Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
  • print Cetak

Alat berat dan lokai tambang emas ilegal ini diduga milik Bold Warga Batang Natal yang beroperasi tidak jauh dari kantor polsek batang natal ( fikri )

BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emas ilegal atau lebih kren kata penambang istilah PETI ( pertambanan emas tanpa izin) diwilayah Hukum Polsek Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal terus beraktifitas disejumlah titik. Dari keterangan warga sedikitnya ada 36 alat berat jenis excavator yang beroperasi melakukan penambangan terbuka di kawasan Kecamatan Batang Natal. 36 alat berat itu sendiri dokelola oleh sejumlah nama pemodal.

Anehnya Polsek Batang Natal seolah tutup mata meski aktifitas tambang dengan menggunakan alat berat itu tidak jauh beroperasi dari kantor nya.

” Bukan toke Bold namanya kalau tidak beroperasi dekat Polsek Batang Natal Bahkan dia juga memiiiki gudang penyimpanan alat berat dan BBM ilegal dipinggir jalan raya didesa jambur baru,” jelas warga yang meminta identitasnya tidak di sebutkan.

Samentara itu salah seorang warga yang di wawancarai mengaku adanya penambangan emas diwilayah mereka justru membuat masyarakat sebagian kecipratan hasil nya namun ia tidak menampik bahwa kerusakan lingkungan yang menjadi dampak buruknya.

” suangai batang natal ini dulunya jadi tempat ternyaman bagi berbagai jenis ikan tawar. Air nya jernih bahkan kerap dijadikan destinasi wisata bagi warga yang kebetulan melintas. Namun sekarang akibat penambangan emas menggunakan alat berat,kondisi air sungai sudah keruh dan ekosistem didalamnya juga banyak yang mati” kata seorang kakek mengaku bernama fahri ( 78th ) warga muara soma saat bercerita pada Mandailing Online.

Menanggapi maraknyan aktifitas tambang emas ilegal di Madina. Zakaria Rambe dari Jaringan Masyarakat Pemantau Polisi (JAMPI) Sumatera Utara (Sumut) menilai Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Paloh, SH, SIK tidak pernah serius dalam menangani atau melakukan penertiban terhadap Penambahan Emas Tanpa Izin (PETI) di Madina.

“Seharusnya kalau memang serius, Pak Kapolres bisa langsung berkoordinasi dengan Ditreskrimsus terkait penertiban dan penanganannya. Ini malah asyik sendiri,” kata Zakaria Rambe

Ia menyarankan agar Polres tinggal melakukan verifikasi saja dari data yang disampaikan. Apalagi beberapa kegiatan PETI ini infonya berada di dekat kantor Polsek. Ini membuat marwah hukum dan polisi jadi diinjak-injak oleh para pelaku ilegal,”sebut Zakaria (nap )

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

    Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing memproduksi itak poul-poul biasanya ketika hajatan “pamijur danak” (harfiahnya menurunkan bayi-suatu tradisi di Mandailing membawa bayi pertama kali keluar rumah). Sang bayi belum boleh digendong ke luar rumah sebelum usia seminggu. Acara “pamijur danak” dipestakan dengan memproduksi itak poul-poul oleh para gadis dan dibagikan kepada tetangga keluarga si bayi. […]

  • DPR RI Mulai Godok Pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    DPR RI Mulai Godok Pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPR RI mulai menggodok pembahasan pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kepastian itu diketahui setelah Badan Legislasi DPR RI mengeluarkan surat perihal permintaan kepada fraksi-fraksi DPR RI untuk menjadi anggota Panja RUU tentang pembentukan Daerah Otonom Baru yang agendanya termasuk pemekaran Kabupaten Madina. “Ini merupakan perkembangan […]

  • Bupati Terima Hibah Pertapakan Kantor Lurah Simpang Gambir

    Bupati Terima Hibah Pertapakan Kantor Lurah Simpang Gambir

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Masyarakat Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghibahkan sebidang tanah seluas 11 x 15 meter kepada Pemkab Madina untuk pertapakan kantor Lurah Kelurahan Simpang Gambir. Surat hibah tersebut langsung diserahkan para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda setempat kepada Bupati Madina, Hidayat Batubara di ruang kerja bupati, […]

  • Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

    Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kunjungan kali ini memiliki makna banyak dalam usaha mempererat hubungan persaudaraan antara etnis Mandailing di Malaysia dengan saudara mereka di tanah leluhur Mandailing yang sudah lama terpisahkan oleh dua negara,” kata Kuasa Perwakilan Mandailing Malaysia di Madina, Dahlan Batubara, Jum’at (23/11). Kunjungan silaturrahim sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia itu […]

  • Tahap Konstruksi PT.SMGP Berjalan Normal

    Tahap Konstruksi PT.SMGP Berjalan Normal

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga awal September 2015, akitivitas tahapan konstruksi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dilaksanakan PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di wilayah kerja proyek Kabupaten Mandailing Natal, sedang berjalan. Pantauan wartawan sejak akhir Agustus hingga awal September, kegiatan tahapan konstruksi berjalan normal, baik pengerjaan konstruksi di lokasi rencana titik bor maupun […]

  • 14 Ranperda Terpendam 1 Tahun di DPRD Palas

    14 Ranperda Terpendam 1 Tahun di DPRD Palas

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS (Mandailing Online) – Sebanyak 14 rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kabupaten Palas terpendam hampir satu tahun lamanya di Sekretariat DPRD Palas dan tidak dibahas oleh anggota DPRD Palas atau sejak 2012. Dimana sesuai hasil informasi dari sekretariat DPRD Palas, berdasarkan surat Bupati No.1888-34/8061/2012 tanggal 12 Desember TA 2012 dan Nomor 180/596/2013 tanggal 30 Januari 2013 […]

expand_less