupati Karo Belum Dapat Dimakzulkan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Proses pemakzulan Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, hingga Rabu (19/3), masih terganjal. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku belum dapat memroses pemberhentian yang bersangkutan ke tahap berikutnya, karena belum menerima surat rekomendasi dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho. Padahal pada 13 Februari 2014 lalu, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan mengabulkan permohonan pimpinan DPRD […]

  • Harimau Sumatera Ditangkap di Palas

    Harimau Sumatera Ditangkap di Palas

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SOSOPAN (Mandailing Online) – Setelah lama meresahkan warga, akhirnya seekor harimau sumatera tertangkap di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama prajurit TNI dari Koramil 07/Sosopan Kodim 0212/TS dibantu warga berhasil menangkap harimau itu hiduphidup, Selasa (16/7/2019). Harimau jantan itu tertangkap dengan perangkap yang dipasang di […]

  • Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

    Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Satu lokasi yang diduga satu situs candi ditemukan di hutan Simaninggir, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Bongkahan jenis batu bata itu ditemukan Budayawan Mandailing dari Tympanum Multi Media, Askolani Nasution dan kawan-kawan, Jum’at (25/12). Lokasi temuan berada pada titik koordinat 1.021337, 99.502128. Titik situs ini awalnya ditemukan para pekerja jalan ketika […]

  • Publik Butuh Sistem yang Mendukung Tujuan Takwa

    Publik Butuh Sistem yang Mendukung Tujuan Takwa

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Anita Safitri, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Bulan Ramadan 2021 tinggal sebentar lagi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Siaran Pada Bulan Ramadhan. KPI menegaskan bahwa selama bulan Ramadan 2021 siaran televisi diperketat. Lembaga penyiaran diminta untuk tidak menampilkan muatan yang mengandung Lesbian, Gay, Biseksual dan […]

  • Kabut Asap Selimuti Madina

    Kabut Asap Selimuti Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beberapa hari terakhir kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sejauh ini belum ada pernyataan resmi pemerintah daerah soal tingkat Indeks Standar Polusi di Madina. Pantauan Mandailing Online Kamis dan Jum’at (18-19/9/2014) sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memakai masker. Para warga sangat resah terhadap kehadiran kabut. Sementara itu, beberapa […]

  • MUI Madina Godok Fatwa Soal Laki Berparas Wanita

    MUI Madina Godok Fatwa Soal Laki Berparas Wanita

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) –  banyaknya kaum laki laki yang berlagak layaknya sebagai wanita membuat ke khawatiran masyarakat sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisiatif menggodok Fatwa tentang  hukum laki laki berlagak wanita. Ketua MUI Madina H.Muhammad Natsir pada wartawan mengatakan,  majelis Fatwa MUI Madina tengah menggodok melalui muzakaroh bagaimana hukumnya terkait banyaknya […]

expand_less