Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Hidayah adalah rahasia Allah, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya. Setidaknya itulah yang diyakini setiap umat Islam.

Hidayah inilah yang dirasakan Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion setelah resmi menjadi muallaf ketika mengucapkan dua kalimat syahadat usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9).

Ia mengungkapkan, Islam itu ternyata agama yang indah, mengatur segala sendi kehidupan dan jauh dari seperti yang digambarkan oleh kelompok tertentu.

Ketertarikannya terhadap Islam muncul begitu saja tidak pernah ia sangka-sangka. Awalnya ia hanya berpikir, kalau memang Tuhan itu ada, bagaimana mungkin nama-nama Tuhan itu berbeda-beda.

Cecar pun mulai mempelajari dan membaca bahwa sebenarnya ada kesamaan nama-nama Tuhan dari agama yang diturunkan dari keluarga Ibrahim.

Sejak awal ia sepakat bahwa Tuhan itu maha kuasa dan esa. Ini sesuai dengan konsep asli agama-agama keturunan Ibrahim. Dan itu terlihat bagaimana nama-nama Tuhan di agama Ibrahim.

“Di Yahudi Tuhan disebut Elohim, di Kristen disebut Alah dan di Islam disebut Allah,” ujarnya yang di dampingi calon istrinya Yulie Setyohadi, sebagai penerjemah.

Belakangan Cecar benar-benar memahami hanya Islam yang secara tegas mendeklarasikan bahwa Allah itu satu dan tidak ada tandingan atau keturunan yang dapat menandinginya.

“Dari sinilah ketertarikannya terhadap Islam,” ujar Yulie kepada Republika. Setelah menyampaikan ketertarikannya tersebut, Cecar pun memutuskan untuk mempelajari Islam lebih mendalam.

Yulie memastikan keinginan calon suaminya mencari hidayah itu bukan karena paksaan dari dirinya atau hanya karena alasan pernikahan.

Keseriusan Cecar mendalami Islam ini terlihat ketika ia memutuskan mengenal Islam dari tokoh besar Islam Indonesia, Prof. KH. Quraisy Shihab dan dibimbing juga oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub.

Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan, sejak awal sudah terlihat keseriusan Cesar untuk memperdalam Islam. Keseriusannya ini pun ia tunjukkan dengan menghafal bacaan dua kalimat syahadat. “Dia sebenarnya sudah bersyahadat, dengan berusaha menghafal berkali kalimat syahadat itu,” katanya.

Ini terlihat ketika pengucapan syahadat di Istiqlal, Cecar tidak menghadapi masalah dalam pengucapan. Menurut Ali, inilah hidayah Allah yang diberikan kepada Cecar, Dubes Republik Paraguay untuk Indonesia dan lima negara ASEAN lain. “Hidayah ini tidak bisa ditolak dan dihalangi, karena ini keajaiban yang diberikan Allah,” ujarnya.(.republika.co.id)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MK Lanjutkan Perkara PHPU Madina ke Sidang Pembuktian

    MK Lanjutkan Perkara PHPU Madina ke Sidang Pembuktian

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk melanjutkan tujuh perkara Peselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke sidang lanjutan pembuktian. Satu di antaranya perkara PHPU Kepala Daerah (Kada) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Perkara Nomor 32/PHPU.BUP-XXIII/2025. Sidang lanjutan pembuktian dijadwalkan tanggal 7-17 Februari 2025. “Ada tujuh perkara yang belum diucapkan ketetapannya atau keputusannya […]

  • Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak. Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang. Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, […]

  • KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Permintaan KPK untuk mempergunakan tahanan TNI sebagai tempat bagi koruptor patut dipertanyakan. Padahal, rumah tahanan Polri dan kejaksaaan masih banyak yang kosong. Dengan demikian patut dicurigai, bahwa KPK tidak lagi mempercayai Polri dan kejaksaan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai bahwa KPK tidak percaya lagi dengan lembaga kepolisian dan […]

  • Kecurangan CPNS di Medan Diadukan ke KPK

    Kecurangan CPNS di Medan Diadukan ke KPK

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Lembaga Bantuan Hukum Medan mengadukan dugaan kecurangan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Surat bernomor 014/LBH/S/I/2011 itu ditujukan langsung kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Busyro Muqoddas, kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono di Medan, Senin. Menurut […]

  • Kuasa Hukum : Foto di Medsos bukan lokasi PT. TBS

    Kuasa Hukum : Foto di Medsos bukan lokasi PT. TBS

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) sejauh ini tak pernah merusak hutan bakau (mangrove) di Pantai Barat Mandailing Natal dalam aktvitas perkebunan sawit. Itu diungkapkan kuasa hukum PT.TBS, H Ridwan Rangkuti, SH.MH dalam konferensi pers di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (15/8/2019). Penjelasan itu disampaikan Ridwan Rangkuti menyusul munculnya tuduhan perusakan […]

  • Yayasan Mataniari Genjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat

    Yayasan Mataniari Genjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Yayasan Mataniari Sian Madina yang berbasis di Mandailing Natal (Madina) terus bergerak mengkampanyekan sekaligus menggenjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat. Program ini merupakan upaya Yayasan Mataniari melestarikan hutan dalam sumbangsihnya bagi mitigasi emisi karbon global yang juga sekaligus memperkuat posisi kesejahteraan masyarakat yang bermukim di zona penyagga hutan. Sebab, hutan adalah asset sumber daya […]

expand_less