Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Insiden Batangtoru karena polisi kaku

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Nov 2012
  • print Cetak


MEDAN, (MO)– Penyebab terjadinya bentrok antara ratusan warga Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan ratusan aparat kepolisian terkait penolakan warga terhadap pemasangan pipa pembuanganb air sisa (limbah) PT Agincourt Resourcer (AR) kesungai Batangtoru karena kepolisian menggunakan pengamanan berdasarkan legal formal.

“Pihak kepolisian melakukan pengamanan berdasarkan legal formal yakni berdasarkan peraturan saja bukan berdasarkan bukan berdasarka pendekatan dengan masyarakat,” kata Wakil Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal kepada Waspada Online, hari ini.

yamsul menambahkan kalau Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) menjalankan tugas bukan berdasarkan kondisi masyarakat tetapi berdasarkan keinginan investor yang ada di daerah tersebut. “Kapolres lebih patuh terhadap kepentingan kaum pemodal (capital),” tambahnya.

Dia menilai warga kalau marah dalam konflik ini merupakan hal yang wajar mengingat pencaharian mereka terus diganggu.

“Lahan yang menjadi sumber pencaharian mereka dijadikan areal pertambangann hal ini membatasi pencaharian mereka dan dijadikan sebagai buruh kasar,” tegasnya.

Selain itu, Sungai Batangtoru itu merupakan kehidupan mereka walapun di katakan limbah tersebut bersih akan tetapi itu tidak ada yang menjamin. “Dibilang limbah bersih siapa yang percaya, itu sering menjadi akal-akalan,” tegas Syamsul.

Dia menyarankan agar Bupati, Kapolsek, Tokoh Masyarakat dan masyarakat Batangtoru melakukan koordinasi tanpa ada interpensi yang dilakukan kepada warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan antar petugas kepolisian dengan warga Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan yang memprotes PT Agincourt Resources yang terkesan memaksakan penanaman pipa pembuangan air sisa (limbah) proses penambangan ke sungai Batangtoru dengan pengawalan ratusan aparat kepolisian.

Akibat amuk warga tersebut, sebanyak 37 orang yang tergabung dari Kelurahan Ampolu, Kelurahan Muara Manompas, Kelurahan Muara Hutaraja, Desa Muara Opu, Desa Simarlelan, Desa Pardamean, Desa Teraping Raya dan Desa Bandar Hapinis Kecamatan Muara Batang Toru diamankan petugas kepolisian karena diduga terlibat aksi pengrusakan dan pembakaran Mapolsek dan Kantor Camat Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berikut mobil yang sedang parkir.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdik Tunggu Juknis & Juklak

    Disdik Tunggu Juknis & Juklak

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal UN Bukan Penentu Kelulusan MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN. “Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas […]

  • Pastikan Besok Pengumuman Hasil Tes CPNS

    Pastikan Besok Pengumuman Hasil Tes CPNS

    • calendar_month Senin, 23 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar memastikan, pengumuman hasil tes CPNS tidak molor lagi. Besok, (Selasa, 24/12), para peserta tes bisa melihat pengumuman di situs resmi Kemenpan-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), rencananya juga diumumkan di JPNN.com. Azwar menjelaskan, dirinya memang sudah menerima laporan adanya sejumlah daerah yang menolak mengumumkan […]

  • Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

    Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Listrik Padam 20 Jam di Sayurmatinggi SIDIMPUAN-Hujan yang mengguyur Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak beberapa hari belakangan ini mengakibatkan pinggiran Sungai Batang Angkola di Silaiya, Selasa (16/11) sekitar pukul 16.10 WIB tergerus air sungai yang meluap dan menumbangkan dua tiang listrik. Akibatnya, listrik di Sayurmatinggi, dan sebagian besar di Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Warga Paluta Keluhkan Sampah

    Warga Paluta Keluhkan Sampah

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paluta, (MO)- Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Pasar Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan. Soalnya, tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir karena belum diangkut instansi terkait. Warga khawatir tumpukan sampah di depan permukiman mereka itu akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih sejak […]

  • Transparansi Anggaran Desa Aek Banir Dipertanyakan

    Transparansi Anggaran Desa Aek Banir Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN -Mandailing Online : Desa Aek Banir di Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan desa yang termasuk tertinggal dalam pembangunan. Padahal desa ini tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan daerah. Jalan desa ini juga belum di hotmik padahal jalan desa ini menjadi jalan alternatif dari ibu kota kabupaten menuju Kecamatan Tambangan. Penelusuran Mandailing […]

  • Pemilu di Madina dan Dermawan Dadakan

    Pemilu di Madina dan Dermawan Dadakan

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Lokot Husda Lubis, S. Ag Pemilu Legislatif 2014 tinggal hitungan hari, masa kampanye pun sudah dimulai. Berbagai spanduk, baleho para calon legislative (Caleg) sudah bermunculan, modelnyapun bermacam-macam. Ada yang sendiri, ada yang bergandengan dengan Caleg Provinsi dan Pusat, ada pula yang bergandengan dengan Ketua Ormas, OKP dan tokoh masyarakat yang dianggap mampu “mendulang […]

expand_less