Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Julia Sitanggang, S.Pd
Karyawan swasta, anggota Majelis Taklim Islam Kaffah, tinggal di Tapanuli Tengah

 

Pendidikan adalah cara untuk mengangkat kelas sosial. Di sisi lain, pendidikan juga menjadi dasar pembangunan negara-negara maju.

Namun faktanya, masih banyak anak muda di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya universitas. (Sumber MEDIA JABODETABEK)

Kita lihat sekarang banyak lembaga yang memang membuat suatu ajang pendidikan, tapi hanya membuat anak didik nntuk jadi cikal bakal kemajuan dalam hal tenaga kerja, bukan mendapatkan pendididikan yang tinggi tapi malah dijadikan sebagai buruh tenaga kerja yang ujungnya anak akan hanya akan memikirkan kesuksesan masalah finansial saja, tanpa memikirkan masa depan kesuksesan akhirat yang kekal abadi nantinya. 

Apalagi di era zaman sekarang yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, jadilah budak dunia yang senantiasa haus akan kenikmatan duniawi. Na’udzubillaah

Orangtua dan anak seakan kehilangan arah pendidikan yang sebenarnya. Tidak heran karena anak dan orangtua sama-sama mengharapkan keuntungan materi, dan tidak jarang lupa akan akhirat.  Padahal tujuan kekal abadi yang lebih menjanjikan adalah syurgaNya Allah swt. 

Ini terjadi karena kahidupan kapitalis yang mana penguasalah yang akan semakin berkuasa. Anak didik tidak dihiraukan lagi.  Miris sekali memang kehidupan zaman milenial saat ini. 

Yang semakin menggeramkan rakyat, pemerintah hanya berdiam diri tutup telinga melihat keadaan pendidikan saat ini. Wajar saja, karena yang hanya mereka kejar adalah materi semata. Tidak peduli akan kehidupan yang semakin menggila ini.

Hiruk pikuk dunia pendidikan yang melanda generasi kita saat ini berlalu begitu saja, apalagi di masa pandemi saat ini. Mencari segepok uang itu terlalu susah, bahkan kita lihat bagaimanalah orangtua bekerja siang dan malam hanya untuk bisa menyekolahkan anak yang dicintainya. Agar bisa sukses dan bisa membanggakan kedua orangtuanya.

Tentu ini adalah cita-cita setiap anak dan orangtua yang selalu ingin mengharapkan yang terbaik di masa depannya kelak. Tapi itu hanyalah sebuah ilusi yang hanya sia sia saja. Karena selama pendidikan ini tidak ditentukan arah tujuannya akan semakin runyam dan kita hanya mendapati kerusakan yang semakin menjadi-jadi di tengah masyarakat kita. 

Kita sebagai cikal bakal hasil generasi peradaban semoga kita selalu senantiasa menanamkan nilai akhlaqiyah terutama aqidah yang menjadi tujuan utama kehidupan seseorang tersebut. Karena hanya aqidahlah yang akan mengantarkan seseorang tersebut kepada syurgaNya Allaah swt.

Wallahu’alam bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    Sebaran Pengaruh Kerajaan Pagaruyung di Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kerajaan-kerajaan kecil yang mempunyai hubungan darah dan kekerabatan dengan Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung disebut sebagai “sapiah-balahan, kuduang-karatan, kapak-radai, dan timbang-pacahan” dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung. Dari sejarah yang sudah diteliti dan ditulis oleh para ahli mengemukakan bahwa selama tiga setengah abad kerajaan Pagaruyung mengirimkan anak-anaknya untuk menjadi raja atau anak perempuannya […]

  • Al Washliyah Madina Peringati Milad ke-91

    Al Washliyah Madina Peringati Milad ke-91

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Al Jam’iyatul Washliyah Madina mengggelar peringatan milad ke-91 organisasi Islam itu di Gedung Dakwah Al Washliyah Madina Jl. Sutan Soripada Mulia No 19, Kelurahan Kayujati, Minggu (5/12). Ketua PR Al Washliyah Madina Drs. H. Amir Hasibuan dalam arahannya menjelaskan, mendekati usia satu abad Al Washliyah harus punya peran penting dalam memberikan […]

  • Saipullah Ternyata Lihai Menabuh Udong-Kudong

    Saipullah Ternyata Lihai Menabuh Udong-Kudong

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Saipullah Nasution, calon bupati Mandailing Natal (Madina) ternyata masih lihai menabuh Gordang Sambilan. Tabuhan ini berlangsung di rumah kelahirannya, Bagas Godang Gunung Baringin, di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Jumat (17/9/2024). Saipullah menabuh irama udong-kudong, salah satu ketukan tersulit di ansambel Gordang Sambilan. Kegiatan tabuhan Gordang Sambilan ini […]

  • Kawasan Pendidikan Disepakati Masyarakat Tembakau untuk Bebas Rokok

    Kawasan Pendidikan Disepakati Masyarakat Tembakau untuk Bebas Rokok

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEMARANG: Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyepakati jika ada larangan merokok di kawasan tertentu, seperti lingkungan pendidikan dan kesehatan, namun harus diberlakukan secara adil. “Kami sepakat jika ada larangan semacam itu, seperti di kawasan sekolah, rumah sakit, dan sebagainya. Silakan diatur dalam regulasi yang adil dan berimbang,” kata Wakil Ketua Umum AMTI, Budidoyo, di Semarang, […]

  • Kandungan Klorin di Pembalut Berbahaya? Ini Tanggapan Kemenkes

    Kandungan Klorin di Pembalut Berbahaya? Ini Tanggapan Kemenkes

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kaum perempuan, tampaknya, harus ekstrahati-hati dalam memilih pembalut atau pantyliner. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru saja merilis temuan terkait dengan penggunaan bahan berbahaya pada pembalut atau pantyliner. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyampaikan, pihaknya melakukan penelitian sejak Januari hingga Maret 2015 mengenai masalah itu. Ada sembilan merek pembalut dan tujuh […]

  • Minyak tanah subsidi ke Sumatera Utara dihapus

    Minyak tanah subsidi ke Sumatera Utara dihapus

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    JAKARTA, Mandailing Online) – Pemerintah telah menghemat Rp70 triliun dengan program konversi minyak tanah ke LPG sejak tahun 2007. Dirjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edy Hermantoro, menjelaskan program konversi minyak tanah ke LPG yang dilakukan untuk menekan besaran subsidi minyak tanah. Hingga saat ini, sejumlah propinsi dinyatakan ‘dry’ dari minyak tanah […]

expand_less