Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Tanah Ulayat Bukan Tanah Nagara, Patuan Mandailing Siapkan Konsolidasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Masih banyak masyarakat berasumsi tanah ulayat telah menjadi tanah negara. Padahal tidak demikian.

Kajian hukum yang dilakukan Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Kabupaten Mandailing Natal (FPPAB Madina) bahwa negara tidak pernah mengabaikan perkara ini. Negera jelas mengakui.

“Bahkan negara memfasilitasi inventarisasi tanah ulayat itu,” kata Raja Panusunan Mandailing Godang, H. Hasanul Arifin Nasution, S.Sos glr Patuan Mandailing kepada wartawan, Senin (16/3/2026) di Panyabungan.

Hal itu dijelsakan Patuan Mandailing menanggapi prihal tanah ulayat. Dimana masyarakat adat Mandailing Natal, tanah ulayat masih menimbulkan anggapan yang beragam.

Berdasarkan pengamatannya selama ini, masih ada kalangan masyarakat adat yang berasumsi bahwa tanah ulayat itu sepenuhnya sudah jadi hak negara, sudah menjadi tanah negara, dan karena itu, mereka menilai tidak ada lagi yang perlu didiskusikan.

“Mereka kira sudah tak ada persoalan,” imbuhnya.

Padahal, kajian hukum di FPPAB Madina pun menyebut bahwa negara tidak pernah mengabaikan perkara ini. Negera jelas mengakui. Bahkan negera memfasilitasi inventarisasi tanah ulayat itu.

Menurutnya, jika masyarakat adat sudah paham tentang Tanah Ulayat atau tanah adat itu, Pemkab Madina dalam hal ini Bupati dan DPRD Madina, tidak punya alasan untuk mengabaikan penguatan melalui Perda. Jangan pula nanti, setelah muncul Perda, justru internal masyarakat adat masih berpolemik.

“Oleh karena itu, sembari terus menjalin komunikasi informal dengan Pemkab Madina, kami akan terus menggalang dialog di kalangan internal agar terbentuk pemahaman dan sikap yang jernih, jelas dan tegas,” tandas Patuan Mandailing yang belum lama ini didiualat kembali untuk memimpin FPPAB Madina.

Dia menyebutkan, dia akan melakukan terobosan yang kiranya dapat mempercepat penguatan keberadaan hak ulayat, tanah ulayat dan tanah adat dan hukum adat.

Selanjutnya, dia juga mengatakan, saudara-saudara yang terus melakukan kajian dan sempat menyampaikan pemikiran ke publik tentang tanah ulayat ini tentu merupakan hal positif dan punya tanggung jawab lebih untuk bersama-sama membangun pemahaman yang jernih dan sikap tegas.

“Pada akhirnya, bersama Pemerintah Daerah, kita akan melakukan inventarisasi tanah ulayat, dimana lokasi dan berapa luasannya. Tentu, untuk konteks Mandailing Natal, ada titik-titik sensitif yang perlu disikapi dengan bijaksana,” simpulnya. (dab/rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TOR-TOR MANDAILING

    TOR-TOR MANDAILING

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : ASKOLANI NASUTION   Tor-tor Mandailing tiba-tiba menjadi ikon seni tari penting dalam proses pernikahan Boby Nasution dan Kahiyang Ayu. Tentu karena begitu massif pemberitaan di berbagai media. Momen itu sekaligus mengundang rasa ingin tahu publik tentang berbagai entitas budaya Mandailing yang disuguhkan dalam proses pernikahan, termasuk Tor-Tor. Sebagai salah satu seni tari tradisional […]

  • Pangdam I/BB terima calon Tamtama tahun 2012

    Pangdam I/BB terima calon Tamtama tahun 2012

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk menjadi Tamtama Prajurit Karier TNI AD Tahun 2012. Bagi yang berminat menjadi Prajurit TNI AD dapat mendaftarkan diri, pendaftaran dimulai pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2012 atau sampai alokasi pendaftar terpenuhi sesuai ratio (tujuh kali alokasi). […]

  • Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Syamsul Arifin, Senin (11/10) kemarin, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Ketidak hadiran itu karena Syamsul Arifin ada rapat paripurna dengan DPRD Sumut terkait penyampaian nota keuangan RAPBD Sumut TA 2011. Isu beredar mantan Bupati Langkat itu akan […]

  • Maspaluddin Terpilih di Muscam, Kursi Golkar dari MBG Harus Lanjut di DPRD

    Maspaluddin Terpilih di Muscam, Kursi Golkar dari MBG Harus Lanjut di DPRD

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Kader dari Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) harus bisa melanjutkan estafet kursi Partai Golkar di DPRD Mandailing Natal (Madina) tahun 2024. Hal itu disampaikan Ketua PK Golkar Kec. MBG periode 2021-2026 Maspaluddin Daulay saat memberikan sambutan usai terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kec. MBG di Singkuang, Minggu […]

  • Irwan Daulay : Ini Poin Yang Menjadi Dalil Kuat Dibatalkannya SKTT PPPK Madina

    Irwan Daulay : Ini Poin Yang Menjadi Dalil Kuat Dibatalkannya SKTT PPPK Madina

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN: (Mandailing Online)- Kepegawaian Negara belum satupun memberikan ACC (persetujuan) Nomor Induk kepada ratusan tenaga guru, tenaga teknis dan tenaga kesehatan yang menang di seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja atau PPPK 2023 Kabupaten Madina. Dikutip dari laman Pojoksatu.id,  Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Rabu kemaren […]

  • Mantan Kadis Keuangan Waskito Daulay Diduga Terlibat

    Mantan Kadis Keuangan Waskito Daulay Diduga Terlibat

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengadaan lahan untuk pembangunan stadion milik Pemkab Mandailing Natal (Madina) seluas sekitar 5 hektar di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, diduga melibatkan mantan Kadis Keuangan Madina Waskito AP Daulay. Informasi yang diperoleh, Rabu (24/08/2011), sekitar Tahun 2003 Pemkab Madina berkeinginan membangun sebuah stadion untuk fasilitas olahraga. Bupati Madina ketika itu Amru Helmy Daulay lantas […]

expand_less