Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Ramadhan Terakhir Tanpa Khilafah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
  • print Cetak

Oleh : Bima Sari Sinaga, S.Pd*

Ramadhan 1441 H ini adalah ramadhan pertama tanpa kemeriahan. Hening. Sedih. Keluarga tidak lengkap dalam rumah.

Tapi bisa jadi inilah ramadhan paling berkesan. Bagaimana tidak, di tengah pandemi, umat Islam di seluruh dunia berpuasa dengan aktivitas yang tidak lazim untuk sebagian besar orang.

Khususnya masyarakat Indonesia yang kental dengan budaya dan tradisi punggahan, berkeliling membangunkan sahur , takbiran hingga mudik. Tahun ini semua itu hanya ada dalam angan-angan.

Semua ini adalah imbas dari keterlambatan penanganan dari pemerintah yang sangat tidak tegas dalam mengambil sikap.

Semua ini imbas dari abainya pemerintah terhadap keselamatan ratusan juta jiwa penduduk Indonesia.

Enggan menerima syariat Islam sebagai solusi pemecahan masalah. Hingga kini, korban terus bertambah meski sudah diberlakukan PSBB.

Seandainya, dari awal tersebarnya kabar covid 19 di Wuhan, pemerintah langsung menerapkan lockdown di Indonesia, maka jumlah kasus meninggal tidak akan meningkat drastis seperti saat ini.

Dikutip dari merdeka.com, virus Corona di Indonesia pertama kali terdeteksi pada awal bulan Maret 2020 diumumkan langsung oleh presiden Joko Widodo yakni dua orang korban positif. Hanya dalam jangka waktu tak sampai 2 bulan korban meninggal telah tercatat mencapai 765 jiwa. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Sungguh memprihatinkan.

Di tengah musibah besar, kita sangat berharap di bulan yang penuh berkah ini, Allah segera memulihkan keadaan seperti sedia kala dan kita pun bisa mengambil hikmah di baliknya.

Membuka mata kita secara terang dan jelas tentang betapa penting dan wajibnya penerapan syariat Islam atas setiap musibah yang terjadi di negeri ini dan bahkan di seluruh dunia.

Sudah saatnya kita bersatu tanpa ragu. Jangan ada lagi perpecahan di antara kita terkhusus sesama ummat Islam. Merasa paling benar adalah benteng pemisah yang membuat kita sangat sulit bersatu.

Campakkan pemikiran sekuler yang masih ada dalam jiwa kita masing-masing. Kembali kepada aturan Allah Sang Pemilik alam semesta. Hanya dengan itulah kita bisa bangkit menegakkan kembali hukum Islam yang pernah jaya berabad-abad lamanya. Apakah tidak ada setitik pun kerinduan dihati akan kejayaan Islam dulu?
Jika ada, tidak ada alasan untuk menolak tegaknya daulah Islam di bumi Allah ini.

Tahun ini amat berkesan dalam menjalankan ibadah puasa. Mari kita gaungkan, semoga tahun ini adalah ramadhan terakhir tanpa khilafah. Sudah cukup penderita ummat Islam di seluruh penjuru dunia.

Allahu Akbar.. laa Ilaha illallah muhammadan Rasulullah.

Wallahu a’lam
Wassalam.

*Penulis tinggal di Parlilitan, Humbang Hasundutan, Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mustahil Sumut kuasai 58,88 persen Inalum

    Mustahil Sumut kuasai 58,88 persen Inalum

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Meski tahap nasionalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat pada PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) belum menemukan titik terang, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Tengku Erry Nuradi mengatakan Pemerintah Privinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana untuk membeli saham PT Inalum hingga 58,88 persen. Menyikapi pernyataan Tengku Erry, Ketua Komisi D DPRD […]

  • Pj Bupati Madina Harus Jeli

    Pj Bupati Madina Harus Jeli

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca pengesahan perda tentang perampingan SKPD, tersiar kabar bakal diadakan mutasi besar-besaran oleh Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Sejumlah tanggapan yang dihimpun wartawan dari lingkungan Pemkab Madina, mengharapkan mutasi dilaksanakan setelah pencairan dana anggaran triwulan IV tahun ini selesai. Sebab, apabila mutasi dilakukan sebelum pencairan anggaran triwulan IV selesai, dikhawatirkan akan […]

  • 1 Persen APBD untuk Pengawasan Korupsi

    1 Persen APBD untuk Pengawasan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), Mardiasmo menyatakan, seluruh Pemerintah Daerah harus mengalokasikan sedikitnya 1 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah untuk dana pemberantasan korupsi, Rabu (15/1). Anggaran itu guna memper kuat pengawasan, mengingat masih maraknya tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat Pemerintah dan Kepala Daerah. “Hal ini sebenarnya sudah sudah disampaikan pak […]

  • Peringatan Maulid Nabi Sekaligus Silaturahmi Pelajar Sumatera Utara di Yaman

    Peringatan Maulid Nabi Sekaligus Silaturahmi Pelajar Sumatera Utara di Yaman

    • calendar_month Selasa, 10 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan : Ahmad Raja Azani Nasution – dari Yaman Mahasiswa Universitas Al-Ahgaff, Yaman / Sekretaris IPSU Yaman   IPSU (Ikatan Pelajar Sumatera Utara) Yaman merupakan  ikatan keluarga besar pelajar asal Sumatera Utara yang berada di negeri Yaman sukses mengadakan acara Maulid Nabi SAW pada Jum’at (06/11/20) lalu. Peringatan maulid itu juga menjadi ajang silaturrahim […]

  • Terkait Excavator Hasil Tangkapan Polres Madina.PN dan Kejaksaan Negeri Ngaku tak Pernah Terima Berkas Pelimpahan 

    Terkait Excavator Hasil Tangkapan Polres Madina.PN dan Kejaksaan Negeri Ngaku tak Pernah Terima Berkas Pelimpahan 

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online: Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Pengadilan Negeri (PN) Mandailing Natal (Madina) bahwa sepanjang Tahun 2024 lalu, PN Madina telah mengeluarkan 4 (Empat) penetapan persetujuan sita terhadap 11 Unit Excavator, dengan rincian sebagai berikut : – Penetapan Sita Nomor : 148/PenPid B-SITA/2024/PN Mdl tanggal 03 Juni 2024. (2 Unit Excavator) – Penetapan […]

  • Dibekuk, Spesialis Pembius Penumpang Pesawat

    Dibekuk, Spesialis Pembius Penumpang Pesawat

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Anggota Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya membekuk sindikat spesialis pembiusan yang mengincar sasaran penumpang pesawat yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yakni tersangka Sugiyanto dan Sutikno. “Pelaku mengincar penumpang pesawat yang akan keluar dari Bandara Soekarno-Hatta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu. Baharudin […]

expand_less