Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Hilangnya Pelindung Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Ibu Peduli Generasi

 

Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berpikir.” (Imam Syafi’i)

Biadab! Inilah kata-kata yang pantas disematkan terhadap orang yang tega menyiksa dan membunuh darah dagingnya sendiri. Seperti yang baru-baru ini viral di jagat maya. Aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di satu rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang (02/10).

Kekerasan suami terhadap istri atau ayah terhadap anak sering terjadi. Hal ini menunjukkan hilangnya fungsi qawwamah pada laki-laki. Sejatinya suami atau ayah adalah orang yang pertama menjadi benteng untuk mendapatkan kenyamanan dan pembelaan oleh anggota keluarganya. Bukan menjadi momok yang menakutkan.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab, mulai dari tingginya beban hidup, gaya hidup buruk, dan lemahnya kemampuan mengendalikan diri.

Tingginya beban hidup terus meningkat sementara lapangan pekerjaan sulit didapatkan. Ditambah gaya hidup yang serba tinggi sedangkan kemampuan tidak memadai. Yang lebih parah adalah rendahnya taraf berfikir waras karena keimanan tidak dimiliki. Akhirnya mengambil jalan pintas yang salah hingga berakibat fatal.

Mesti ada perhatian serius dari semua pihak akan kasus-kasus seperti ini agar tidak terjadi lagi. Data yang tercatat hingga Oktober 2022 oleh Kemen PPPA ada 18.621 kasus KDRT di Indonesia, angka yang sangat fantastis dan sangat mencengangkan. Begitu hancurnya tatanan rumahtangga di negeri ini, anak-anak yang menjadi korban pun otomatis terus meningkat.

Sebenarnya ini bukan hanya persoalan individual, namun persoalan sistemik. Akibat sistem yang diterapkan berasal dari akal manusia maka solusi yang diberikan juga tidak akan mampu menyelesaikannya. Tidak dapat pula hanya solusi tambal sulam yang diterapkan, misal hanya berkutat memperbaiki akhlak dan perbaikan individu tidak cukup. Harus ada perbaikan dari semua lini kehidupan. Mulai dari tatanan individu, rumah tangga, masyarakat juga sistem kenegaraan.

Hanya sistem islam yang mampu memberikan solusi tuntas atas persoalan semacam ini secara mendasar dan  menyeluruh. Islam akan memberikan pengaturan dan pengarahan bagaimana semestinya hak dan kewajiban suami istri. Sistem Islam juga memberikan solusi atas permasalahan ekonomi yang dialami rakyatnya dengan menjamin seluruh kebutuhan dasar, sekunder hingga tersier dengan memastikan barang kebutuhan tersedia dengan cukup.

Tak lupa pula Islam menjamin kesehatan, pendidikan dan keamanan setiap warga negaranya, dengan cara pengelolaan sumber daya alam secara mandiri untuk kepentingan rakyat, bukan untuk para elit tertentu.

Penerapan hukum yang salah akan melahirkan berjuta masalah. Yaitu penerapan sistem sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan akar masalahnya. Sudah saatnya kembali pada sistem Islam yang berasal dari pencipta alam semesta beserta isinya, dengan cara memahamkannya dari akar hingga daun keseluruh manusia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segini Harga Gas LPG 3kg Sesuai Perbup Madina dan Wilayah nya

    Segini Harga Gas LPG 3kg Sesuai Perbup Madina dan Wilayah nya

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Di Tahun 2025 Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas 3 kilo gram LPG Kabupaten Mandailing Natal bervariasi. Belum ada kenaikan harga mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup). Mengacu pada Perbup Madina Tahun 2023 di Tahun 2025 HET Gas Elpiji 3kg masih harga lama. Kata Zainan Nur Kabid Pengembangan Perdagangan melalui Wanni selaku […]

  • Songon Abu Naiombus Ni Angin Do Katuk

    Songon Abu Naiombus Ni Angin Do Katuk

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na nisuratkon: Saad Lubis Mardonok-donok waktuna nangkan nagiot mamili wakil-wakil rakyat ima di 9 April 2014 mur-situtu kombur ni jolma di lopo kopi, adong mandokon ulang ipili caleg na mambagi-bagi epeng, adong muse mandokon angkon namambagi-bagi epengdo caleg nai anso ipili, adong muse mandokon anggo naadong caleg namamabagi-bagi epeng angkon itarimodo, tai ipili sanga ise […]

  • Bersama Bupati Madina, DEMA STAIN Bahas Peran Mahasiswa dalam Lingkungan, Pendidikan dan Pertanian

    Bersama Bupati Madina, DEMA STAIN Bahas Peran Mahasiswa dalam Lingkungan, Pendidikan dan Pertanian

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal melaksanakan audiensi resmi dengan Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bertempat di ruang kerja Bupati. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah isu strategis di Mandailing Natal, mencakup lingkungan, pendidikan, serta sektor pertanian. Ketua DEMA […]

  • Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

    Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Menurut saya, kondisi Sibanggor Julu kini sangat tidak beres. Dibutuhkan kedatangan tim ahli indevenden pengukur zat hidrogen-sulfur di sana. Pengundangan tim ahli itu sebisanya diinisiasi DPRD Mandailing Natal. Jika DPRD Mandailing Natal enggan maka DPRD Sumatera Utara harus berinisiasi. Alasan saya : di Sibanggor Julu banyak indikasi-indikasi keterancaman tubuh penduduk yang […]

  • Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mandailing Natal, Parlin Lubis menyatakan bahwa pendirian tower mini T-20 di atas salah satu ruko di kompleks Madina Square, Panyabungan belum memiliki izin. “Sampai sekarang ini tower tersebut belum memiliki izin, dan kita baru menerima permohonan izin mereka semalam, namun tidak kita proses akibat dari […]

  • Honor Tak Cair 3 Bulan, Pegawai PU Unjuk Rasa

    Honor Tak Cair 3 Bulan, Pegawai PU Unjuk Rasa

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 50 pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina) melakukan unjuk rasa ke kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, Jum’at (2/8/2013) terkait tunjangan dan honor yang tak dibayar 3 bulan. “Dana tunjangan tidak cair sudah 2 bulan,” ujar salah seorang PNS. Sementara para […]

expand_less