Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Istri Otak Pembunuhan Suami, Pembunuh Bayaran Dibekuk

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2015
  • print Cetak

SIDIMPUAN –  Petugas dari Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan, Sumut, bergerak cepat setelah Nurhayani Siregar, ibu tiga anak, mengakui telah membayar orang untuk membunuh suaminya, Armansyah Harahap (39).

Dalam hitungan jam, setelah Nurhayani mengakui perbuatannya, sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (8/9), polisi menangkap tiga pelaku lainnya. Ironisnya, ketiga pelaku yang ditangkap itu diketahui satu keluarga yang terdiri dari suami istri dan satu anaknya.

Kapolres Kota Psp AKBP M Helmi Lubis SIK melalui Kasat Reskrim AKP DB Diriono Sihotang memaparkan, setelah Nurhayani mengakui perbuatannya dan mengatakan siapa saja yang terlibat, pihaknya langsung menyusun strategi untuk melakukan penangkapan.

Meski sempat kewalahan, akhirnya tiga pelaku yang terdiri suami-istri dan anaknya ditangkap petugas dari kediaman mereka di Desa Balakka Nalomak, Psp Batunadua Kota Psp.

“Begitu kita dapatkan nama-nama dan tempat tinggalnya, petugas langsung bergerak untuk melakukan penangkapan. Akhirnya tiga pelaku yang kita duga terlibat kita tangkap tanpa perlawanan,” terang Kasat.

Meskipun kondisi tempat penangkapan berada jauh dari pemukiman warga, jelasnya, petugas yang sudah saling berkoordinasi, menangkap Ramadona Laoli (48), Aliuddin Laoli (19) dan Rosliah Boru Tanjung dari kediaman mereka.

“Kita lebih dahulu menangkap Ramadona. Selanjutnya istrinya, kemudian anaknya. Ketiganya kita duga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan yang lebih dulu sudah direncanakan Nurhayani,” jelas Kasat yang juga ikut serta membantu proses penangkapan itu, Selasa (8/9).

Selanjutnya, sekitar pukul 17.30 WIB ketiganya diboyong ke Mapolres Psp dan langsung digelandang ke ruangan Satreskrim. “Ketiganya masih kita proses dan akan kita mintai keterangannya untuk mendapatkan apa peran masing-masing pelaku,” tukas Kasat.

“Keterangan ketiganya akan kita bandingkan dengan pengakuan Nurhayani yang sebelumnya mengaku hanya memberi uang untuk membunuh suaminya,” pungkasnya.

Sumber : Jpnn

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yonif 100/Raider Gelar Glalap

    Yonif 100/Raider Gelar Glalap

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Batalyon Infanteri 100/Raider sebagai batalyon pemukul Kodam I/Bukit Barisan yang memiliki semboyan cepat, senyap dan tepat, dituntut selalu cepat dalam melihat perkembangan situasi, senyap dalam mendekati sasaran dan tepat dalam penanggulangan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Demikian ditegaskan Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers yang bertindak sebagai Irup pada Upacara Pembukaan Geladi Lapangan (Glalap) […]

  • Unjuk Rasa Implementasi Kekecewaan Warga Singkuang I

    Unjuk Rasa Implementasi Kekecewaan Warga Singkuang I

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Mandailing Natal (Madina) Teguh W. Hasahatan Nasution mengatakan unjuk rasa warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, di areal perkebunan milik PT Rendi Permata Raya merupakan implementasi kekecewaan terhadap lambannya proses realisasi kewajiban perusahaan membangun kebun plasma. “Apa yang kita […]

  • Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

    Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Ingin jadi PNS, malah ditipu. Inilah yang dialami Supriyanti alias Yanti (35) dan rekan-rekannya, warga Dusun I, Desa Alur Gadung. Mereka rela melakukan apa saja, termasuk menyerahkan uang tabungan mereka berjumlah Rp418,5 juta kepada Budiono (43) warga Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, selaku calo PNS yang menawari mereka menjadi PNS. Informasi […]

  • Kopi Simalungun Kini Mendunia

    Kopi Simalungun Kini Mendunia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Produk asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara telah mendunia. Kopi jenis arabica ini sudah menjadi langganan gerai kopi kelas dunia, salah satunya Starbucks. Ketua Himpunan Masyarakat Kopi Arabika Sumatera-Simalungun (HMKSS) Wala Tindaon mengatakan, kopi dari Simalungun ini sudah diminta oleh Starbucks, langsung dari California Amerika Serikat, yang diekspor sejak 2014 sebanyak 30 ton. “Awal mulanya bisa […]

  • SMPN 1 Sipirok Terus Berbenah

    SMPN 1 Sipirok Terus Berbenah

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sipirok di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebagai sekolah yang memiliki predikat Sekolah Standar Nasional (SSN), terus membenahi pola pembelajaran sesuai dengan tuntutan SSN. Misalnya, metode pembelajaran secara nasional dengan menggunakan perangkat komputer melalui infokus. Kepala SMPN 1 Sipirok, Drs Bakir Harahap, kepada METRO, Jumat (5/11), mengatakan, bukan saja […]

  • Tujuh Mahasiswa Asal Sumut Lulus Studi S1 di Yaman

    Tujuh Mahasiswa Asal Sumut Lulus Studi S1 di Yaman

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) – Tujuh mahasiswa asal Sumatera Utara, Indonesia yang berkuliah di Universitas Al-Ahgaf, Tarim, Hadhramaut, Republik Yaman, berhasil meraih sarjana S1 tahun ini. Wisuda berlangsung di auditorium Universitas Al-Ahgaf, Kamis (30/5/2024) dalam kegiatan wisuda 130 mahasiswa dari berbagai negara dihadiri ulama dari kota Tarim. Tujuh putra daerah Sumatera Utara yang berhasil meraih […]

expand_less