Kamis, 9 Jul 2026
light_mode

Lima Titik Pos Pengamanan Mudik di Tapsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 6 Agt 2013
  • print Cetak

Daerah Rawan Bencana Jadi Prioritas

TAPSEL, – Polres Tapsel menyediakan 5 pos pengamanan mudik Lebaran di tempat yang rawan bencana dan tindak kriminalitas. Dalam hal ini Polres bekerjasama dengan jajaran pemerintahan, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan setempat.

Kasat Lantas AKP Abdi Abdullah SH, Senin (5/8) mengatakan, Polres Tapsel membawahi tiga kabupaten di wilayah Tabagsel, yaitu Tapanuli Selatan, Paluta dan Palas. Untuk titik pos pengamanan mudik Lebaran, Polres Tapsel menempatkan tiga titik di wilayah Tapanuli Selatan, satu titik di Paluta dan satu lagi di Palas. Titik-titik pos pengamanan tersebut sudah termasuk yang rawan bencana dan tindak kriminalitas.

“Sebelum dilakukannya penempatan pos pengamanan, Polres terlebih dulu melakukan survey lapangan dengan melihat jalan atau tempat yang rawan bencana alam dan rawan tindak kriminalitas.

Setelah itu, Polres menggandeng beberapa dinas di pemerintahan untuk saling bekerja sama dalam hal penanganan mudik Lebaran ini. Karena bukan hanya pengamanan, pelayanan kesehatan juga sangat diperlukan,” ungkapnya.

Selanjutnya, titik-titik pos pengamanan itu berada di Kecamatan Sayurmatinggi, Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Sipirok. Sedangkan di Kabupaten Paluta berada di Padangbolak. Sementara di Kabupaten Palas, berada di Kecamatan Sosa. Setiap titik pos pengamanan yang dibuat, sudah menyiapkan satu ambulans dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas.

“Sedangkan titik yang rawan macet hanya berada di Kecamatan Padangbolak saja, yang lainnya hanya rawan bencana alam dan tindak kriminalitas lain. Kita sudah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kita berharap agar pemudik mematuhi segala sesuatu yang berkaitan dengan rambu-rambu lalu lintas, yaitu dengan tujuan keselamatan bersama,” ujarnya.

3 Pospam di Psp
Kapolresta Kota Psp AKBP Budi Harianto Kamis (1/8) mengatakan, Operasi Ketupat Toba berlangsung sejak 2 hingga 17 Agustus 2013. Jumlah personil gabungan antara Polresta dengan Pemko Psp sebanyak 254 orang. Jajaran instansi terkait dalam Operasi Ketupat Toba ini antara lain, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadan Kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sedangkan pos pelayanan kesehatan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Pos pengamanan itu akan dibagi menjadi 3 titik. Dimana pelayanan kesehatan dan pengamanan akan dilakukan di Polsek Pijorkoling, Polsek Kota, dan Polsek Sadabuan. Untuk pelayanan kesehatan, Polresta Kota Psp menempatkan lokasi di Kecamatan Psp Batunadua.

“Personil pengamanan dan pelayanan kesehatan akan siap siaga di tempat sesuai dengan yang dijadwalkan. Operasi Ketupat Toba bertujuan untuk mengamankan pemudik terhindar kemacetan, tindak kriminal, dan kejahatan lainnya,” ungkap Kapolresta Kota AKBP Budi Hariyanto.(metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    Kasus Cikeusik, bukti intelejen lemah

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Minggu (6/2) kemarin bentrokan warga masyarakat dengan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang menjadi peristiwa berdarah. Pasalnya, peristiwa itu menewaskan 3 orang, merusak sejumlah mobil dan rumah. Kejadian itu menjadi perhatian. Menkopolhukam, Kapolri, Menteri Agama dan Kejaksaan Agung menggelar rapat mendadak menyikapi kondisi yang terjadi. Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, menilai kasus […]

  • Rembug Harian KTNA Madina : Penyebaran Inovasi dan Mendorong Segmen Bisnis Pertanian

    Rembug Harian KTNA Madina : Penyebaran Inovasi dan Mendorong Segmen Bisnis Pertanian

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebarluasan inovasi pertanian kepada petani harus terus digalakkan dalam upaya menjawab tantangan dan peluang sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Topik itu menjadi salah satu poin yang dihasilkan Rembug Harian KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bertempat di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Minggu (6/8/2017). Rambug […]

  • Bupati Madina: Jadikan Al-Qur’an Panutan Hidup

    Bupati Madina: Jadikan Al-Qur’an Panutan Hidup

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pandemi covid-19 tidak saja persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada mobilitas ekonomi rakyat. Musibah covid-19 tak hanya melanda dunia, juga mempengaruhi Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution usai solat Jum’at bersama di masjid Al-Hidayah Desa Singengu, Kecamatan Kotanopan, Jum’at (1/10/2021). Oleh karena itu, bupati mengajak […]

  • Mahasiswa STAIN Madina Salurkan Donasi Warga Kekorban Bencana

    Mahasiswa STAIN Madina Salurkan Donasi Warga Kekorban Bencana

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (Madina) melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) bersama Organisasi Intra Kampus UKK, UKM, dan Ketua HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) terpilih salurkan donasi yang terkumpul dari Masyarakat Madina dan Mahasiswa. Ketua Dema STAIN Abdul Bais mengatakan Mahasiswa STAIN mengumpulkan donasi dari Masyarakat dan Mahasiswa […]

  • 22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

    22 dari 23 Kecamatan di Madina Endemik Malaria

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) – Kecuali Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan endemik malaria. Itu artinya 22 dari 23 kecamatan merupakan kawasan sebaran virus berbahaya tersebut. Dan jenis malaria yang ada di Mandailing Natal (Madina) adalah jenis Plasmodium Palsifarum dan Plasmodium vivax. “Jenis Palsifarum yang paling bebahaya, karena merusak sekitar 86 persen sel […]

  • Penembak Warga Lingga Bayu Dibawa ke Mapolres Madina

    Penembak Warga Lingga Bayu Dibawa ke Mapolres Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah seorang tersangka penembakan dua orang warga Desa Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Ahmad Sadikin alias Ucok (37) warga Dusun Koto Pinang, Desa Air Bayang, Kecamatan Lembah Melintang, bersama barang bukti mobil Xenia warna silver BA 1648 AP di Halaman Polres Madina, Panyabungan, Senin (15/10/2012). (berita.S/M Saima Putra)

expand_less