Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

Siantar- Dikira turut serta berkemah di organisasi Pramuka Sekolah, Dewi Hartati (10) justru raib selama 5 hari. Setelah melakukan pencaharian, ternyata bocah ini ditemukan sudah jadi mayat busuk tidak jauh dari lokasi sekolahnya di SD Muhammadiyah, Kecamatan Sialu Laut, Asahan, Selasa (7/2).
Tragisnya, mayat sudah membusuk serta kepala terpisah dengan tubuhnya. Kuat dugaan, korban sengaja dibunuh untuk menghilangkan jejak, setelah sebelumnya diperkosa.

Guna mengetahui penyebab kematiannya, Polsek Air Joman membawa mayat ke RSU Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar guna diotopsi. Di sini, Rosmawati Sinaga (40) Uwak korban menuturkan, penemuan jenazah keponakannya diketahui setelah beberapa anak sekolah mencium aroma busuk yang sangat menyengat diareal kebun sawit persisnya di Dusun V Bangun Sari, Kecamatan Silau Bangun, Asahan, sekitar pukul 12.00 WIB. Lantas, warga berbondong-bondong ke lokasi setelah mengetahui adanya mayat bocah perempuan hingga selanjutnya dievakuasi petugas kepolsian.

Sebelumnya, keluarga sudah mencari kemana-mana terkait keberadaan Dewi yang terakhir pamit dari rumah untuk berkemah dengan temannya di organisasi Pramuka Sekolah. Malah pencarian, melibatkan orang pintar dengan versi berbeda-beda. “Kami nyaris putus asa mencarinya, karena anak itu belum tau apa-apa, tapi kok malah hilang,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Korban anak kedua dari empat bersaudara ini, Jumat (3/2), sekitar pukul 13.00 WIB, pamitan kepada ibunya, Nurani br Sinaga untuk berangkat ke sekolah tempat di mana siswi pramuka ditunggu dan selanjutnya berangkat kemah ke Kampung Banjar Minggu, Asahan.

Dengan sungkem, Dewi yang kini duduk di bangku Kelas V SD itu, melangkah dengan senyuman menuju sekolah dan Nurani berangkat perwiritan. Ternyata perpisahan itu untuk selamanya karena Dewi sama sekali tidak berkemah justru mayatnya terabaikan di ladang sawit sekitar 700 meter dari rumahnya.

Masih keterangan Rosmawati ditemani adiknya, Fatimah (35), kalau selama kepergian Dewi, ibunya beranggapan sedang berkemah. Namun hingga Senin (6/2) Dewi malah belum tiba ke rumah, sedangkan teman-teman satu pramukanya yang berjumlah 9 orang sudah berada di rumah masing-masing.
Kapolsek Air Joman, AKP B Tambunan saat ditemui di kamar mayat RSU Dr Djasamen Saragih mengaku, di lokasi penemuan, jasad korban ditemukan terlentang dengan rok tersikap ke atas. Belum diketahui pasti penyebab kematian, namun dugaan sementara mengarah ke pencabulan. Bahkan diduga untuk mengaburkan jejak, korban sengaja dibunuh. “Itu masih dugaan, begitupun kita masih menunggu hasil otopsi forensik,” tegasnya.(mag-5/smg.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhirnya Pejabat Dinas PMD Madina Dilantik

    Akhirnya Pejabat Dinas PMD Madina Dilantik

    • calendar_month Jumat, 21 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gozali Pulungan,SH.MM dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at (21/4/2017). Dia menggantikan pejabat lama, Sayuti Lubis. Pelantikan Gozali ini bersama dengan 366 pejabat eselon II,III dan IV di lingkungan Pemkab Madina oleh Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution di Taman Raja Batu, Panyabungan. Jabatan Sekretraris ini […]

  • Beasiswa Dicairkan

    Beasiswa Dicairkan

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah proses yang agak panjang, akhirnya beasiswa untuk mahasiswa dan mahasiswi Mandailing Natal dicairkan oleh Pemkab Madina melalui Dinas Pendidikan, Kamis (3/1). Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Madina Hidayat Batubara di lapangan SMA Negeri 1 Panyabungan dihadiri para mahasiswa dan orang tua masing-masing. Jumlah mahasiswa dan mahasiswi yang mendapat beasiswa ini […]

  • Harga Bahan Pokok Melonjak

    Harga Bahan Pokok Melonjak

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca Natal dan menjelang Tahun Baru 2011, sebagian harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Mandailing Natal, melonjak. Antara lain cabai yang saat sekarang ini harganya mencapai Rp 40-50 ribu perkilogramnya. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/12/2010), salah seorang pedagang bernama Ucok Nasution (35) menjual cabai merah Rp 50 ribu per […]

  • Cinta Ditolak, Haruskah Nyawa Jadi Taruhan?

    Cinta Ditolak, Haruskah Nyawa Jadi Taruhan?

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan S.Pt Cinta. Satu kata yang indah. Membuat banyak orang lupa diri. Adakah salah cinta? Cinta, jika ditempatkan sesuai syariah maka akan tumbuh nilai-nilai pahala. Namun jika tidak, nyawa pun tak bisa jadi taruhannya. Seorang pelajar akibat sakit hati karena cinta ditolak tega membunuh “seseorang” yang katanya ia cintai. Korban adalah FPR 16 […]

  • Kantor DPRD Dibobol Maling

    Kantor DPRD Dibobol Maling

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Walau merupakan hari kerja, namun seluruh PNS yang bertugas di Bagian Umum Sekretariat DPRD Tapanuli Selatan pada Senin (24/01/2011) tidak masuk kantor usai jam istirahat siang. Akibatnya ruang kerja bagian umum menjadi sasaran maling. Maling disebut merusak dan menggasak uang jutaan rupiah dari laci kerja salah seorang staf. Konon kabarnya, uang jutaan rupiah itu […]

  • Nelayan Madina Tidak Melaut Akibat Cuaca Badai

    Nelayan Madina Tidak Melaut Akibat Cuaca Badai

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sudah lebih dari sepekan para nelayan di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) tidak melaut akibat cuaca buruk dan musim badai. “Sehingga banyak nelayan yang menggangur,” ungkap Hasmar, seorang nelayan di Kecamatan Muara Batang Gadis kepada waratawan, Minggu lalu (13/10/2013). Hasmar mengatakan, akibat situasi cuaca badai atau angin barat, […]

expand_less