Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Hilangnya Pelindung Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Ibu Peduli Generasi

 

Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berpikir.” (Imam Syafi’i)

Biadab! Inilah kata-kata yang pantas disematkan terhadap orang yang tega menyiksa dan membunuh darah dagingnya sendiri. Seperti yang baru-baru ini viral di jagat maya. Aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di satu rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang (02/10).

Kekerasan suami terhadap istri atau ayah terhadap anak sering terjadi. Hal ini menunjukkan hilangnya fungsi qawwamah pada laki-laki. Sejatinya suami atau ayah adalah orang yang pertama menjadi benteng untuk mendapatkan kenyamanan dan pembelaan oleh anggota keluarganya. Bukan menjadi momok yang menakutkan.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab, mulai dari tingginya beban hidup, gaya hidup buruk, dan lemahnya kemampuan mengendalikan diri.

Tingginya beban hidup terus meningkat sementara lapangan pekerjaan sulit didapatkan. Ditambah gaya hidup yang serba tinggi sedangkan kemampuan tidak memadai. Yang lebih parah adalah rendahnya taraf berfikir waras karena keimanan tidak dimiliki. Akhirnya mengambil jalan pintas yang salah hingga berakibat fatal.

Mesti ada perhatian serius dari semua pihak akan kasus-kasus seperti ini agar tidak terjadi lagi. Data yang tercatat hingga Oktober 2022 oleh Kemen PPPA ada 18.621 kasus KDRT di Indonesia, angka yang sangat fantastis dan sangat mencengangkan. Begitu hancurnya tatanan rumahtangga di negeri ini, anak-anak yang menjadi korban pun otomatis terus meningkat.

Sebenarnya ini bukan hanya persoalan individual, namun persoalan sistemik. Akibat sistem yang diterapkan berasal dari akal manusia maka solusi yang diberikan juga tidak akan mampu menyelesaikannya. Tidak dapat pula hanya solusi tambal sulam yang diterapkan, misal hanya berkutat memperbaiki akhlak dan perbaikan individu tidak cukup. Harus ada perbaikan dari semua lini kehidupan. Mulai dari tatanan individu, rumah tangga, masyarakat juga sistem kenegaraan.

Hanya sistem islam yang mampu memberikan solusi tuntas atas persoalan semacam ini secara mendasar dan  menyeluruh. Islam akan memberikan pengaturan dan pengarahan bagaimana semestinya hak dan kewajiban suami istri. Sistem Islam juga memberikan solusi atas permasalahan ekonomi yang dialami rakyatnya dengan menjamin seluruh kebutuhan dasar, sekunder hingga tersier dengan memastikan barang kebutuhan tersedia dengan cukup.

Tak lupa pula Islam menjamin kesehatan, pendidikan dan keamanan setiap warga negaranya, dengan cara pengelolaan sumber daya alam secara mandiri untuk kepentingan rakyat, bukan untuk para elit tertentu.

Penerapan hukum yang salah akan melahirkan berjuta masalah. Yaitu penerapan sistem sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan akar masalahnya. Sudah saatnya kembali pada sistem Islam yang berasal dari pencipta alam semesta beserta isinya, dengan cara memahamkannya dari akar hingga daun keseluruh manusia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Tahan Bayi Oleh RSU Panyabungan, Menuai Sorotan

    Kebijakan Tahan Bayi Oleh RSU Panyabungan, Menuai Sorotan

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sikap RSU Panyabungan yang menahan bayi dan ibunya gara-gara tak punya uang Rp. 300.000 biaya persalinan, mendapat rekasi dari partai politik. Ketua PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada Mandailing Online, Kamis (18/2) menyayangkan kebijakan manajemen RSU Panyabungan yang notabene rumah sakit milik pemerintah kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Jika benar gara-gara 300.000 […]

  • Ridwan Rangkuti: Bupati Tidak Dapat Membubarkan Badan Pemangku Adat

    Ridwan Rangkuti: Bupati Tidak Dapat Membubarkan Badan Pemangku Adat

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) tidak dapat membubarkan atau membekukan kepengurusan Badan Pemangku Adat (BPA) karena BPA adalah organisasi yang tumbuh dari unsur raja-raja adat dari berbagai marga-marga di seluruh wilayah Mandailing. Itu dikatakan Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti SH.MH, Jum’at (14/11/2014), berpijak pada ketentuan Permendagri Nomor […]

  • Jangan Salahgunakan Proses Marpangir

    Jangan Salahgunakan Proses Marpangir

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Bagi umat Islam sudah menjadi kebiasaan atau tradisi menggelar mandi taubat atau Marpangir istilah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Namun, entah apa yang terjadi atau mungkin dampak kemajuan zaman atau semakin menurunnya akidah dan akhlak umat sehingga akhir-akhir ini banyak ditemui tradisi marpangir terkesan mengarah pada hura-hura bahkan […]

  • Demokrat Proses Pemecatan Bupati Mandailing Natal
    Tak Berkategori

    Demokrat Proses Pemecatan Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                    JAKARTA – Partai Demokrat meminta Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara mengundurkan diri dari jabatannya di partai berlambang bintang mercy. Pasalnya, Bupati yang juga Politisi Demokrat telah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Beliau harus mengundurkan diri sesuai pakta integritas,” kata Wasekjen Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Jakarta, […]

  • Mantan Kapolri Jenderal Kunarto Tutup Usia

    Mantan Kapolri Jenderal Kunarto Tutup Usia

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Purn) Kunarto meninggal dunia di Rumah Sakit Internasional Surabaya, Rabu pada pukul 04.00 WIB. “Rencananya almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Rabu 28 September 2011. Almarhum Kunarto adalah […]

  • Atlit Madina Raih 9 Medali Kegiatan Pospedasu di Medan
    Tak Berkategori

    Atlit Madina Raih 9 Medali Kegiatan Pospedasu di Medan

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Atlit Kabupaten Mandailing Natal, berhasil meraih 9 medali dengan rincian, 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu dalam acara Pekan Olah Raga dan Seni Daerah Sumatera Utara (Pospedasu) ke V antara Pondok Pesantren yang dilaksanakan di Medan mulai tanggal 26-28 April 2013. “Alhamdulillah Madina berhasil meraih 2 emas, 3 perak dan 4 […]

expand_less