Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Uang Kost Ditagih, Nyawa Melayang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Miris! Kelakuan manusia sekarang ini seperti tidak punya hati. Rasa tega karena kesal atau sakit hati bisa membuat gelap mata. Gara-gara hal sepele namun bisa membuat nyawa melayang. Seolah tak peduli mana hak dan kewajiban yang harus dipertimbangkan. Seperti kasus pembunuhan yang terjadi baru-baru ini.

Tiga anak kost tega menghabisi pemilik kostnya karena ditagih uang kost oleh korban pemilik kost di Medan.

Motif penyebab tersangka melakukan penganiayaan hingga korban luka dan meninggal dunia karena kesal sakit hati karena meminta uang kos,” katanya saat rekonstruksi di Lantai II Polrestabes Medan, Rabu (31/3/2021).

Kriminalitas di kota Medan tidak dapat dituntaskan hanya dengan sanksi penjara atau denda. Selain tidak setimpal antara hukuman dengan perbuatan, dan sudah banyak kasus serupa dan hukumpun diberi namun hingga hari ini sanksi tersebut tidak berefek jera bagi pelaku dan masyarakat yang menyaksikannya, bahkan pembunuhan semakin merajalela.

Jika kita telisik pemberlakuan hukum positif dari sistem kapitalis-demokrasi belum menyentuh masalah pokoknya. Pasalnya pendidikan akhlak dilepaskan begitu saja oleh negara kepada institusi keluarga, pendidikan di lingkup sekolah tidak membentuk manusia yang  berakhlak sebab kurikulumnya sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan.

Permasalahan ini sangat kompleks jika ditarik dari pangkalnya, yaitu penanaman akhlak yang dibangun dalam keluarga, sekolah, dan negara. Harus ada sinkronisasi atas semua pihak untuk melahirkan generasi yang berakhlak dan beradab. Jika tidak, maka kejadian serupa akan terulang di mana-mana.

Berbeda halnya di dalam sistem kehidupan Islam. Negara tidak semata-mata sebagai penegak hukum namun menjalankan peran komplit yang bersifat preventif hingga kuratif dengan aturan-aturan syari’at Islam yang sempurna. Negara memberikan edukasi terkait aturan dalam bermuamalah dengan sesama yang didorong suasana keimanan. Islam juga memastikan kebutuhan individu terpenuhi, agar tidak ada kesulitan untuk membayar kewajiban jika diperlukan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Anti Perbudakan di Mandailing

    Gerakan Anti Perbudakan di Mandailing

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap                                                                                                          […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 29)

    MARSIDAO-DAO (episode 29)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, tar pukul 5.40 kehe si Pikek maridi tu tapian; Si Poso parorot anggina i bagas. Tarsigop do alai ngot na, harana pature anggina nibaen inangna na kehe mangomo marsidao-dao tu huta balian. Muli tingon tapian, oban do Si Pikek aek sa ember ambaen paridian anggina i […]

  • Guru di Siantar Pertanyakan Pencairan Dana Insentif dan Tunjangan Profesi

    Guru di Siantar Pertanyakan Pencairan Dana Insentif dan Tunjangan Profesi

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Hingga saat ini dana insentif dan tujangan profesi tahun anggaran 2011, belum ada diterima para guru di Kota Pematangsiantar. Harusnya triwulan pertama dan kedua (Januari-Juli), dana itu sudah dicairkan. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemko Pematangsiantar, untuk segera membayarkan hak para guru yang telah mendapat sertifikasi tersebut. Untuk mempertanyakan kejelasan […]

  • Pangan dan Konflik Mengorbankan Umat Mulia

    Pangan dan Konflik Mengorbankan Umat Mulia

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rusliana, SPd.I Aktivis Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal Suriah mengalami krisis pangan yang belum terselesaikan hingga kini. Seorang pria dari Kota Zabadani mengatakan, keluarganya yang beranggotakan empat orang telah berhenti makan keju dan daging pada awal 2020. Kini dia hanya mengandalkan roti untuk makanan mereka (REPUBLIKA.CO.ID). Program Pangan Dunia (WFP)  mendengungkan bahwa jutaan warga di […]

  • Ssst!!! Ada 61 Ribu Transaksi Pejabat per Tahun

    Ssst!!! Ada 61 Ribu Transaksi Pejabat per Tahun

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Yunus Husein, SH, LLM mengungkapkan 61 ribu transaksi pejabat negara telah diterima. Hal ini disampaikannya dalam Seminar perolehan harta kekayaan pejabat publik yang tak wajar, di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, Sabtu (27/11/2010). “PPATK menerima laporan 61 ribu transaksi per tahunnya,” katanya. Lebih lanjut […]

  • Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Erwinsyah Pasaribu Kades Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina mengakui tetap menerima gaji dari statusnya sebagai pegawai honor di Kantor Camat Panyabungan Utara sejak tahun 2023 ahir sampai tahun 2024. ” kalau tahun 2023 sejak dilantik jadi Kepala Desa saya terima 1 bulan saja dan di tahun 2024 nerima gaji […]

expand_less