Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Tak Berkategori

AGROFORESTRY KOPI MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Agroforestry Ulu Pungkut 070513
Pihak importir dari Singapura sudah melakukan permintaan sekitar 2 ton per bulan kopi Mandailing dari Desa Simpang Banyak Julu dan Simpang Banyak Jae, Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina).

Tetapi, petani di dua desa ini belum mampu memenuhi permintaan itu akibat masih rendahnya tingkat produksi biji kopi. Sejauh ini, kedua desa ini masih menghasilkan sekitar 4,5 ton biji kopi per bulan yang dijual untuk kebutuhan permintaan lokal dan Medan.

Perkembangan permintaan ini harus diresfon pemerintah daerah Madina, sebab geliat kebun kopi di Ulu Pungkut tersebut sudah dilirik pihak eksportir dari sejumlah negara termasuk Singapura.

Ini juga harus jadi cambuk untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing yang pernah diraih pada era kolonial Belanda. Selain kaitannya dengan upaya pertumbuhan ekonomi daerah, juga agar kopi yang bermerek dagang Mandheling Coffee akan berbahan baku dari tanah aslinya, tanah Mandailing.

Saat ini pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madina sudah menyelesaikan grand desaign Pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing sebagai langkah awal pembukaan dan pengembangan kawasan perkebunan kopi sekaligus agrowisata dengan pola pelibatan masyarakat desa.

Hanya saja, langkah awal ini membutuhkan dukungan secara lintas sektoral, baik pada jajaran perangkat pemerintah daerah maupun para pelaku usaha dan masyarakat desa setempat.

Gagasan pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini selain memiliki sisi peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat desa serta agrowisata, ada sisi pelestarian lingkungan hidup terutama sumber daya air.

Kondisi agropedoklimat kawasan yang direncanakan, sesuai untuk pengembangan kopi arabika.

Target kawasan adalah Desa Simpang Banyak Julu, Simpang Banyak Jae, Huta Padang dan Habincaran, semuanya di Kecamatan Ulu Pungkut.

“Kita sangat mengharapkan pembangunan agroporestry dipercepat. Dengan tujuan kebun kopi ini nantinya akan menjadi kawasan wisata, karena Desa Simpang banyak berada di dataran tinggi dengan berbagai potensi agrowisata yang dapat dikembangkan,” harap Mursal Lubis, pengurus Langgamtama, Simpang Banyak, kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan.

Berdasarkan data primer yang diperoleh dari Dishutbun Madina, rencana lokasi itu berada pada koordinat 99o 46’ 40” E ; 0o 31’ 55” N sampai dengan 99o 49’ 7.5” E ; 0o29’ 22” N dengan ketinggian lokasi 1.000 – 1.400 mdpl. Kemiringan lokasi bervariasai antara 8 s/d 25% sehingga masuk dalam kategori sedang.

Jenis tanah dominan Podzolik Mrah Kuning dengan Campuran tanah Kapur Coklat. Suhu rata-rata dalam setahun selitar 20 – 25 oC dengan jumlah rata curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun. Kesaman tanah berada pada kisaran pH 5.5 .6.3, kedalaman efektif tanah antara 125 sm – 160 cm.

Kemudian Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing ini juga diharapkan mampu menjadi daerah agrowisata karena didukung panorama keindahan alam dataran tinggi. Dengan catatan, peran Dinas PU Madina dari sisi infrastruktur jalan dibereskan, terutama pelebaran jalur Ulu Pungkut dan penuntasan sambungan jalur ke Sumatera Barat agar menjadi jalur lintas bus turis manca negara dan lintasan antar provinsi.

Gagasan ini pun mengusung semangat bahwa produktifitas yang tinggi dari kebun kopi Mandailing akan mengembalikan nomenclatur “Mandheling” yang dikenal baik pada pasar kopi Internasional.

Dari hasil analisa finansial, juga memberikan kalkulasi logis tentang kelayakan pengembangan perkebunan kopi rakyat di Madina membuktikan bahwa usaha kebun kopi berkategori layak, apalagi memanfaatkan tenaga kerja petani sendiri dan dibawah bimbingan dari petugas.

“Namun proposal ini masih langkah awal sehingga ada beberapa saran yang perlu ditindaklanjuti untuk mewujudkan apa yang tertuang dalam proposal ini,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina, Mara Ondak didampingi Kabid Perkebunan, Nirwan SH didampingi Kasi Usaha Tani, A.Yasir Lubis menjawab Tondinta, pekan lalu.

Saran dimaksud antara lain, pertama, masih banyaknya kendala yang dihadapi, maka perlunya dukungan semua stake holder baik pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bappeda, Dinas Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pelaku usaha agribisnis kopi, kelompok tani untuk bekerjasama memberi peran serta yang nyata untuk mewujudkan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing Ini.

Kedua, besarnya biaya yang dibutuhkan maka perlu upaya keras untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain baik yang bersumber dari APBN ataupun sumber lainnya.

Ketiga, perlu adanya platform kerja yang jelas mengingat bahwa pekerjaan ini tidak selesai dalam satu tahun.

Keempat, perlunya menyusun Grand Design yang komprehensif yang memperhatikan faktor dukungan agropedoklimat, rancang bangun infrastruktur yang memiliki nilai estetika, tata letak yang sesuai dengan kearifan lokal sehingga mampu memaksimakan pemanfaatan potensi yang ada.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 200-an Warga Bulumario Protes Pembalakan Hutan

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Sekitar 200-an warga Desa Bulumario, Sipirok, Tapsel melakukan aksi atas penebangan kayu di Hutan Napa Jae tepatnya di Perbatasan Kecamatan Sipirok dengan Kecamatan Marancar tepatnya di Aek (Sungai) Sirabun Tapsel, Senin (20/2). Aksi protes meraka lakukan atas aktivitas sebuah perusahaan di hutan tersebut, berlangsung tertib dan damai di bawah pengawalan Polsek Sipirok bersama Koramil Sipirok, […]

  • Gencatan Senjata Israel, Kemenangan Bagi Palestina?

    Gencatan Senjata Israel, Kemenangan Bagi Palestina?

    • calendar_month Minggu, 30 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nur Wahida Lota Mahasiswi, tinggal di Samarinda Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina telah terjadi di jalur Gaza, namun serangan masih terus dilakukan oleh polisi Israel terhadap warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa pada dini hari usai shalat, polisi Israel menyerbu warga Palestina dengan menembakkan gas air mata, Jumat (21/05/2021). Meskipun gencatan […]

  • Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Anggota KMM di Desa Kayulaut

    Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Anggota KMM di Desa Kayulaut

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) melaksanakan seremonial peletakan batu pertama program Bedah Rumah/Bangun Rumah untuk salah satu anggota KMM yang bertempat tinggal di desa Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Madina. Jum’at 4/10/2024. Peletakan batu pertama dihadiri Camat Panyabungan Selatan Elli Mutiara Pulungan, Kepala Desa Kayulaut Ahmad Hanafiah Lubis, tokoh masyarakat […]

  • Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    Catatan 26 Tahun Madina: Pendekatan Sejarah, Soiologi, Antropologi, dan Kultural

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing Askolani Nasution menyampaikan catatan ringkas di Focus Grup Discussion yang diselenggarakan KNPI Mandaiiling Natal di D’San Hotel, Panyabungan, Jum’at (14/3/2025). Askolani melihat peluang pembangunan Mandailing Natal berdasar potensi kultural dan alamnya, namun pemerintah justru mengabaikannya. Padahal, menurut Askolani, sejarah Mandailing Natal (Madina) adalah sejarah gemilang pada masa lalu. Belasan kerajaan besar menancapkan pengaruhnya […]

  • Banjir Bandang, Jembatan Desa Aek Baru Nyaris Putus

    Banjir Bandang, Jembatan Desa Aek Baru Nyaris Putus

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– Banjir bandang dari sungai aek baru di desa aek baru Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal ( Madina ) sore ini  Senin 13/11/2023 mengakibatkan jembatan desa nyaris putus. Arus sungai yang besar membuat bram jembatan nyaris terpisah dengan bantalan jembatan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Muksin Nasution mengatakan, […]

  • Harga TBS Sawit Terjun Tak Terkendali

    Harga TBS Sawit Terjun Tak Terkendali

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun drastis menjadi Rp 2.000 hingga Rp 1.000 per kg di tingkat petani di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera Utara. Hal itu imbas dari larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng oleh Presiden Jokowi yang akan diberlakukan sejak 28 April 2022 sampai dengan […]

expand_less