Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Generasi Hari Ini Rusak: Salah Siapa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo, anak penjabat Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo, terhadap David, putra dari salah satu pengurus pusat GP Anshor. Kasus ini menyita banyak perhatian masyarakat termasuk para petinggi negeri ini. Salah satunya Menko Polhukam Mahfud Md, dimana beliau menegaskan bahwa negara akan tetap menyeret Mario ke pengadilan. Karena Mario Dandy merupakan tersangka kasus penganiayaan terhadap David. Bukan hanya itu saja, Mahfud juga mengaku tak habis pikir ada anak pejabat pajak yang tega menganiaya seseorang hingga koma. Jadi, menurut Mahfud, orang tua Mario, yakni Rafael juga harus bertanggungjawab atas tindakan sang anak.(krjogja.com, 24/02/23)

Sebagaimana yang disampaikan oleh Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rohika Kurniadi Sari mengatakan bahwa masih banyak anak Indonesia yang mendapatkan pola pengasuhan tidak layak. Padahal, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 telah mengamanatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang layak dari orangtuanya. Karena pengasuhan yang tidak layak akan menimbulkan perasaan mudah tersinggung dan mudah putus asa bagi anak. Bahkan, dapat mengakibatkan anak memiliki daya juang yang lemah. Jadi, dalam hal ini, orangtua harus tahu bahwa mereka memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk memberikan pengasuhan yang baik, termasuk memberi semangat, pujian, menghargai waktu, dan lain sebagainya.(kemenpppa.go.id, 02/04/22)

Jadi, Salah satu hal yang dikaitkan dengan perilaku buruk anak adalah kesalahan pola asuh dalam keluarga. Hal ini dapat terjadi karena ketidaksiapan dalam berperan sebagai orangtua. Peran ini adalah satu keniscayaan, sehingga seharusnya menjadi bagian dalam kurikulum pendidikan dalam semua jenjang pendidikan. Namun saat ini hal tersebut justru tidak didapatkan dalam sistem pendidikan Indonesia. Kesadaran akan pentingnya ilmu menjadi orang tua malah menjadi salah satu peluang bisnis dalam pengaruh kapitalisme.

Begitulah memang karena kita hidup dalam pengaruh kapitalisme ini, semua yang diperlukan masyarakat dijadikan sebagai jalan mengumpulkan pundi-pundi uang. Padahal negara harusnya menyediakan sarana edukasi gratis untuk rakyatnya agar kelak mereka bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Dan harusnya negara juga memberikan pendidikan gratis yang layak untuk anak-anak agar mereka menjadi manusia yang bertakwa, bukan manusia yang hedon seperti yang kita lihat hari ini.

Dan hari ini juga dapat kita saksikan makin banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemuda, hal ini dapat menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini. Mulai dari gagalnya sistem pendidikan membentuk anak didik yang beriman bertakwa dan berakhlak mulia, lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat. Semua itu adalah buah dari kehidupan yang terpengaruh sekulerisme, yang menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu.

Sedangkan Islam memahami peran penting orang tua dalam mendidik generasi. Oleh karena itu Islam memiliki tuntunan bagaimana menjadi orang tua, tidak saja dalam menyiapkan anak untuk mengarungi kehidupan di dunia, namun juga agar selamat di akhirat. Tuntunan tersebut akan diintegrasikan dalam sistem pendidikan mengingat setiap orang, laki-laki atau perempuan akan menjadi orang tua. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang Islam bebankan kepada negara, karena Islam menyadari pentingnya generasi dalam membangun peradaban yang mulia. Dan Islam juga menjadikan akidah Islam sebagai asas seluruh aspek kehidupan, sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dipanen di akhirat kelak. Hal ini akan menjaga setiap individu untuk selalu menjaga perilaku selalu sesuai dengan aturan Allah dan RasulNYa.  Islam juga mewajibkan masyarakat dan negara sebagai pilar yang menjaga umat selalu dalam kebaikan.

Jadi, untuk menjadikan generasi muda hari ini menjadi pribadi yang baik dalam berperilaku dan unggul dalam dunia pendidikan, kita butuh sistem Islam kaffah. Karena dengan diterapkannya sistem Islam kaffah maka akan muncul ulama-ulama hebat seperti Imam Asy-Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Anas bin Malik, Hasan al-Bashry, ‘Urwah bin Zubeir, Hasan bin Shalih bin Hayai, dll. Serta akan muncul ilmuwan-ilmuwan hebat pula seperti Al Khawarizmi, Al Battani, Al Haitsam, Al Jazari, Ar Razi, dll. Dimana mereka bukan hanya pemikir tapi mereka adalah hamba yang taat kepada perintah Allah. Semua yang mereka lakukan juga semata-mata untuk agama Allah.

Wallahu’alam Bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urang Burok di HUT RI ke-70

    Urang Burok di HUT RI ke-70

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dua murid Sekolah Dasar Desa Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan turut ambil bagian memakai pakaian “Urang Borok” dalam karnaval peringatan HUT RI ke-70 di Jl. Willem Iskander, Panyabungan, Mandailing Natal. Urang Burok atau Orang Buruk merupakan atraksi berpakaian memakai berbagai jenis daun-daunan sebagai pengganti busana dari kaki hingga topeng menutupi kepala. Atraksi Urang Burok ini […]

  • Madina Raih Anugrah Parahita Ekapraya 2020

    Madina Raih Anugrah Parahita Ekapraya 2020

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditetapkan sebagai daerah penerima Anugrah Parahita Ekapraya 2020. Anugrah itu ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Berdasar evaluasi Kementerian PPAP, Madina dan sejumlah provinsi, kabupaten kota dinilai berhasil mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Penghargaan ini dapat dikatakan suatu rekor, karena sepanjang […]

  • Atika Minta Gubernur Bantu Peremajaan Karet Rakyat di Madina

    Atika Minta Gubernur Bantu Peremajaan Karet Rakyat di Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meremajakan karet rakyat di Madina. Permintaan itu disampaikan Atika di hadapan Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi di Bangkelang, Batang Natal, Mandailing Natal, Selasa (11/10/2022) pada pertemuan dengan rakyat setempat. Atika menyatakan, peremajaan perkebunan karet rakyat menjadi sangat penting […]

  • Pemkab Madina Upayakan Menaikkan Insentif Guru Madrasah

    Pemkab Madina Upayakan Menaikkan Insentif Guru Madrasah

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) saat ini berupaya meningkatkan insentif bagi guru-guru MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). “Ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik,” kata Wakil Bupati Madina,  Atika Azmi Utammi saat meresmikan ruang belajar dan kantor baru madrasah Guppi, Desa Lumban Dolok,  Kecamatan Siabu, Madina, pada Senin, (4/10-2021). “Kami sedang berupaya […]

  • Ada Tiang Listrik Milik PLN Ditengah Pembangunan Jalan bernilai 1,5 M di Desa Pagur

    Ada Tiang Listrik Milik PLN Ditengah Pembangunan Jalan bernilai 1,5 M di Desa Pagur

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ditengah gencarnya niat baik Pemda Madina dalam menuntaskan proyek infrastruktur jalan, ada saja yang kurang mendukung. Aneh nya itu dari  perusahaan pemerintah sendiri. Di Kecamatan Panyabungan Timur, tepatnya di Desa Pagur Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Pemkab lewat dinas PUPR nya sedang melakukan pengaspalan jalan dengan nama pekerjaan paket proyek […]

  • Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Musim panas tahun 1991, Aisha Roberson menemukan ajaran Kristen di dalam Alquran. Ini dilakukannya selama dua tahun, sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah. “Aku menemukan kebenaran dalam Alquran. Aku baca surat Al-Maidah ayat 82-85. Ini menguatkan kerinduanku menjadi Muslim,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (20/11). Aisha mengalami perubahan drastis dalam hidupnya selama menjalani […]

expand_less