Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

IPM Muhammadiyah Siabu dan NNB Desa Hutapuli Bantu Korban Ulupungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
  • print Cetak

 

NNB Hutapuli (kiri) dan IPM Muhammadiyah Siabu (kanan) dalam aksi mengmpulkan sumbangan masyarakat untuk korban Muara Saladi

 

Laporan : JAKFAR NASUTION – Siabu

Dari Abi Hurairah Rahdiallohuanhu, Nabi shallahu alaihi wassalam bersabda “Siapa siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Qiamat. Siapa-siapa memudahkan urusan orang yang kesulitan (dalam masalah hutang) maka Azza Wajalla memudahkan baginya dari kesulitan di dunia dan akhirat” (Hadist).

Sebagai manusia mahluk sosial  seharusnya kita mampu mengimplementasikan hadist tersebut di dalam kehidupan sehari-hari untuk terbiasa dapat merasakan penderitaan beberapa sudara kita untuk ditotolong guna meringankan beban hidup mereka.

Seperti halnya yang telah dilakukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Kecamatan Siabu  serta Naposo Nauli Bulung Desa Hutapuli Kecamatan Siabu mengumpulkan dana bantuan untuk korban bencana di Desa Muara Saladi, Ulupungkut.

Dua organisasi itu melakukan aksi mengumpulkan sumbangan dari masyarakat untuk disalurak kepada korban bencana alam di Ulupungkut. Aksi itu dilakukan pekan lalu.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 14 Siabu, Ali Basrah, Senin (22/10/2018) menyatakan bahwa aksi IPM Siabu itu sangat memiliki nilai yang bagus dalam dimensi solidartas terhadap korban banjir bandang Muara Saladi, Ulu Pungkut.

berita terkait :  12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

Sumbangan yang berhasil dikumpulkan telah diserahkan kepada IPM Kabupaten Mandailing Natal di Panyabungan pada Rabu lalu untu selanjutnya diteruskan kepada keluarga korban di Muara Saladi.

Siti Halijah seorang siswa yang ikut berpartisipasi mengumgkapkan rasa syukurnya telah ikut serta menyumbangkan tenaganya demi mengumpulkan dana untuk korban bencana di Muara Saladi, “walaupun di tengah terik panasnya matahari kami tetap tegar, karena kami punya perinsif derita yang kami alami ini tidak sebanding derita yang telah dialami sudara kita yang telah kena bencana ini, makanya kami tetap tegar saat mengmpulkan bantuan masyarakat,” ungkapnya.

Bahri Efendi, salah satu tenaga pendidik di sekolah ini mengungkapkan, “betapa bangganya kami punya siswa yang mampu dapat merasakan beban penderitaan suadara-sudara kita yang berada di Desa Muara Saladi,” katanya.

Ditempat terpisah, tidak kalah menariknya lagi, Hanafi Kepala Desa Hutapuli memerintahkan kepada aparatnya dan anggota Naposo Bulung dan Nauli bulung agar bersinergi dalam rangka mengumpulkan dana bantuan untuk bencana di Muara Saladi, Ulupungkut.

“Dengan mendatangi warga demi mengumpulkan bantuan dan mengumpul bantaun dari pelintas jalan raya demi meringankan penderitaan korban Muara Saladi.  Dan ini adalah bentuk solidaritas kami sebagai  pemerintah desa dan warga Desa Hutapuli untuk warga Desa Muara Saladi,” katanya.

Hanafi mengungkapkan, beban yang mereka alami ini sangat lah berat, “kita sesama manusia tidak elok kalau tidak ikut membantu mereka, sementara kalau kita lihat dari sisi kekeluargaan mereka masih ada kaitannya dengan warga desa kita ini.

Bantuan yang terkumpul oleh Naposo Nauli Bulung Hutapuli ini dihantar ke Muara Saladi pada Sabtu (20/10).***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Sepakati Awal Puasa pada 9 Juli 2013

    MUI Sepakati Awal Puasa pada 9 Juli 2013

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Awal bulan puasa atau 1 Ramadan 1434 Hijriyah jatuh pada 9 Juli 2013. Penetapan itu sesuai dengan suara mayoritas menentukan hari pertama umat Islam berpuasa. Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (13/6). Keputusan MUI bersama organisasi Islam lain itu serempak dengan penetapan […]

  • Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

    Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Taman Kota Panyabungan, Madina di Kelurahan Kayu Jati Pasar Lama tepatnya di depan atau seberang jalan Pos Lalu Lintas Kota akan dijadikan sebagai pusat jajajan malam. Nantinya, para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sepanjang pinggir jalan protokol pada malam akan dipindahkan atau dilokalisasi ke Taman Kota itu. Hal ini dikatakan Wakil Bupati […]

  • Memanggul Perigi Air Nira

    Memanggul Perigi Air Nira

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LELAH BERJALAN PULANG MENUAI AIR NIRA – Seorang ibu berjalan lelah memanggul perigi berisi air nira hasil sadapan dari pohon aren di hutan Desa Aek Banir Panyabungan. Di Mandailing Natal banyak ditemukan pohon aren yang tumbuh liar dan disadap penduduk untuk bahan baku pembuatan gula aren. Hanya saja pendapatan para pengrajin gula aren masih […]

  • Polri-Komnas HAM Kerjasama Investigasi Kasus Bima

    Polri-Komnas HAM Kerjasama Investigasi Kasus Bima

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Kepolisian Negara RI dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan kerjasama investigasi terkait kasus bentrok antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Sabtu (24/12). “Hasil temuan kami beserta rekomendasinya telah disampaikan kepada Kapolri terkait yang terjadi di pelabuhan Sape, bentuk pelanggaran HAM yang terjadi […]

  • Satu Rumah Di Malintang Julu Habis Terbakar

    Satu Rumah Di Malintang Julu Habis Terbakar

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Oline) – Satu unit rumah di Desa Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina) habis dilalap si jago merah, Senin malam (20/1/2014) sekira pukul 20.00 Wib. Api dapat dijinakkan oleh masyarakat sekitar satu jam kemudian memakai ember. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, sementara kerugian materi diperkirakan ratusan juta rupiah. Keterangan […]

  • Padi Siganteng Unggul Secara Nasional

    Padi Siganteng Unggul Secara Nasional

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Jika secara nasional, di pulau Jawa rata-rata hasil panen padi adalah 7,2 ton per hekter, untuk skop Sumatera Utara 5,8 ton. Tetapi padi Siganteng justru telah menembus angka 9 ton per hektar. “Padi Siganteng ini memang membuat kita bangga,” kata M.Syukri Nasution, pegawai UPT Pertanian Siabu menjawab surat kabar Mandailing Pos […]

expand_less