Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Karut Marut Dana Desa (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution

 

Lima tahun Dana Desa berjalan. Apa yang berubah?

(1) Rapat beton bersilang di tengah perkampungan tanpa urgensi apa pun terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(2) Pertikaian masyarakat meninggi, antara mereka yang kecipratan dengan yang tidak.

(3) Kesejahteraan Kepala Desa sebagian besar meningkat tajam, berbanding terbalik dengan kesejahteraan penduduk desa.

Akumulasi dana desa yang nyaris lima milyar selama ini malah tidak berdampak langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tentu karena program dana desa gagal memilih program yang sungguh-sungguh menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Di bidang fisik misalnya, hanya bermain di rabat beton lingkungan desa, sedikit yang menyentuh jalan sentra produksi. Kita membuat kantor kepala desa yang gagah mewah tapi tidak berbanding lurus dengan fungsi pelayanan dan fungsinya.

Kita membuat gapura desa yang cantik dengan lampu-lampu kemerlip, padahal tidak sama sekali bersinggungan dengan semangat mencari nafkah. Kita membuat Bumdes yang sama sekali rendah potensi wirausahanya. Dan lain-lain.

Sektor Pemberdayaan Masyarakat lebih buruk lagi. Namanya pemberdayaan, sepatutnya membuat rakyat makin berdaya. Tapi yang muncul kegiatan yang aneh-aneh. Bukan kegiatan yang sungguh meningkatkan daya saing rakyat misalnya, peningkatan pemahaman budi daya pertanian, teknologi sederhana pertanian, pengembangan UKM, bantuan modal dan kewirausahaan, inovasi ekonomi pedesaan, dan lain-lain.

Sektor pemberdayaan malah sibuk dengan beragam bentuk sosialisasi penataan keuangan, sosialisasi lalu lintas, wawasan kebangsaan, dan seterusnya. Tentu saja sektor itu penting, tapi cantolannya tidak pas dengan Dana Desa. Karena Dana itu sepatutnya tidak keluar dari sektor pemberdayaan ekonomi rakyat.

Masalahnya di mana? Pertama, kita gagal membuat penekanan bahwa pemberdayaan memang bervisi ekonomi kerakyatan. Baik sektor pertanian, jasa, UKM, kerajinan, kuliner, teknologi sederhana, kewirausahaan, multimedia, kapasitas pekerja seni-budaya, pekerja informal, dan seterusnya.

Kedua, pendamping kecamatan dan desa sepatutnya mempu menawarkan program-program yang bervisi ekonomi itu untuk desa. Kalau hanya membiarkan musyawarah desa tanpa “mem-push” dan perlakuan khusus lain, musyawarah cenderung liar. Karena masyarakat tidak cukup memiliki kapabilitas untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang lebih inovatif.

Ketiga, desa sepatutnya membentuk tim perumus yang terdiri dari kelompok intelektual, wirausaha, dan lain-lain yang merumuskan secara terukur pola pengembangan ekonomi desa melalui Dana Desa. Dengan begitu ada capaian yang signifikan untuk dilakukan, dan terukur. Kita tahu penekanan untuk membentuk tim itu ada. Namanya Tim Inovasi Desa. Tapi tidak tidak di-“endorse” sebagaimana mestinya.

Sayang sekali, dana sebesar itu sama sekali tidak mampu mengubah kesejahteraan rakyat. Saya ragu, kita sebenarnya punya niat baik atau tidak untuk memanfaatkan dana besar itu bagi kesejahteraan bersama. Tidak juga mengubah hidup petani tanaman pangan, para buruh bangunan, tukang jahit, pelaku UKM, buruh tani, dan segala komponen usaha tradisional pedesaan. Mereka yang menjadi sasarannya, bukan kita.***

Askolani Nasution adalah budayawan/sutradara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Madina dan Pemprov Sumut harus lebih kerja keras membangun kawasan Pantai Barat Madina. Selain kerja keras, juga kemauan politik yang tinggi agar sektor-sektor dapat berkembang di kawasan ini. Kawasan Pantai Barat Madina memiliki panjang pantai 170 km yang memiliki potensi ekonomi, serta berbagai ruas jalan darat yang kewenangannya bukan saja […]

  • Himbauan polres madina

    Himbauan polres madina

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Meskipun Polres Mandailing Natal melakukan berbagai macam himbauan terhadap masyarakat akan larangan terhadap pembukaan tambang dilokasi TNBG namun, aktifitas warga melakukan aktifitas tambang emas rakyat semakin hari semakin menjamur. (MOL)

  • 2 Otak Kerusuhan Madina, Ketangkap Di Jakarta

    2 Otak Kerusuhan Madina, Ketangkap Di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Petugas reskrim Polda Sumatera Utara dipimpin Kompol Andry Setiawan dan AKP Syafrijal berhasil meringkus dua orang diduga kuat sebagai otak pelaku terjadinya kerusuhan di Madina. Kedua tersangka diamankan petugas dari lokasi persembunyian mereka di daerah Jakarta. Informasi berhasil dihimpun wartawan, Jum’at (13/1) , para tersangka berhasil yang diamankan petugas masing-masing, Drs. H. Izuddin Marzuki […]

  • Maju di Pilkada, Fahrizal Daftar di 5 Parpol

    Maju di Pilkada, Fahrizal Daftar di 5 Parpol

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Fahrizal Efendi Nasution maju sebagai calon bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut. Dia didaftarkan oleh Tim Sahabat Pasti di lima partai politik (parpol), Jum’at (3/5/2024). Rombongan Tim Sahabat Pasti terdiri Dahlan Batubara selaku Sekretaris DPC Partai Hanura Madina, Herman Nasution dan Sutan Pulungan, Ahmad (masing-masing Wakil Ketua DPC Hanura Madina) Habil […]

  • Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Secara ekonomi, Padang Lawas (Palas) masih sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan turunannya. Data BPS menunjukkan lebih dari separuh struktur ekonomi Palas masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (54,63 persen). Pertumbuhan ekonominya masih positif, sekitar 4,19 persen pada 2025, tetapi melambat dibanding tahun sebelumnya. Artinya begini: uang […]

  • MAMBAYU DI MANDAILING

    MAMBAYU DI MANDAILING

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pala di Mandailing, mambayu inda be hum sakadar kerajinan tangan, tai tarmasuk doi kabudayaan daerah. Harana amak, hasil ni mambayu, manontuon muse dei tu hamoraon ni jolma. Umpamana, atiha horja, adong dei jugukan di dua sajoli nai amak pitu lampis, adong amak tolu lampis. Bahat ni lampisan ni amak juguhan ni boru, ima na manontoun […]

expand_less