Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Karut Marut Dana Desa (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution

 

Lima tahun Dana Desa berjalan. Apa yang berubah?

(1) Rapat beton bersilang di tengah perkampungan tanpa urgensi apa pun terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(2) Pertikaian masyarakat meninggi, antara mereka yang kecipratan dengan yang tidak.

(3) Kesejahteraan Kepala Desa sebagian besar meningkat tajam, berbanding terbalik dengan kesejahteraan penduduk desa.

Akumulasi dana desa yang nyaris lima milyar selama ini malah tidak berdampak langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tentu karena program dana desa gagal memilih program yang sungguh-sungguh menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Di bidang fisik misalnya, hanya bermain di rabat beton lingkungan desa, sedikit yang menyentuh jalan sentra produksi. Kita membuat kantor kepala desa yang gagah mewah tapi tidak berbanding lurus dengan fungsi pelayanan dan fungsinya.

Kita membuat gapura desa yang cantik dengan lampu-lampu kemerlip, padahal tidak sama sekali bersinggungan dengan semangat mencari nafkah. Kita membuat Bumdes yang sama sekali rendah potensi wirausahanya. Dan lain-lain.

Sektor Pemberdayaan Masyarakat lebih buruk lagi. Namanya pemberdayaan, sepatutnya membuat rakyat makin berdaya. Tapi yang muncul kegiatan yang aneh-aneh. Bukan kegiatan yang sungguh meningkatkan daya saing rakyat misalnya, peningkatan pemahaman budi daya pertanian, teknologi sederhana pertanian, pengembangan UKM, bantuan modal dan kewirausahaan, inovasi ekonomi pedesaan, dan lain-lain.

Sektor pemberdayaan malah sibuk dengan beragam bentuk sosialisasi penataan keuangan, sosialisasi lalu lintas, wawasan kebangsaan, dan seterusnya. Tentu saja sektor itu penting, tapi cantolannya tidak pas dengan Dana Desa. Karena Dana itu sepatutnya tidak keluar dari sektor pemberdayaan ekonomi rakyat.

Masalahnya di mana? Pertama, kita gagal membuat penekanan bahwa pemberdayaan memang bervisi ekonomi kerakyatan. Baik sektor pertanian, jasa, UKM, kerajinan, kuliner, teknologi sederhana, kewirausahaan, multimedia, kapasitas pekerja seni-budaya, pekerja informal, dan seterusnya.

Kedua, pendamping kecamatan dan desa sepatutnya mempu menawarkan program-program yang bervisi ekonomi itu untuk desa. Kalau hanya membiarkan musyawarah desa tanpa “mem-push” dan perlakuan khusus lain, musyawarah cenderung liar. Karena masyarakat tidak cukup memiliki kapabilitas untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang lebih inovatif.

Ketiga, desa sepatutnya membentuk tim perumus yang terdiri dari kelompok intelektual, wirausaha, dan lain-lain yang merumuskan secara terukur pola pengembangan ekonomi desa melalui Dana Desa. Dengan begitu ada capaian yang signifikan untuk dilakukan, dan terukur. Kita tahu penekanan untuk membentuk tim itu ada. Namanya Tim Inovasi Desa. Tapi tidak tidak di-“endorse” sebagaimana mestinya.

Sayang sekali, dana sebesar itu sama sekali tidak mampu mengubah kesejahteraan rakyat. Saya ragu, kita sebenarnya punya niat baik atau tidak untuk memanfaatkan dana besar itu bagi kesejahteraan bersama. Tidak juga mengubah hidup petani tanaman pangan, para buruh bangunan, tukang jahit, pelaku UKM, buruh tani, dan segala komponen usaha tradisional pedesaan. Mereka yang menjadi sasarannya, bukan kita.***

Askolani Nasution adalah budayawan/sutradara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerimaan CPNS 2013, tak Ada Istilah Putra Daerah

    Penerimaan CPNS 2013, tak Ada Istilah Putra Daerah

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Endang Aburaera mengatakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kali ini menghilangkan kesan putra daerah. Menurutnya, tak ada lagi prioritas warga lokal untuk diterima jadi CPNS karena semuanya memiliki peluang yang sama. Nur Endang menjelaskan penentuan kelulusan CPNS berdasarkan rangking penilaian yang dilakukan secara […]

  • Permintaan Gula Aren Meningkat
    Tak Berkategori

    Permintaan Gula Aren Meningkat

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan Ramadhan membawa berkah bagi kalangan usaha. Termasuk pengrajin gula aren di Desa Sipapaga, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Sepekan menjelang puasa, pengrajin gula aren di desa ini kebanjiran permintaan. Marsamah (65) pengrajin gula aren, mengatakan dalam beberapa hari terakhir permintaan terhadap gula merah meningkat. Naiknya permintaan itu terkait melonjaknya masyarakat yang […]

  • Kesbang Linmas Palas Gelar Sosialisasi Narkoba

    Kesbang Linmas Palas Gelar Sosialisasi Narkoba

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas –  Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Padang Lawas, gelar sosialisasi bahaya narkoba bagi para pelajar tingkat SLTA sederajat di daerah ini. Sosialisasi berlangsung selama tiga hari, (17-19/11) dipusatkan di tiga wilayah kecamatan se-Kabupaten Palas. Untuk wilayah 1 dipusatkan di Binanga terdiri dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Barumun Tengah, Sihapas Barumun, Huristak […]

  • Pembantaian Sugiono Diusut

    Pembantaian Sugiono Diusut

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STM Hilir, Polsek Talun Kenas masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait pembantaian Sugiono (30) warga Dusun Kampung Tengah, Desa Jati Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Asahan yang terjadi di Dusun Kampung Tanjung, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Ahad (12/12/2010). Hal itu dikatakan Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas Iptu Andi Alfian di ruang […]

  • Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu. Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel. “Itu kita masih periksa rektornya. Pak […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 36)

    MARSIDAO-DAO (episode 36)

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I ari Kamis i, maradian do alak mangomo. Soni muse Si Siti ngada kehe marsidao-dao. Jaru pe songoni, na kehe do ia tu saba pambaenan ni alai i, paampe aek harana nangkan manajak boti manyabur ma alak parsaba. Nibaen nangkan namanajak i, nangkan manajak do ia tingon ancogot santak […]

expand_less