Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

Jalan ke Candi Bahal Portibi Rusak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
  • print Cetak

PALUTA- Infrstruktur jalan menuju objek wisata Candi Bahal di Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Paluta sepanjangan lebih dari 2 km dikeluhkan warga karena rusak. Akibatnya, objek wisata peninggalan sejarah ini tidak diminati pengunjung maupun warga.

Selain jalan, di kawasan wisata tersebut minim akan penerangan jalan yang mengakibatkan, keberadaan jalan di malam hari sangat gelap dan sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Salah seorang warga Desa Bahal, Herman Harahap (29) mengatakan, kerusakan jalan memang sudah dikeluhkan warga sejak tiga tahun terakhir. Pasalnya, jumlah pengunjung ke Candi semakin lama semakin sedikit.
“Sebenarnya objek wisata Candi Bahal sangat indah. Namun karena kondisi jalan yang tidak mendukung, membuat wisatawan enggan untuk kembali lagi ke candi ini,” ujarnya.
Herman menuturkan, sektor wisata di wilayah Bahal Kecamatan Portibi selama ini telah dianggap sebagai pembuka akses jalan terhadap sektor lainnya agar sama-sama berkembang. Sehingga daerah ini bisa dikenali hingga ke luar daerah.
“Kita heran, kenapa jalan menuju candi ini tidak diperbaiki, sehingga berpengaruh terhadap para pengunjung untuk berwisata ke Candi ini. Juga sangat berpengaruh kepada pendapatan asli daerah (PAD),” terangnya.
Salah seorang pengunjung Candi Bahal, Agustina Siregar (25), kepada METRO, Minggu (26/1) juga mengeluhkan infrstruktur jalan yang berlubang menuju objek wisata Candi Bahal ini. Selain itu, lanjutnya, fasilitas di kawasan wisata itu juga minim, seperti penginapan, pusat informasi, sanitasi serta fasilitas pendukung lainnya.
“Jalan menuju Lokasi wisata Candi sudah banyak sekali yang berlubang dan rusak. Selain itu, minim lampu penerangan jalan, sehingga jalur tersebut rawan kecelakaan,” ungkapnya.
Keduanya berharap, Pemkab Paluta bisa memperbaiki sarana dan prasarana jalan menuju lokasi wisata tersebut. Mengingat selama ini, Candi Bahal ini dikenal sebagai penyumbang PAD dari objek wisata setiap musim lebaran.
Pantauan METRO akses jalan menuju objek wisata ini sangat memprihatinkan. Berjarak 10 km dari ibukota kecamatan Portibi, badan jalan terlihat hancur bahkan dibeberapa tempat terlihat lubang besar menganga sehingga menyulitkan pengendara untuk lewat. Disisi kiri dan kanan badan jalan, juga minim penerangan, sehingga apabila malam hari, jalan menuju Candi Bahal, baik Candi Bahal I hingga Candi Bahal III menjadi gelap gulita. (thg/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga getah melorot di Madina

    Harga getah melorot di Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Harga “apea” atau getah alam melorot dalam dua pekan terakhir di Mandailing Natal (Madina). Posisi harga di tiga pusat penjualan di Kecamatan Siabu yakni pasar Sihepeng, pasar Simangambat dan Hutabaringin menurun sejak 2 pekan lalu. Harga di tiga pusat penjualan itu masih berada di kisaran antara Rp 7.500 hingga Rp 8.000 […]

  • Cukup Bukti, Polres Madina Tahan Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal

    Cukup Bukti, Polres Madina Tahan Kades dan Sekdes Tegal Sari Natal

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Kepala Desa dan Sekdes Desa Tegal Sari Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal akhirnyan resmi dilakukan penahanan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mandailing Natal (Madina). Penahanan ini dilakukan sejak selasa pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan anak dibawah umur yang video nya viral “Kedua tersangka ditahan sejak Selasa kemarin pasca […]

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

  • SATI NASUTION WILLEM ISKANDER, 1840-1876 (1)

    SATI NASUTION WILLEM ISKANDER, 1840-1876 (1)

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh Basyral Hamidy Harahap (Diposting oleh: Erond L. Damanik, M.Si – Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Medan) Baginda Mangaraja Enda, generasi III Dinasti Nasution, mempunyai tiga orang isteri yang melahirkan raja-raja Mandailing. Isteri pertama boru Lubis dari Roburan yang melahirkan putera mahkota Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar. Baginda Mangaraja Enda […]

  • Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

    Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Psikolog Universitas Medan Area, Mustika Tarigan meminta remaja harus menghindari seks pranikah sementara orang tua dituntut mewaspadai buah hati mereka agar tidak terjerumus untuk berhubungan intim. “Perbuatan seperti itu tidak hanya menyangkut moral seorang remaja, tetapi juga merupakan tindakan tidak terpuji yang harus dijauhi,” katanya di Medan, Selasa 30 November 2010, ketika diminta […]

  • Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah keluarga miskin yang mendapat beras miskin (raskin) di Mandailing Natal (Madina) tahun tidak ada perubahan dengan tahun 2013. Tetap sebanyak 29.856 kepala keluarga. Data itu berdasarkan SK Bupati Madina Nomor:511.1/191/K/2014 tahun 2014 yang dilansir Pemkab Madina, Rabu (5/3/2014). “Jika kita lihat dari pagu raskin yang akan disalurkan dalam waktu dekat, […]

expand_less