Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Radayu Irawan, S.Pt
Tinggal di Padangsidimpuan

Lagi, dan terus berulang. Bak buih di lautan. Kali ini kasus pembunuhan anak kandung berasal dari Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Ibu muda (30) berinisial MT tega membunuh ketiga anak balitanya yang berinisial YL (5), SL (4), dan DL (2). Ketiganya tewas dalam keadaan leher tergorok. (Detiknews, 13/12/2020)

Sesaat setelah melakukan pembunuhan terhadap tiga bocah malang itu, tersangka berniat untuk bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri dengan menggunakan parang. Tetapi niatnya tersebut gagal karena diselamatkan oleh suaminya sehingga hanya mengalami luka pada bagian leher depan saja. Tersangka sempat mendapat perawatan dari rumah sakit. Karena tidak mau makan dan minum sehingga mengalami muntah-muntah, pada hari Minggu, tersangka meninggal dunia. (Liputan6.com, 14/12/2020)

Menurut Cnn Indonesia (11/12/2020) dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, diketahui bahwa motif tersangka membunuh ketiga anaknya itu karena tak kuat menanggung himpitan ekonomi. Sehingga sering bertengkar dengan suaminya (kompas.com 15/12/2020).

Tragis, miris dan ironis. Ada seorang ibu yang memiliki naluri kasih sayang yang teramat dalam tega membunuh darah dagingnya sendiri karena faktor ekonomi. Astaghfirullah, jikalau seperti ini pastilah tersangka merasakan ekonomi yang sangat sulit dan menghimpit ditambah lagi pertengkaran dengan suaminya, sehingga tega membunuh jiwa raganya sendiri.

Apakah kasus yang seperti ini, merupakan kasus yang langka kita temukan di negeri tercinta ini? Atau kah ini merupakan satu dari sekian ribu kasus yang terjadi di negeri ini?

Jikalau hanya satu, mungkin bisa dikatakan peristiwa ini merupakan kesalahan individu. Namun sayang seribu sayang. Ini hanya secuil peristiwa pembunuhan anak oleh ibu kandung dari berbagai ribuan peristiwa.

Dapat dipastikan, bahwa peristiwa serupa sangat banyak ditemui di negeri ini. Maka, berarti, peristiwa ini bukan merupakan kesalahan individu melainkan kesalahan yang lebih kompleks yaitu kesalahan sistemik.

Kesalahan sistemik yang dimaksud adalah akibat penerapan dari sistem yang dianut di negeri ini, yaitu sistem sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) dengan sistem pemerintahan bernama demokrasi. Karena penerapan sistem inilah, peristiwa serupa tumbuh subur bagai bunga yang bermekaran di musim semi.

Dengan dalih ekonomi, banyak ibu yang terbunuh hati nurani dan pintu hatinya. Kemiskinan yang menjadi sumber dari segala peristiwa ini membuktikan bahwa sistem demokrasi tidak mampu mengentaskan kemiskinan hingga ke akarnya.

Padahal Kabupaten Nias Utara berada di samudera Hindia, memiliki sumber daya laut yang sangat luar biasa, memiliki sejumlah pantai yang sangat indah yang merupakan tempat wisata selancar nomor dua setelah hawai.

Tentunya dengan kekayaan sumber daya alam tersebut, warga Nias harusnya tidak hidup dibawah garis kemiskinan. Namun karena kesalahan pengelolaan SDA menyebabkan warga Nias, hidup di bawah garis kemiskinan yang berkepanjangan.

Sangat berbeda bila Islam yang dijadikan sebagai sistem pemerintahan dalam bernegara. Maka SDA akan dikelola oleh negara Islam (khilafah) dan hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat. Sehingga tidak akan terjadi kemiskinan yang menyebabkan pembunuhan ibu kandung terhadap anaknya.  Dan juga di dalam sistem Islam kebutuhan pokok rakyat wajib untuk dipenuhi. Dengan cara, setiap kepala keluarga di dalam negara khilafah diberikan lapangan pekerjaan yang layak sehingga mampu menafkahi keluarganya. Serta khilafah wajib untuk menggratiskan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Maka, sebagai kaum muslimin, kita harus berjuang untuk menegakkan kembali khilafah agar bisa tegak di bumi Allah. Karena khilafah adalah kebutuhan, janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah SAW. Wallahu a’lam bishowab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Panyabungan : Dalam Waktu Dekat Buka Jaringan Lintas Timur

    PLN Panyabungan : Dalam Waktu Dekat Buka Jaringan Lintas Timur

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala PT PLN Rayon Panyabungan, Yasir Lubis kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk membuka jaringan baru di jalur Lintas Timur Panyabungan. “Sudah, kami telah berupaya. Kemarin juga sudah masuk permohonan lagi, kami berupaya dalam waktu dekat sudah bisa,” kata Yasir. Sebelumnya, warga mendasak PLN membuka jaringan di jalur Lintas […]

  • Angka Kecelakaan Mudik Melonjak

    Angka Kecelakaan Mudik Melonjak

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Mabes Polri melansir angka kecelakaan melonjak pada H-5 Lebaran yang jatuh pada Sabtu (3/8) lalu. Pada hari tersebut, tercatat sedikitnya 125 kasus kecelakaan fatal. Hal itu tampak dari jumlah korban meninggal yang mencapai 48 orang. Sabtu lalu memang merupakan salah satu puncak masa mudik Lebaran. Sebab, sebagian besar pekerja memulai libur pada hari […]

  • BLHKP Akan Teliti Serangan Lalat Pabrik Sawit

    BLHKP Akan Teliti Serangan Lalat Pabrik Sawit

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Mandailing Natal (Madina) akan turun ke Kecamatan Lingga Bayu dan Ranto Baek menyusul pengaduan warga tentang meningkatnya populasi lalat dari pabrik sawit. “Kita akan mengutus tim untuk melakukan penelitian di lapangan. Apakah lalat tersebut ditimbulkan dari pabrik sawit PTPSU,” ujar Kepala BLHKP, Ansyari Nasution […]

  • Madina Bisnis

    Madina Bisnis

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Batubara Jarang ada media massa di daerah yang memfokusakan diri pada berita-berita ekonomi. Termasuk di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Sejak era cetak, pun hingga era online masa kini. Padahal ekonomi termasuk urat nadi kehidupan. Bahkan salah satu dari yang penting dalam hajat hidup masyarakat. Itu yang menjadi alasan kebutuhan berita-berita ekonomi. Kehadiran media […]

  • Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Musim panas tahun 1991, Aisha Roberson menemukan ajaran Kristen di dalam Alquran. Ini dilakukannya selama dua tahun, sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah. “Aku menemukan kebenaran dalam Alquran. Aku baca surat Al-Maidah ayat 82-85. Ini menguatkan kerinduanku menjadi Muslim,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (20/11). Aisha mengalami perubahan drastis dalam hidupnya selama menjalani […]

  • Perhitungan Seluruh Kecamatan Final, Saipulllah Atika Menang

    Perhitungan Seluruh Kecamatan Final, Saipulllah Atika Menang

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Madina 2024 telah rampung alias final. Berdasarkan data yang dihimpun dari 23 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), perolehan suara antara OnMa dan SAHATA menggambarkan selisih suara yang tipis. Sementara perolehan suara Paslon Harun-Ichwan (OnMA) dari 801 TPS yang terdiri dari […]

expand_less