Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Golkar pasca Amru “Mau dibawa kemana”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
  • print Cetak

Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar telah solid mengarah pada satu calon yaitu pasangan nomor 5 yakni pasangan Arsyad-Azwar yang notabene-nya bukanlah sebagai penggerak dan yang berkecimpung dalam wilayah politik golkar di Madina. Lalu kemana suara pendukung setia Golkar selama ini?
Membaca peta politik seperti berhitung matematika kuadrat, hasil yang akan dihitung tetap berdasar pada hasil persamaan dan hasil pembagi. Dari kebanyakan yang terjadi dalam sebuah internal partai faktor dominan persamaan adalah karena keberhasilan dominasi pada pemerintahan. Suka atau tidak nama besar partai golkar di madina adalah bukan hanya karena nama “besar” bupatinya sebagai ketua umumnya.Hasil pembagi-nya adalah kepercayaan pemilih yang mulai beranjak “cerdas” tidak lagi sekedar ikut ikutan. Seterusnya aspek kepentingan yang utama menjadi stagnan dan fragmatis, golkar tidak bisa berjalan tanpa didukung secara internal dan dana yang cukup untuk bisa memenangkan hasil pilkada madina 2010. Para pendukung partai golkar yang selama ini didukung penuh oleh kekuasaan menjadi seperti kebingungan. Di satu sisi mendukung arsyad-azwar sebagai bupati pilhan dan sisi lain terdorong ke pasangan lain yang memanfaatkan ketidak tahuan(kurang sosialisasi) subjektif pilihannya
Kembali lagi ke kenyataan metamorfosis opportunis dari masyarakat madina yang cenderung memilih kekuatan politik”nama besar” sebagai pilihan utama dan tidak terlepas juga dari tujuan uang sebagai asaz pendorong. Dan sementara para politisi menganggap kekuasaan sebagai tujuan utama pencapaian pribadi, bukan atas nama rakyat seperti yang didengung-dengungkan ketika kampanye. Saya tidak heran dengan politik opportunis ini, setiap ada kesempatan harus bisa dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Ada pencalonan menjadi anggota dewan, banyak yang bisa menang karena kecukupan modal. Ada pencalonan menjadi bupati, mencari jaring kesempatan dengan uang, lalu yang tidak punya uang tinggalkan saja.
Sulit dipungkiri, Madina yang semestinya madani ini tengah menghadapi persoalan serius terkait merosotnya moralitas dan tanggung jawab para elite hampir di semua tingkat. Ironisnya, para elite yang memperoleh mandat politik cenderung ”masa bodoh” karena mata hatinya tertutup kekuasaan meskipun ada juga yang ingin berubah menjadi lebih baik.
Yang jelas Golkar sebagai partai besar jika tidak ingin “ngadat” harus segara berbenah diri menjadi ‘saudara tua” yang bijak untuk menjaring aspirasi dan mungkin harus menjadi oposisi bukan menjadi oportunis.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madina: PT M3 Rugikan Negara 500 Milyar

    DPRD Madina: PT M3 Rugikan Negara 500 Milyar

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jenis izin tambang yang dikantongi PT. Madina Madani Mining (M3) dengan aplikasi di lapangan diduga tak sama menyebabkan negara dirugikan sekitar 500 juta rupiah. “Seperti permasalahan IUP, yang awalnya diduga hanya berupa izin Bauksit, namun perusahaan itu telah memproduksi emas, sehingga PT M3 melakukan penambangan yang tidak sesuai dengan izin yang […]

  • Pemkab Madina Minta Perbaikan Puluhan Jaringan Irigasi

    Pemkab Madina Minta Perbaikan Puluhan Jaringan Irigasi

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta pemerintah membantu perbaikan dan pembangunan 58 jaringan irigasi di Madina. Itu dicuatkan Atika kala menghadiri rapat koordinasi bidang pangan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (21/1/2025). Rapat bertajuk Pelaksanaan Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian Program Swasembada […]

  • Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Diva kontroversial ini tengah mempelajari kitab suci Al Quran. Ketertarikannya kepada Al Quran, didasari karena Madonna penasaran dengan kehidupan pribadi sang kekasih, Brahim Zaibat, yang merupakan seorang Muslim. Dilansir dari Nation, Madonna yang berlatar belakang dari keluarga Katolik, diketahui saat ini menganut Kabbahlah (aliran Yahudi). Janda Guy Ritchie itu hanya tahu sedikit tentang sejarah Islam […]

  • Geng motor kembali merampas

    Geng motor kembali merampas

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Untuk kesekian kalinya, komplotan geng motor kembali beraksi di Medan. Aksi kali ini adalah melakukan perampasan sepeda motor M Ikhsan (25) warga Jalan Rahmadsyah Gang Silahturahmi Kelurahan Kota Matsum II Kecamatan Medan Area. Aksi perampasan sepeda motor korban Yamaha Mio BK 2406 MDR warna putihterjadi di Jalan HM Yamin Simpang Jalan Sentosa Baru, […]

  • Di Madina, Dana Desa Telah Gagal Membangun Ekonomi Desa

    Di Madina, Dana Desa Telah Gagal Membangun Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa di Mandailing Natal sejauh ini telah gagal membangun perekonomian warga desa. Indikasi kegagalan itu berdasar data pengalokasian yang menunjukkan mayoritas pemerintah desa di Mandailing Natal (Madina) masih fokus menetapkan Dana Desa di sektor pemukiman, baik pembangunan gang pemukiman atau parit gang pemukiman. “Hanya ada satu dua desa […]

  • Pecatur Cilik Madina Raih Juara II O2SN Sumatera Utara

    Pecatur Cilik Madina Raih Juara II O2SN Sumatera Utara

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Abdul Aziz pelajar kelas IV SD Negeri 108 Desa Aek Mata, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) meraih juara II turnamen catur pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasiona (O2SN) tingkat Provinsi Sumataera Utara. Ini membuktikan Madina memiliki bibit-bibit pecatur yang potensial. Raihan juara II itu disabet Abdul Aziz pada laga final melawan pecatur dari […]

expand_less