Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Ramadhan Terakhir Tanpa Khilafah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
  • print Cetak

Oleh : Bima Sari Sinaga, S.Pd*

Ramadhan 1441 H ini adalah ramadhan pertama tanpa kemeriahan. Hening. Sedih. Keluarga tidak lengkap dalam rumah.

Tapi bisa jadi inilah ramadhan paling berkesan. Bagaimana tidak, di tengah pandemi, umat Islam di seluruh dunia berpuasa dengan aktivitas yang tidak lazim untuk sebagian besar orang.

Khususnya masyarakat Indonesia yang kental dengan budaya dan tradisi punggahan, berkeliling membangunkan sahur , takbiran hingga mudik. Tahun ini semua itu hanya ada dalam angan-angan.

Semua ini adalah imbas dari keterlambatan penanganan dari pemerintah yang sangat tidak tegas dalam mengambil sikap.

Semua ini imbas dari abainya pemerintah terhadap keselamatan ratusan juta jiwa penduduk Indonesia.

Enggan menerima syariat Islam sebagai solusi pemecahan masalah. Hingga kini, korban terus bertambah meski sudah diberlakukan PSBB.

Seandainya, dari awal tersebarnya kabar covid 19 di Wuhan, pemerintah langsung menerapkan lockdown di Indonesia, maka jumlah kasus meninggal tidak akan meningkat drastis seperti saat ini.

Dikutip dari merdeka.com, virus Corona di Indonesia pertama kali terdeteksi pada awal bulan Maret 2020 diumumkan langsung oleh presiden Joko Widodo yakni dua orang korban positif. Hanya dalam jangka waktu tak sampai 2 bulan korban meninggal telah tercatat mencapai 765 jiwa. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Sungguh memprihatinkan.

Di tengah musibah besar, kita sangat berharap di bulan yang penuh berkah ini, Allah segera memulihkan keadaan seperti sedia kala dan kita pun bisa mengambil hikmah di baliknya.

Membuka mata kita secara terang dan jelas tentang betapa penting dan wajibnya penerapan syariat Islam atas setiap musibah yang terjadi di negeri ini dan bahkan di seluruh dunia.

Sudah saatnya kita bersatu tanpa ragu. Jangan ada lagi perpecahan di antara kita terkhusus sesama ummat Islam. Merasa paling benar adalah benteng pemisah yang membuat kita sangat sulit bersatu.

Campakkan pemikiran sekuler yang masih ada dalam jiwa kita masing-masing. Kembali kepada aturan Allah Sang Pemilik alam semesta. Hanya dengan itulah kita bisa bangkit menegakkan kembali hukum Islam yang pernah jaya berabad-abad lamanya. Apakah tidak ada setitik pun kerinduan dihati akan kejayaan Islam dulu?
Jika ada, tidak ada alasan untuk menolak tegaknya daulah Islam di bumi Allah ini.

Tahun ini amat berkesan dalam menjalankan ibadah puasa. Mari kita gaungkan, semoga tahun ini adalah ramadhan terakhir tanpa khilafah. Sudah cukup penderita ummat Islam di seluruh penjuru dunia.

Allahu Akbar.. laa Ilaha illallah muhammadan Rasulullah.

Wallahu a’lam
Wassalam.

*Penulis tinggal di Parlilitan, Humbang Hasundutan, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMK berakhir Rabu (20/4) kemarin. Berakhirnya UN tersebut, beberapa peserta meluapkan rasa kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. Bagi mereka tentu hal ini merupakan tren atau luapan kegembiraan, tetapi harus disadari tindakan tersebut kurang terpuji apalagi dibarengi dengan tindakan lain di luar corat-coret karena tidak mencerminkan generasi terdidik. Pantauan METRO, […]

  • Puluhan Pejabat Eselon II dan III Pemkab Madina Dimutasi

    Puluhan Pejabat Eselon II dan III Pemkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina), dimutasi. Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat dilaksanakan Pj Sekdakab Madina Gozali Pulungan di Aula Kantor Bupati Madina, Selasa (01/03/2011). Pelantikan pejabat eselon II dan III ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Madina Nomor 821.2/065/K/2011. Pejabat eselon II yang dilantik sebanyak 4 orang dan […]

  • Kadis PMD: Tidak Ada Instruksi Keharusan Membeli 3 Foto Tokoh Madina

    Kadis PMD: Tidak Ada Instruksi Keharusan Membeli 3 Foto Tokoh Madina

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Parlin Lubis menyebutkan tidak ada instruksi kepada camat ataupun kepala desa untuk pembelian 3 foto tokoh Mandailing Natal (Madina) yang belakangan viral di media sosial. “Saya pastikan tidak ada instruksi atau pemaksaan untuk membeli 3 foto itu,” kata Parlin ketika dihubungi Mandailing Online via […]

  • Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Melahirkan di Sekolah

    Siswi SMP Negeri 1 Sinunukan Melahirkan di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Salah seorang siswi Kelas II SMP Negeri 1 Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (18/02/2011) lalu melahirkan di sekolah. Anak yang dilahirkan merupakan hasil hubungan intim dengan abang kandung. Kejadian ini terbongkar setelah siswi Kelas II C berinisial YS ini melahirkan di bawah pohon sawit yang masih berada di lingkungan sekolah. Saat […]

  • Bupati Madina Tinjau Pembangunan Dapur MBG Milik Yayasan Sahabat Peduli

    Bupati Madina Tinjau Pembangunan Dapur MBG Milik Yayasan Sahabat Peduli

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengapresiasi progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera (SPS). Apresiasi itu disampaikan bupati usai meninjau pembangunan SPPG tersebut di Jalan Bhakti ABRI, Panyabungan, Selasa (22/7/2025). SPPG juga disebut “Dapur MBG” merujuk pada dapur yang berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi […]

  • Kasus Pemutusan Listrik di Gedung BPM Tak Harus Terjadi Jika Sekretariat Pemkab Madina Sinergis

    Kasus Pemutusan Listrik di Gedung BPM Tak Harus Terjadi Jika Sekretariat Pemkab Madina Sinergis

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus pemutusan listrik di gedung Badan Pemberdayaan Masyarakat  Mandailing Natal (Madina) oleh PLN harusnya tak terjadi jika sekretariat Pemkab Madina mampu mengantisipasi. Pemutusan itu akibat BPM Madina belum membayar tagihan rekening listrik sejak Januari 2017. Itu sebagai dampak lambannya bupati melakukan pengukuhan atau pelantikan pejabat di instansi ini sejak berlakunya PP […]

expand_less