Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Generasi Hari Ini Rusak: Salah Siapa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo, anak penjabat Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo, terhadap David, putra dari salah satu pengurus pusat GP Anshor. Kasus ini menyita banyak perhatian masyarakat termasuk para petinggi negeri ini. Salah satunya Menko Polhukam Mahfud Md, dimana beliau menegaskan bahwa negara akan tetap menyeret Mario ke pengadilan. Karena Mario Dandy merupakan tersangka kasus penganiayaan terhadap David. Bukan hanya itu saja, Mahfud juga mengaku tak habis pikir ada anak pejabat pajak yang tega menganiaya seseorang hingga koma. Jadi, menurut Mahfud, orang tua Mario, yakni Rafael juga harus bertanggungjawab atas tindakan sang anak.(krjogja.com, 24/02/23)

Sebagaimana yang disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rohika Kurniadi Sari mengatakan bahwa masih banyak anak Indonesia yang mendapatkan pola pengasuhan tidak layak. Padahal, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 telah mengamanatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang layak dari orangtuanya. Karena pengasuhan yang tidak layak akan menimbulkan perasaan mudah tersinggung dan mudah putus asa bagi anak. Bahkan, dapat mengakibatkan anak memiliki daya juang yang lemah. Jadi, dalam hal ini, orangtua harus tahu bahwa mereka memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk memberikan pengasuhan yang baik, termasuk memberi semangat, pujian, menghargai waktu, dan lain sebagainya.(kemenpppa.go.id, 02/04/22)

Jadi, Salah satu hal yang dikaitkan dengan perilaku buruk anak adalah kesalahan pola asuh dalam keluarga. Hal ini dapat terjadi karena ketidaksiapan dalam berperan sebagai orangtua. Peran ini adalah satu keniscayaan, sehingga seharusnya menjadi bagian dalam kurikulum pendidikan dalam semua jenjang pendidikan. Namun saat ini hal tersebut justru tidak didapatkan dalam sistem pendidikan Indonesia. Kesadaran akan pentingnya ilmu menjadi orang tua malah menjadi salah satu peluang bisnis dalam pengaruh kapitalisme.

Begitulah memang karena kita hidup dalam pengaruh kapitalisme ini, semua yang diperlukan masyarakat dijadikan sebagai jalan mengumpulkan pundi-pundi uang. Padahal negara harusnya menyediakan sarana edukasi gratis untuk rakyatnya agar kelak mereka bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Dan harusnya negara juga memberikan pendidikan gratis yang layak untuk anak-anak agar mereka menjadi manusia yang bertakwa, bukan manusia yang hedon seperti yang kita lihat hari ini.

Dan hari ini juga dapat kita saksikan makin banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemuda, hal ini dapat menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini. Mulai dari gagalnya sistem pendidikan membentuk anak didik yang beriman bertakwa dan berakhlak mulia, lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat. Semua itu adalah buah dari kehidupan yang terpengaruh sekulerisme, yang menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu.

Sedangkan Islam memahami peran penting orang tua dalam mendidik generasi. Oleh karena itu Islam memiliki tuntunan bagaimana menjadi orang tua, tidak saja dalam menyiapkan anak untuk mengarungi kehidupan di dunia, namun juga agar selamat di akhirat. Tuntunan tersebut akan diintegrasikan dalam sistem pendidikan mengingat setiap orang, laki-laki atau perempuan akan menjadi orang tua. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang Islam bebankan kepada negara, karena Islam menyadari pentingnya generasi dalam membangun peradaban yang mulia. Dan Islam juga menjadikan akidah Islam sebagai asas seluruh aspek kehidupan, sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dipanen di akhirat kelak. Hal ini akan menjaga setiap individu untuk selalu menjaga perilaku selalu sesuai dengan aturan Allah dan RasulNYa.  Islam juga mewajibkan masyarakat dan negara sebagai pilar yang menjaga umat selalu dalam kebaikan.

Jadi, untuk menjadikan generasi muda hari ini menjadi pribadi yang baik dalam berperilaku dan unggul dalam dunia pendidikan, kita butuh sistem Islam kaffah. Karena dengan diterapkannya sistem Islam kaffah maka akan muncul ulama-ulama hebat seperti Imam Asy-Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Anas bin Malik, Hasan al-Bashry, ‘Urwah bin Zubeir, Hasan bin Shalih bin Hayai, dll. Serta akan muncul ilmuwan-ilmuwan hebat pula seperti Al Khawarizmi, Al Battani, Al Haitsam, Al Jazari, Ar Razi, dll. Dimana mereka bukan hanya pemikir tapi mereka adalah hamba yang taat kepada perintah Allah. Semua yang mereka lakukan juga semata-mata untuk agama Allah.

Wallahu’alam Bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

    MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Majelis Muslimin Indonesia (MMI) kembali mendesak Hulman Sitorus dilengserkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pematangsiantar periode 2010-2015, karena diduga memilik ijazah palsu. Desakan ini disampaikan ratusan massa MMI saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Pematangsiantar Jalan H Adam Malik, Senin 14 Februari 2011. Kedatangan massa ini dengan membawa spanduk dan […]

  • FKDT Dukung Penyaluran Insentif Guru Madrastah Libatkan Perbankan

    FKDT Dukung Penyaluran Insentif Guru Madrastah Libatkan Perbankan

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rencana Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyalurkan insentif guru-guru madrastah melalui bank mendapat persetujuan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Madina. Ketua FKDT Madina Najamuddin Nasution, AMd didampingi Sekretaris FKDT Madina Muhammad Ludfan Nasution, SSos menyampaikan kepada wartawan, Jum’at (29/5) persetujuan atas teknis penyaluran insentif itu dengan mempertimbangkan alasan pencegahan tumpang-tindih […]

  • Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari :  Jumat, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 19 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132001419 DEWI AGUSTINA SIHOMBING 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • Pelantikan Oji Ganding Menjadi Anggota DPRD Masih Belum Jelas

    Pelantikan Oji Ganding Menjadi Anggota DPRD Masih Belum Jelas

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding di DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk pelantikan dan pengambilan sumpah menjadi anggota DPRD Madina besok Selasa (2/9/2014) masih belum jelas. Oji Ganding masih menghadapi kendala izin keluar dari Lembaga Pemasayarakatan Sipapaga Panyabungan, sebab hingga malam ini pihak penjara mengaku belum ada menerima permohonan izin […]

  • Pengurusan KTP Gratis

    Pengurusan KTP Gratis

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera mengurus dokumen kependudukan, khususnya Kartu Tanda Pendududk (KTP), untuk ketertiban administasi. Saat ini, mengurus dokumen kependudukan tidak dibebankan biaya atau gratis. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Paluta Susanna Hannum Daulay mengatakan, saat ini […]

expand_less