Senin, 17 Agu 2026
light_mode

Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
  • print Cetak


LANGKAT- Ingin jadi PNS, malah ditipu. Inilah yang dialami Supriyanti alias Yanti (35) dan rekan-rekannya, warga Dusun I, Desa Alur Gadung.

Mereka rela melakukan apa saja, termasuk menyerahkan uang tabungan mereka berjumlah Rp418,5 juta kepada Budiono (43) warga Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, selaku calo PNS yang menawari mereka menjadi PNS.

Informasi terkait penipuan CPNS ini, terungkap saat Supriyanti mengadukan Budiono ke Mapolres Langkat, Jumat (5/11) yang ditampung dalam surat dengan LP/284/XI/2010/SU/LKT.
Saat mengadu ke kantor polisi, warga Dusun I Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Langkat ini mengaku, waktu itu pelaku memberi jaminan kepadanya untuk bisa masuk menjadi PNS dengan catatan korban harus menyerahkan sejumlah uang pelican sebagai biaya pengurusan.

Uang yang diminta pelaku telah diserahkan. Tapi janji pelaku memasukkan korban menjadi PNS hingga sekarang tak juga terealisasi.

Janji menjadikan mereka PNS sudah berlangsung lama terhitung sejak Sabtu (18/9) lalu, di rumah korban di Dusun I, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang.

Saat itu, korban sedang berada di rumahnya. Lalu, pelaku datang menemui korban dengan menawarkan kerjasama kepada korban yang berniat ingin menjadi PNS.

Pelaku, menjamin dapat meluluskan korban untuk menjadi PNS di lingkungan Pemkab Langkat. Hanya saja, pelaku mengaku membutuhkan biaya pengurusan yang angkanya berpariasi.

Pelaku mematok biaya mulai Rp30 juta hingga Rp80 juta untuk masing-masing guru honor yang bersedia diuruskan oleh pelaku untuk masuk PNS. Bila ditotal, uang yang berhasil diraup pelaku mencapai Rp418,5 juta. Sedangkan, sampai saat ini, tak satu pun dari guru honor itu yang diangkat menjadi PNS.

Supriyanti (35) di kantor polisi bercerita, awalnya Ia tidak percaya begitu saja dengan janji pelaku yang mengaku dapat mengurus penggangkatannya menjadi PNS. Tapi, karena teman-temannya yang lain bersedia, Ia pun ikut saja.
Kasubbag Humas Polres Langkat Iptu Jauhari Aruan membenarkan kejadian tersebut.(ndi)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPN Madina Didemo Mahasiswa

    BPN Madina Didemo Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar tiga puluh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Indonesia (IKAMPI) melakukan unjukrasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mandailing Natal (Madina), Selasa (27/10). Unjuk rasa mahasiswa ini merupakan kali ke 2 ke BPN Madina. Kali pertama dilakukan pada 21 Oktober lalu. Dalam orasi di halaman kantor Badan Pertanahan Nasional […]

  • Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Lundu Panjaitan meminta KPK dan Mabes Polri segera turun menelusuri keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) yang dinilai mengangkangi putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap) yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA). Ia juga mendorong pengurus KP USU untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan Bupati Dahlan Hasan Nasution ke […]

  • SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Daud Batubara, Selasa (14/2) menegaskan bahwa tidak ada pungutan apapun terhadap pegawai hororer dalam bentuk apapun, termasuk SK pengangkatan gratis. Dia memperingatkan seluruh pimpinan SKPD dan unit kerja di lingkungan Pemkab Madina agar jangan memungut apapun dari pegawai honor dalam bentuk apapun. Hal itu dikatakan Daud Batubara, […]

  • Saksi dari Dahlan-Aswin Tak Mampu Tunjukkan Bukti

    Saksi dari Dahlan-Aswin Tak Mampu Tunjukkan Bukti

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dugaan money politik yang disangkakan tim pasangan calon (paslon) Dahlan-Aswin terhadap paslon Sukhair-Atika diperkirakan bakal mentah. Pasalnya, dari tiga saksi yang dihadirkan tim Dahlan-Aswin selaku pemohon, tak seorang pun di antara mereka bisa menunjukkan bukti adanya pemberian sejumlah uang tersebut, baik berupa foto maupun video. Itu tergambar dalam lanjutan persidangan PHP (perselisihan hasil […]

  • Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

    Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurasiah Lubis, S.Pd Ibu rumah tangga, tinggal di Tapsel Cahaya menerangi kegelapan, penunjuk jalan di kala gelap. Kita sangat membutuhkan cahaya untuk melihat segala sesuatu, begitulah perumpamaan seorang guru bak pelita penerang di dalam gulita. Menurut Imam al~Ghazali Guru merupakan Siraj (pelita) segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmuannya. […]

  • Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Onilne) – Dunia internasional diminta melakukan kajan terhadap kasus penembakan terhadap massa demonstrasi aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Hingga siang hari, Rabu (22/5/2019) sekitar 6 orang dari pihak massa unjukrasa 22 Mei meninggal dunia, salahsatunya teridentifikasi akibat tembakan peluru. Sehari sebelumnya, Amnesty International Indonesia telah menyerukan agar pihak berwenang harus memastikan adanya […]

expand_less