Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
  • print Cetak

Masdoelhak Nasoetion

Dewan Keamanan PBB marah besar. Pimpinan organisasi bangsa-bangsa yang berkantor di New York meminta sebuah tim netral di Belanda untuk melakukan penyelidikan segera atas kematian Dr. Mr. Masdoelhak Nasoetion di Yogyakarta 21 Desember 1948. Reaksi cepat badan PBB ini untuk menanggapi berita yang beredar dan dilansir di London sebagaimana diberitakan De Heerenveensche koerier : onafhankelijk dagblad voor Midden-Zuid-Oost-Friesland en Noord-Overijssel, 01-02-1949.

Koran ini mengutip pernyataan pers dari kepala kantor Republik Indonesia di London yang pernyataannya sebagai berikut: ‘sejumlah intelektual terkemuka di Indonesia, diantaranya Masdulhak, seorang penasihat pemerintah dibunuh hingga tewas tanpa diadili’.

Mengapa PBB demikian marahnya atas kasus ini? Masdoelhak adalah seorang intelektual paling terkemuka di jajaran inti pemerintahan Republik Indonesia. Masdoelhak adalah akademisi muda bergelar doktor di bidang hukum lulusan Eropa. Masdoelhak juga menjadi adviseur der regering (penasehat pemerintah), penasehat pimpinan republik (Soekarno dan Hatta). Masdoelhak adalah satu-satunya sarjana bergelar doktor di lingkaran satu pemerintahan Republik Indonesia. Inilah alasan mengapa petinggi Belanda (van Moek dan Spoor)  menaruh nama Masdoelhak pada baris pertama dalam list orang yang paling dicari sesegera mungkin (wanted): dead or alive.

De waarheid, 25-02-1949 melaporkan duduk perkara yang mengerikan itu dari ruang pengadilan. Kejadian ini bermula ketika Belanda mulai menyerang Yogya pukul lima pagi, 19 Januari 1948, tentara Belanda bergerak dan intelijen bekerja. Akhirnya pasukan Belanda menemukan dimana Masdoelhak. Lalu tentara menciduk Masdoelhak di rumahnya di Kaliurang dan membawanya ke Pakem di sebuah ladang jagung. Masdoelhak di rantai dengan penjagaan ketat dengan todongan senjata.

Selama menunggu, Masdoelhak hanya bisa berdoa dan makan apa adanya dari jagung mentah. Akhirnya setelah beberapa waktu, beberapa tahanan berhasil dikumpulkan, total berjumlah enam orang. Lalu keenam orang ini dilepas di tengah ladang lalu diburu, dor..dor..dor. Masdoelhak tewas ditempat. Seorang diantara mereka (Mr. Santoso, Sekjen Kemendagri) terluka sempat berhasil melarikan diri, tetapi ketika di dalam mobil dalam perjalanan ke Yogya dapat dicegat tentara lalu disuruh berjongkok di tepi jalan lalu ditembak dan tewas ditempat. Di pengadilan, menurut De waarheid jaksa penuntut umum menganggap pembunuhan ini sebagai ‘pembunuhan pengecut’.

Koran ‘De waarheid’ (waarheid=truth=‘kebenaran’) melihat kasus ini selama ini sengaja ditutup-tutupi. Awalnya resolusi Dewan Keamanan hanya menuntut Belanda bahwa semua tahanan politik harus dibebaskan, malahan membunuh dengan cara keji begini. Koran ini memberi judul beritanya sebagai metode teror fasis (Fascistische terreur-methoden). Desas-desus yang sebelumnya diterima Dewan Keamaman PBB yang membuat mereka marah dan meminta dilakukan penyelidikan secara tuntas akhirnya terungkap di pengadilan. Hasilnya penyelidikan yang diungkapkan oleh koran ‘kebenaran’ ini sebagai: pembunuhan keji para intelektual, pembunuhan secara pengecut dan penggunaan metode fasis.

Respon cepat dari pihak Belanda atas permintaan badan PBB itu karena pada tanggal 1 Maret 1949 komisi PBB akan datang ke Indonesia. Karena itu delegasi Belanda secepat mungkin pula datang ke Batavia untuk melakukan penyelidikan atas kasus kematian Masdoelhak. Pihak Belanda coba menutup-nutupi kasus ini dan bocoran sidang pengadilan itu dapat diketahui wartawan sebagaimana dilaporkan De waarheid, 25-02-1949 tersebut. Dalam berita itu, wartawannya bertanya: Seberapa lama warga Belanda akan mentolerir cara-cara serupa ini? 

Anehnya, dalam buku-buku yang diterbitkan kemudian, kejadian 'pembunuhan keji' ini sengaja atau tidak sengaja dikerdilkan dan kematian Masdoelhak hanya disebutkan hanya sekadar ‘mati ditembak di rumahnya’ [lihat, antara lain dalam buku: ‘Mohamad Roem 70 tahun: pejuang perunding’ (1978) dan buku ‘Southeast Asia: A Testament’ oleh George McT. Kahin (2003)]. Apakah penulis-penulis ini tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya atau hanya mengandalkan sumber (mulut ke mulut) dari pihak Belanda saja? Kita tidak tahu. Good news, bad news, yang jelas koran ‘De waarheid’ memiliki informasi yang berbeda (cover both side). (Bersambung. *Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan berbagai sumber tempo doeloe / Tapanuli Selatan Dalam Angka)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji PNS Bakal Naik Lagi

    Gaji PNS Bakal Naik Lagi

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KemenPAN-RB Usul Naik 15 Persen JAKARTA, – Kenaikan gaji PNS, TNI, dan Polri bakal jadi salah satu topik pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi kebijakan tersebut selalu ditelorkan tiap tahunnya untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara sekaligus menyesuaikan inflasi. Menurut Karo Hukum dan Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Muhammad […]

  • Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Seorang TKI yang mengaku diperkosa tiga polisi Malaysia tampil di pengadilan hari ini untuk memberikan kesaksian. Dalam persidangan, wanita berumur 26 tahun itu mengaku telah berhubungan seks dengan kekasihnya sebelum melapor ke polisi mengenai pemerkosaan itu. Wanita Indonesia itu menyampaikan hal tersebut saat ditanyai jaksa Suhaimi Ibrahim dalam persidangan kasus pemerkosaan […]

  • Malam Ini, PT Jaya Kontruksi Akhirnya Bantu Biaya Korban Proyek Lobang Bobokan Drainase Jalan Panyabungan

    Malam Ini, PT Jaya Kontruksi Akhirnya Bantu Biaya Korban Proyek Lobang Bobokan Drainase Jalan Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Malam ini sekitar pukul 19.50 wib tadi, akhirnya PT Jaya Kontruksi membantu biaya pengobatan dan pemulihan Aini Safitri korban jatuh di bobokan drainase jalan lintas sumatera di pasar baru panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) “PT Jakon telah memenuhi komitmennya untuk bantu biaya pengobatan adik saya, mereka tiba sekitar pukul 19.50 tadi,” Kata […]

  • Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

    Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Personel satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Pemkab Mandailing Natal (Madina) menjaring 15 siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kecamatan Panyabungan, dalam operasi kasih sayang yang digelar Rabu (10/11). Selain itu, Satpol PP juga berhasil menjaring dua PNS yang berkeliaran saat jam kerja. Kepala Satpol PP Pemkab Madina Nurkholis SH saat ditemui […]

  • STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel

    STAIN Madina Raih Juara Festifal Tortor se Tabagsel

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina dalam ajang Festival Tortor se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang diikuti oleh peserta dari tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa, tim DEMA STAIN Madina sukses meraih Juara II. Abdul Bais Ketua DEMA STAIN Pada Mandailing Online Minggu, (09/10/2025) mengatakan diraih nya prestasi ini […]

  • Bupati Madina Cabut IUP PT Sorik Marapi Geothermal Power

    Bupati Madina Cabut IUP PT Sorik Marapi Geothermal Power

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) — Bupati Mandailing Natal (Madina), Selasa malam (9/12), dikabarkan telah mencabut IUP (izin Usaha Pertambangan) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dalam eksplorasi bagi pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Pencabutan ini dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi perkembangan investasi di Madina ke depan serta hilangnya peluang Sumatera Utara dalam mengatasi […]

expand_less