Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Ibu, Ummu wa Rabbatul Bait!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Sri Handayani, ST
Guru, tinggal di Padangsidimpuan, Sumatera Utara

Kesadaran akan pentingnya tugas-tugas ibu yang tak tergantikan oleh siapapun. Perempuan, keluarga dan generasi adalah mata rantai tegaknya sebuah peradaban yang gemilang. Jika kita melihat kondisi saat ini, perempuan muslim saat ini berada di pusat perang budaya barat. Mereka dipandang  “pengemban budaya”, “pengelola dari tradisi dan nilai-nilai keluarga”, “benteng terakhir” melawan dominasi budaya barat. Mengenakan jilbab dan kerudung bukan hanya menjadi lambang kesopanan, melainkan lambang pertahanan islam. Islam menjaga dan melindungi perempuan.  Sehingga perempuan muslim memegang peranan penting dalam nempertahankan keluarga, generasi dan sekaligus identitas masyarakat muslim.

“Wahai nabi! Katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu. Dan allah maha pengampun, maha penyayang. (QS. Ahzab : 59)

Sungguh peran ibu dalam membangun peradaban sangatlah penting bukan hanya sebagai penggerak roda ekonomi, melainkan pencetak generasi. Ibu harus menyadari akan perannya. Dari rahimnyalah lahir para generasi cemerlang. Dialah sosok ibu yang menjadi madrasatul ula bagi anak-anaknya. Peran ibu dianggap tidak produktif karena tidak menghasilkan materi.  Bahkan beberapa pihak cenderung menganggap peran ibu mendomestikasi perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi inferior, tersubordinasi peran suami.  Sejak islam hadir memberikan posisi yang bergengsi terhadap ibu. Posisi itu adalah : “ummu warobbatul bait“. Selain itu di dalam islam, perempuan adalah kehormatan yang harus dijaga dan dilindungi.

Al-Ummu Madrasah Al-Ula (ibu adalah sekolah pertama-bagi anak-anaknya). Kata-kata hikmah ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Bukan hanya sekolah pertama, ibu sejatinya adalah sekolah utama bagi putra-putrinya. Jika ada seseorang menjadi ulama, ilmuwan, tokoh ternama, atau pahlawan ksatria, maka lihatlah ibu mereka. Ibu sejatinya adalah gudang ilmu pusat peradaban dan wadah yang menghimpun sifat-sifat akhlak mulia.

Di dalam peradaban islam, ibu diposisikan sebagai sosok yang dapat memberikan kontribusi besar dalam membangun sebuah peradaban tanpa mendisorientasi perannya.

Andai saja imam Syafii tidak memiliki ibu yang tangguh, maka dia tidak akan menjadi seorang ulama besar dan faqih fiddin . Saat ini  muslimah membutuhkan sosok perempuan ibu generasi masa depan seperti :

– Khadijah, ummul mukminin sebagai istri sekaligus sahabat beliau. Bunda khadijah selalu membela Nabi SAW percaya kepadanya ketika orang meragukan beliau. Dia adalah ibu yang terhormat untuk anak-anaknya dan ibu yang benar untuk orang-orang mukmin.

– Aisyah, ummul mukminin, seorang istri dan ulama besar dengan pengetahuan fiqh islam yang luar biasa.

– Sumayyah, seorang ibu dengan keimanan luar biasa, martir pertama dalam islam.

– Nursaibah binti Kua’ab, seorang ibu mujahidah, semoga Allah meridoinya.

Masih banyak para sahabiyah cemerlang dan rule model seorang ibu sepanjang masa keemasan islam.

Namun sayangnya saat ini kaum perempuan dijauhkan dari peran terhormat mereka sebagai ibu, maka perempuan pun sebagai alat kehancuran, sehingga kehilangan jati dirinya dan kehilangan amanah yang diberikan kepadanya sebagai ibu muslim yang taat dan takut ajan Alla SWT.

Kapitalisme Barat telah mengusik kaum perempuan dengan gagasan kebebasan yang merusak jadi diri seorang  ibu. Akibatnya generasi menjadi rusak tanpa dilandasi dengan aturan sang maha Agung yaitu Allah swt. Saatnya kita kembali kepada syari’at islam yang kaffah dan mengambil bagian untuk penerapannya sebagai aturan kehidupan. Dengan penerapan islam secara kaffah generasi islam akan kembali nenemukan kehidupan yang sejahtera dan mulia.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rhoma Irama : saya ikhlas dicemooh

    Rhoma Irama : saya ikhlas dicemooh

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya, (MO) – Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku ikhlas menerima cemoohan orang di berbagai media sosial. “Kalau saya menanggapinya santai saja, tidak perlu ditindaklanjuti dan ditanggapi berlebihan. Saya ikhlas kok,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu pagi. Menurut Rhoma, dia sudah melihat macam-macam cemoohan yang dilayangkan orang kepadanya melalui beberapa media sosial seperti Blackberry Messenger […]

  • Dosen penjual ijazah palsu terancam

    Dosen penjual ijazah palsu terancam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Dian Armanto menegaskan, oknum dosen Sug (50) yang ditangkap Kepolisan Langsa, Aceh menjual ijazah sarjana S-1 palsu kepada warga Langkat bisa diberhentikan. “Perbuatan oknum dosen tersebut, sangat tidak terpuji, memalukan dan harus diproses secara hukum,” katanya ketika dihubungi di Medan, hari ini. Oknum dosen […]

  • Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi Demonstrasi para pelamar CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) formasi tahun 2013 di kantor bupati Madina, Senin (2/6/2014) diiringi dengan aksi tabur bunga. Para pengunjukrasa bergantian menaburkan bunga terhadap foto Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang dipajang di depan pintu masuk kantor bupati. Penaburan bunga itu disebut sebagai ungkapan duka […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (4)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (4)

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Mandailing dan Perang Paderi Pada tanggal 13 agustus 1814, Inggris dan Belanda melakukan perjanjian yang isinya menyatakan bahwa jajahan Belanda di Kepulauan Nusantara yang telah diambil Inggris harus dikembalikan kepada Belanda. Dengan dijalankan perjanjian itu pada tahun 1816, maka Belanda kembali berkuasa di Padang. Pada masa itu peperangan antara kaum […]

  • Distan Madina Harapkan Dinas Pengairan Provinsi Segera Perbaiki Irigasi Yang Tak Berfungsi di Madina

    Distan Madina Harapkan Dinas Pengairan Provinsi Segera Perbaiki Irigasi Yang Tak Berfungsi di Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): tanggapai permasalahan petani yang sudah 2 tahun tidak bisa nyawah akibat tidak berfungsinya pengairan sawah di saba palas, Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabunga, Mandailing Natal ( Madina ), Dinas Pertanian dan Peternakan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Cq Dinas Pengairan segera perbaiki jaringan Irigasi yang tak berfungai. Kepada Mandailing Online, Selasa (20/6/2023) […]

  • Terancam Putus, Jembatan Lintas Timur Pidoli Ditutup

    Terancam Putus, Jembatan Lintas Timur Pidoli Ditutup

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jembatan Lintas Timur Pidoli, Panyabungan terpaksa ditutup karena terjangan arus Sungai Aek Pohon sudah mendekati abutmen jembatan. Seluruh jenis kenderaan tak boleh melewati jembatan ini sejak Kamis (8/11/2018). Jalur satu-satunya hanya jembatan Jl.Willem Iskander titik Pidoli yang juga melitasi Sungai Aek Pohon sekitar 500 meter di hilir jembatan yang ditutup. Pantauan […]

expand_less