Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Jalinsum Batu Jomba Sipirok Nyaris Putus

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2014
  • print Cetak

Tapsel  – Kondisi ruas Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Batu Jomba di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan nyaris terputus. Bagi para pengguna jalan yang melewati daerah itu agar ekstra hati-hati.

Pantauan MedanBisnis, Jumat (12/12) jalan lintas yang menghubungkan Sipirok-Tarutung sempat terputus. Hal itu menyebabkan antrean panjang kendaraan.
Informai diperoleh dilokasi menyebutkan pada pagi tadi satu unit truk sempat terperosok bersamaan abrasi tanah dan nyaris masuk jurang. Namun truk berhasil di keluarkan tanpa ada korban jiwa.

Satu unit alat berat telah tiba di lokasi, namun belum melakukan kegiatan untuk memperlebar ruas jalan yang semakin sempit akibat longsor. Puluhan warga berupaya melebarkan jalan dengan cara menimbun badan jalan yang sudah terputus menggunakan batu dan kayu-kayu besar.

Kendaraan yang sejak pagi tadi antrean panjang. Barulah sekitar pukul 15.25 WIB satu persatu kederaan diatur keluar melintasi jalan sempit dan penuh tantangan dari satu sisi ada tebing namun satu sisi ada jurang menganga kurang lebih dalamnya 10 meter.

Warga yang mengendalikan arus lalulintas tersebut ternyata tidak hanya sekadar pengabdikan diri, tetapi pengendara yang melintas di kenakan biaya yang mereka sepakati sepihak antara pekerja yang ada tarif tersebut mereka mintai kepada pengendara yang sudah berhasil keluar. Adapun untuk kendaraan kecil dipungut Rp 10.000 dan bagi kenderaan ukuran besar seperti truk atau tronton dimintai Rp 20.000.

Saat itu pihak kepolisian tidak ada terlihat dilokasi untuk mengamankan situasi terjadi. Namun sejumlah pengendara yang berhasil keluar dari jalan sempit dan berbahaya tersebut tidak merasa keberatan adanya pungutan tersebut. "Kami tidak keberatan memberikan uang kepada warga yang sangat membantu mengeluarkan kami dari jebakan jalan sempit dan berbaha tersebut," ujar Zia (32) salah satu supir angkut yang sudah keluar dari jalur jalan nyris terputus itu.

Sejumlah warga mengatakan, akibat kerusakan itu hampir setiap jam dan setiap hari terjadi kemacatan. Badan jalan sudah bergeser jauh akibat seringnya abrasi dan longsor.
Ucok (37) supir bus yang sering melintasi lokasi misalnya, mengatakan, Jalinsum Batu Jomba di Kecamatan Sipirok sudah sangat tidak layak dilalui. Badan jalan sering longsor dan tanahnya kebanyakan pasir,""katanya.(medanbisnis)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Bupati Madina Serahkan SK CPNS Formasi Tahun 2010

    Pejabat Bupati Madina Serahkan SK CPNS Formasi Tahun 2010

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Pejabat Bupati Aspab Sopian Batubara menyerahkan Surat Keputusan pengangkatan dan penugasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 278 orang sementara 2 orang lagi gagal dikarenakan tidak mendaftar ulang di Lapangan Parkir Komplek Perkantoran Bupati Madina, Kamis (17/2). Aspan menyampaikan agar para CPNS tahun 2010 ini harus […]

  • OKP Dukung Program Pemerintah Berantas Pekat

    OKP Dukung Program Pemerintah Berantas Pekat

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan mahasiswa mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) tentang pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Hal itu bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Madina yang madani seperti motto Kabupaten Madina. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Madina, Drs Zainal Arifin MM beserta beberapa pimpinan OKP di […]

  • Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan menggelar serial diskusi bertema Dampak Pergaulan Bebas dan Pencegahannya di Taman Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (11/7) siang. Hadir sebagai narasumber Efrida Nasution ,SP Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dan Ust Raja Ritonga, Lc., MA Pemerhati Sosial […]

  • Ibu Pembuang Bayi di Hutabargot, Ternyata Seorang Guru

    Ibu Pembuang Bayi di Hutabargot, Ternyata Seorang Guru

    • calendar_month Sabtu, 10 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ibu kandung yang mebuang bayi di kawasan Hutabargot ternyata seorang guru SMP. Tersangka berinisial RH (31) warga Desa Hutabargot Lombang Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal (Madina), pekerjaannya guru honor di salah satu SMP Negeri di Panyabungan. Wanita ini ditangkap Polres Madina di kawasan Lingkar Timur Panyabungan depan rumanh makan Paranginan usai menyaksikan […]

  • Biaya Jembatan Selat Sunda Rp100 triliun

    Biaya Jembatan Selat Sunda Rp100 triliun

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Biaya pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang membutuhkan dana minimal Rp100 triliun tak bisa ditutup jika hanya mengandalkan tarif tol. Namun diperlukan juga semacam sumber pembiayaan lain. “Dari hasil Pra Feasibility Study kita memperoleh hasil dengan nilai investasi US$10 miliar, itu tidak bisa dikembalikan semata-mata hanya mengandalkan tarif tol saja,” kata Direktur Utama […]

  • Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    Gagal Bamus DPRD Juga faktor Uang Sogok

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kegagalan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina menyelenggarakan rapat membahas jadwal pembahasan Perhitungan APBD 2011, tidak melulu berlatar penekanan politik kepada pemerintahan Hidayat-Dahlan. Motif kebanyakan anggota dewan adalah uang. Banyak anggota dewan ditengarai mematok konpensasi 10 juta rupiah agar bersedia hadir di rapat Bamus. “ ini dikarenakan banyak anggota DPRD saat ini sudah […]

expand_less