Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kasus Dana DAK Dinas Pendidikan Madina, DPRD Jangan Jadi Penonton

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Apr 2021
  • print Cetak

Bangunan ruang baru SD Negeri di Desa Simpang Banyak yang tidak selesai hingga penghujung Desember 2020. Foto: Oji Nasution

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat ini pembahasan LKPJ bupati tahun anggaran 2020 sedang terjadwal di DPRD Mandailing Natal.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah merupakan bagian dari mekanisme dalam sistem penyelenggara pemerintah yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas-tugas pokok dan fungsi pemerintah daerah.

Oleh karena itu kasus dana DAK di Dinas Pendidikan Mandailing Natal seharusnya menjadi satu poin penting bagi DPRD di pembahasan LKPJ Bupati.

DPRD Mandailing Natal jangan diam saja.

“Sudah capek itu mahasiswa ngadu dan demo ke Kejatisu, sekarang giliran DPRD lah yang bersuara. Jangan jadi penonton,” ujar warga Panyabungan, Lokot Nasution kepada Mandailing Online di pasar lama Panyabungan, Senin (19/4/2021).

Sejumlah proyek fisik sekolah di Mandailing Natal bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 diadukan Koalesi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) karena ada dugaan korupsi.

Koalesi juga melakukan bebeberapa kali aksi unjukrasa di Kejati Sumut sejak Maret 2021 menuntut penanganganan dugaan korupsi itu.

Salah satu yang manjadi sororan adalah pembangunan ruang baru SD Negeri 231 di Desa Simpang Banyak Kecamatan Ulu Pungkut yang tidak selesai dikerjakan hingga akhir 2020 sedangkan dananya diduga telah cair 100 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Ahmad Gong Matua saat dikonfirmasi harian Waspada.id beberapa hari lalu, tidak tahu menahu soal kasus dugaan penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

Dilansir Waspada Gong mangatakan, persoalan dana DAK tersebut yang tahu hanya Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni Andriansyah Siregar atau biasa disapa Andre.

Namun, Andre justru balik menyerang kepala dinas.

Itu klarifikasi bohong. Tidak logis beliau (Kadisdik) tidak tahu. Dari tahap awal saja beliau sudah terlibat, kan beliau langsung yang menandatangani pencairan termin pertama yakni 25 persennya meskipun beliau masuk menggantikan di pertengahan tahun untuk jadi Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan Kadis lama,” ungkap Andre Kamis (14/4) dikutip Waspada.id.

Selain itu, Andre juga mengatakan, selama ini dia sudah tidak lagi bisa berkomunikasi dengan Kadisdik. Bahkan, dia juga mengaku sudah tidak lagi dilibatkan dalam program kelanjutan dana DAK tersebut.

Andre juga mengakui ada salah satu sekolah (SD) yang diambil alih langsung oleh Dinas Pendidikan, dalam hal ini mengelola secara langsung pembangunan atau pemberdayaan dana DAK tersebut. Padahal, jika mengikuti Jukdis, dana DAK tersebut merupakan kewenangan kepala sekolah dalam penggunaan anggarannya.

Peliput: Dahlan Batubara
Sumber tambahan: Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

    Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : Partai Golkar akan memperjuangkan anggaran untuk setiap desa sebesar Rp 1 miliar per tahunnya, yang diharapkan bertujuan mempercepat pembangunan pedesaan. Ini disampaikan Anggota DPR Ali Wongso Sinaga didampingi Ketua Fraksi Golkar DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, kemarin saat meninjau proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (P2IP) tahun 2010 di Kabupaten Simalungun. Politisi dari Partai […]

  • Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra menekankan agar PPKM Level 4 Covid-19 jangan dijadikan menakutkan, tetapi dicari penyelesaiannya. Itu dikatakannya menjawab wartawan di aula kantor bupati Madina usai melakukan pertemuan dengan semua pihak, Jum’at (10/9/2021). Kapoldasu bersama Pangdam Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanudin berada di Mandaling Natal (Madina) hari ini […]

  • 3.167 KK di Madina tanpa listrik

    3.167 KK di Madina tanpa listrik

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sungguh memprihatinkan nasib 3.167 kepala keluarga (KK) di 20 desa di Kabupaten Mandailing Natal hingga kini belum menikamti listrik baik jaringan PT PLN maupun pembangkit tenaga diesel (PLTD). Sehingga warga terpaksa menggunakan lampu teplok dan bagi yang warga yang mampu membeli mesin genset untuk menerangi rumahnya. Desa-desa yang belum teraliri listrik ini rata-rata […]

  • Mualaf Sebarkan Kebaikan Islam Hingga Pelosok Nusantara

    Mualaf Sebarkan Kebaikan Islam Hingga Pelosok Nusantara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BEKASI – Pesantren Al-Fatih Kaffah Nuu Waar (AFKN) kedatangan dua anggota keluarga baru. Mereka adalah Muhammad Al Fatih (9 tahun) dan Sahrul Gunawan (10 tahun). Keduanya memantapkan hati menjadi Muslim dan mendalami ajaran Islam dibawah bimbingan Ustaz Fadzlan Gharamatan. "Cita-cita saya ingin menjadi penghafal Alquran," kata Al-Fatih dengan semangat. Al-Fatih berasal dari daerah pedalaman Papua […]

  • KPU Madina Baru Terima 8 dari 40 Tanda Terima LHKPN DPRD Terpilih Periode 2024-2029

    KPU Madina Baru Terima 8 dari 40 Tanda Terima LHKPN DPRD Terpilih Periode 2024-2029

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Sampai hari ini dari 40 orang, baru 8 orang anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina ) terpilih periode 2024-2029 yang memberikan lampiran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN ) ke Komisi Pemilihan Umum atau KPU Madina. Sesuai aturan memang, bagi anggota DPRD terpilih, 21 hari sebelum pelantikan sudah harus […]

  • Siabu Hingga Barumun Diyakini Pusat Peradaban Mandailing Abad 9 Masehi

    Siabu Hingga Barumun Diyakini Pusat Peradaban Mandailing Abad 9 Masehi

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Kawasan Siabu hingga Barumun diyakini sebagai pusat peradaban Mandailing di abad 9-11 masehi, jauh sebelum priodeisasi marga-marga. Hipotesa itu dikuatkan oleh banyaknya temuan-temuan artefak, situs dan material candi mulai dari arah Siabu menuju arah Barumun di Padang Lawas yang dilakukan Timpanum Novem Multimedia. Temuan terakhir terjadi pada Rabu (2/3/2016) oleh tim […]

expand_less