Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Harga Pangan Meroket di Awal Ramadhan, Dimana Peran Negara?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Nuraty, S.Pd
Anggota Komunitas Madina Menulis

Meroketnya harga pangan bukan sesuatu yang tabu di tengah-tengah masyarakat. Karena kejadian ini setiap tahunnya berulang terjadi menjelang dan di tengah bulan Ramadhan. Hal ini terjadi dikarenakan permintaan terhadap barang tersebut cukup tinggi di pasar, jadi seolah-olah hal yang dimaklumi apabila terjadi kenaikan harga.

Deputi Kajian dan Advokasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Taufik Ariyanto melaporkan hasil pantauan harga pangan yang mengalami lonjakan di awal Ramadhan ini. Kenaikan harga umumnya terjadi untuk komoditas daging, ayam, cabai, sapi, bawang, hingga telur. (merdeka.com,16/4/2021)

Dan dikabarkan juga dari media yang berbeda, berita yang sama. Lutfi memaparkan, jika merujuk pada data sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok (SP2KP), memang terdapat kenaikan harga secara bulanan pada beberapa komoditas. Data menunjukkan, antara 11 Februari 2021 dan 12 Maret 2021 harga beras premium naik 0,31 persen secara bulanan dan minyak goreng curah naik 1,43 persen secara bulanan.

Beberapa komoditas lain bahkan naik lebih dari lima persen secara bulanan. Di antaranya cabai rawit merah yang rata-rata di kisaran Rp74.607 per kg pada 11 Februari menjadi Rp96.247 per kg atau naik 22,48 persen, bawang merah naik 11,54 persen dari Rp30.457 per kg menjadi Rp34.430 per kg, dan bawang putih Honan yang naik 5,06 persen dari Rp26.822 per kg menjadi Rp28.252 per kg (indonesia.go.Id 19/3/21).

Dalam negara yang menganut sistem kapitalis saat ini, fakta yang terjadi di lapangan karena amburadulnya pengaturan sektor pangan menyebabkan persoalan tak kunjung selesai. Telah nyata, lonjakan harga pangan semakin menambah berat beban hidup rakyat.

Apalagi pada masa wabah saat ini, dengan daya beli yang makin menurun, rakyat dihadapkan dengan harga pangan yang terus meroket. Sayangnya, kebijakan untuk mengatasi dan mengantisipasi hanya setengah hati. Tidak tampak keseriusan untuk mengurai akar masalah yang sesungguhnya. Maka, wajar saja problem pangan tak berkesudahan, lantaran negara memposisikan diri sebagai regulator, sedangkan operatornya adalah korporasi.

Sungguh, peran negara yang dominan dan berpihak pada umat akan membuat rakyat sejahtera. Sebab, negara telah menjamin kebutuhan pokok rakyatnya. Umat akan menjalani ibadah di bulan Ramadhan ini dengan khusyuk tanpa dibebani ketakutan tak mampu membeli bahan makanan.

Sungguh, hanya syariat Islam dalam bingkai daulah  yang mampu mewujudkan ketenangan di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menegaskan,

Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Ahmad, Bukhari) 

Dalam hadis lainnya, “Khalifah itu laksana perisai tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR Muslim).[9]. 

Artinya, pemerintahanlah yang bertanggungjawab mengurusi seluruh hajat rakyat. Apalagi pangan merupakan kebutuhan asasi yang pemenuhannya harus dijamin oleh negara.

Wallahu ‘alam bish shawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Arsitektur Rumah di Mandailing

    Jejak Arsitektur Rumah di Mandailing

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah tua berumur lebih satu abad masih dapat ditemukan di kawasan Mandailing. Meski tak banyak lagi. Rumah-rumah tua itu menjadi jejak peninggalan arsitektur perumahan penduduk Mandailing masa lampau. Rumah berkolong tinggi, tiang-tiangnya yang kokoh, dinding bertulang kuat, atap menjulang. Beberapa rumah tua itu terdapat di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Belum […]

  • Tiga Kecamatan di Madina Rentan Rawan Pangan

    Tiga Kecamatan di Madina Rentan Rawan Pangan

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Tiga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) rentan rawan pangan, yaitu Kecamatan Panyabungan Timur, Muara Batang Gadis dan Muara Sipongi. Hal itu sesuai dengan hasil survei Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumatra Utara dan Badan Ketahanan Pangan Madina. Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhendra Ritonga, kepada MedanBisnis, di ruang kerjanya, usai mengikuti […]

  • Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keluarga Sutan Naposo mendiami  Sungai Kelang dan menemui titik tempat pertemuan 2 sungai yang merupakan tempat yang ideal bagi orang-orang Mandailing untuk membuka penempatan baru. Tempat tersebut merupakan tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak (kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia). Kawasan begini dipanggil ‘muara’ dalam bahasa Mandailing. Jika kita tinjau dan kaji kembali, orang-orang […]

  • Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kejari Madina menetapkan dua tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran dan kegiatan tahun 2012 di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Madina. Salah seorang diantaranya Kadis Kelautan dan Perikanan. Namun Kejari belum memperjelas Kadis yang menjabat sekarang atau sebelumnya. “Tersangka sudah ada, yang ditetapkan dua orang. Cuma identitasnya belum bisa kita publikasikan, karena […]

  • Pelajar Terbaik Dapat Kado Di Hut Madina

    Pelajar Terbaik Dapat Kado Di Hut Madina

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Memperingati HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-14, pemerintah daerah memberikan pengghargaan kepada putra putri Madina yang telah menoreh prestasi dan mengharumkan nama daerahnya dalam bidang pendidikan. Bupati Madina, Hidayat Batubara langsung yang menyerahkan hadiah dan piagam kepapa para pelajar di ruang paripurna DPRD Madina, Jum’at (8/3) didampingi Wakil Ketua DPRD Madina, […]

  • Majalah Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh, Bukti Demokrasi  Barat Itu Bobrok!

    Majalah Charlie Hebdo Kembali Bikin Heboh, Bukti Demokrasi Barat Itu Bobrok!

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pencetakan ulang kartun Nabi Muhammad oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo, menuai kecaman dari puluhan ribu orang di seluruh Pakistan. Dalam aksi protes, Jumat (4/9/2020), warga Pakistan menyerukan boikot produk dari Prancis. Aksi protes itu digagas oleh partai islam garis keras Pakistan, Tehreek-e-Laibak Pakistan (TLP). Selain di […]

expand_less