Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Polri-Komnas HAM Kerjasama Investigasi Kasus Bima

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta, Kepolisian Negara RI dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan kerjasama investigasi terkait kasus bentrok antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Sabtu (24/12).
“Hasil temuan kami beserta rekomendasinya telah disampaikan kepada Kapolri terkait yang terjadi di pelabuhan Sape, bentuk pelanggaran HAM yang terjadi seperti apa dan kami rekomendasikan untuk diambil penyelidikan,” kata Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim seusai melakukan pertemuan dengan Kapolri di Mabes Polri di Jakarta, Jumat.

Hal termasuk yang kita klarifikasi termasuk temuan korban dari Komnas HAM dan kepolisian.

“Kepolisian menegaskan untuk korban yang tertembak di luar pelabuhan, kami temukan juga di tempat lain. Kami akan klarifikasi lagi dan akan dilakukan `joint investigation` sehingga dapat kejelasan,” kata Ifdhal.

Korban yang meninggal atas insiden tersebut menurut versi polisi bernama Arief Rachman usia 18 tahun dan Syaiful usia 17 tahun, sedangkan Komnas HAM menyatakan tiga korban yang tewas.

Sementara itu, Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan hasil investigasi yang disampaikan Komnas HAM ada beberapa yang sama dan ada yang berlainan.

“Tadi sudah Ketua Komnas HAM sampaikan, ada yang sama, ada beberapa yang berlainan, contoh korban yang meninggal ada dua di TKP, kemudian ada lagi yang meninggal, dimana kejadian hari Sabtu sore atau Minggu masih harus dijelaskan meninggalnya kapan dan karena apa dan saksi kita periksa,” kata Timur.

Hal inilah yang disarankan Komnas HAM untuk melakukan kerjasama investigasi dengan Polri supaya nanti sama masalahnya apa serta bagaimana tindak lanjutnya, kata Kapolri.

“Intinya begini Polri akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM, sehingga apa yang menjadi permasalahan di sana, seperti temuan yang meninggal, apa karena aparat atau lainnya itu bisa `clear`. Bukan sampai di situ juga akan diproses sampai pengadilan,” kata Timur.

Polisi melakukan tindakan pengamanan pada hari itu jam 08.00 WITA dilakukan tindakan penegakan hukum terhadap massa yang bertahan di jembatan penyeberangan feri Sape dipimpin Kapolda NTB kemudian dilakukan penangkapan terhadap provokator dan masyarakat yang masih bertahan diangkut keseluruhan ke Polres Bima.

Massa juga membakar Mapolsek Lambu dan beberapa kantor pemerintah lainnya dan saat ini lagi pendataan.

Kegiatan penegakan hukum terhadap massa yang menduduki dan melarang aktivitas di penyeberangan feri Sape. Adanya kegiatan unjuk rasa massa berupa menduduki dan melarang aktivitas di penyeberangan feri Sape sejak tanggal 19 Desember 2011 oleh massa yang menamakan kelompok Front Rakyat Anti Tambang.

Dalam rangka pelaksanaan Operasi Lilin 2011 dan juga terganggunya aktivitas masyarakat sebagai akibat dari penyeberangan tidak bisa digunakan, sehingga terjadi keresahan masyarakat. kemudian dilakukan tindakan penegakan hukum untuk pembebasan jembatan penyeberangan feri dari pendudukan massa.

Tuntutan massa agar SK bupati Bima Nomor 188 tahun 2010 yang memberikan izin pertambangan kepada PT Sumber Mineral Nusantara dicabut dan meminta agar tersangka atas nama AS yang sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) supaya dilepaskan.

Tersangka AS diduga terkait provokator pembakaran kantor Camat Lambu pada tanggal 10 Maret 2011 yang melibatkan perempuan dan anak-anak dijadikan tameng oleh massa di penyeberangan feri. (Ant)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Suami Bunuh Istri & Mertua, Sering Dimaki karena Tak Kerja

    Soal Suami Bunuh Istri & Mertua, Sering Dimaki karena Tak Kerja

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Roichandra Siregar (27) alias M Aswan Hadi tersangka pembunuhan istri dan mertua mengaku khilaf. Ia mengaku perbuatan itu dilakukan karena sering dimaki istrinya persoalan tak punya kerja. Perbuatannya tersangka mengakibatkan istrinya Hamidah (30) dan mertuanya Misikem (70) meninggal dunia. Sebelum membunuh istrinya, tersangka mengaku dicaci maki oleh istrinya dengan kalimat kasar. Kemudian tersangka tak […]

  • Pekan Budaya Memalukan

    Pekan Budaya Memalukan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Dahlan Batubara   Nama kegiatannya : Pekan Kebudayaan Mandailing Natal 2019. Lazimnya pekan budaya itu lamanya sepekan atau hampir sepekan atau lebih dari sepekan. Tapi hanya 1 hari. Sewajibnya pekan budaya itu diisi ragam kegiatan : festival, pagelaran, pameran, forum kajian hingga ragam perlombaan. Ternyata kegiatan-kegiatan itu tak ada. Alhasil acara […]

  • Terkait Dana Desa, Warga Tolang Laporkan Kades ke Kejari

    Terkait Dana Desa, Warga Tolang Laporkan Kades ke Kejari

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan anggaran dana desa (DD) Tolang, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022 diduga tak sesuai dengan perencanaan sehingga membuat BPD dan warga melaporkan kepala desa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Panyabungan. Tak hanya itu, warga juga melayangkan surat pengaduan kepada Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution, Ketua DPRD Erwin […]

  • Madina Tetap Solat Idul Fitri di Masjid

    Madina Tetap Solat Idul Fitri di Masjid

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Solat Idul Fitri berjamaah tetap akan dilansungkan di masjid masjid seluruh Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Itu diungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Madina, Gozali Pulungan didampingi Kadis Infkom Madina, Sahnan Pasaribu dan Kabag Humas, Wildan Nasution kepada wartawan di sekretariat perkantoran bupati Madina, Jum’at (22/5/2020). Kebijakan ini mengacu pada kondisi Kabupaten Madina […]

  • IAIN Sumut Masih Tunggu Izin Jadi UIN

    IAIN Sumut Masih Tunggu Izin Jadi UIN

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara masih menunggu izin dari pusat terkait rencana perguruan tinggi agama Islam itu berubah status menjadi Universitas Islam Negeri. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara Prof Nur Ahmad Fadhil Lubis di Medan, Sabtu, menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan berkas-berkas usulan perubahan tersebut ke Bappenas dan Kementerian PAN. […]

  • Seputar 3 Warga Ditusuk & Ditembak saat Kibotan

    Seputar 3 Warga Ditusuk & Ditembak saat Kibotan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaku Belum Tertangkap, Puluhan Warga Ngeronda MADINA- Sedikitnya 40 orang menjaga Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, setiap malam. Ini dilakukan warga, mengingat pelaku penusukan dan penembakan oleh warga Hutatua, belum juga ditemukan hingga pekan ketiga. Tokoh pemuda Desa Gunung Baringin Abdul Kholiq, kepada METRO, Minggu (25/9), mengatakan, tingkat ketakutan warga telah menurun dibandingkan pasca […]

expand_less