Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Ketua Fraksi Golkar: Bupati Harus Klarifikasi SK Pencabutan IUP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUGAN (Mandailing Online) – Menyusul sikap Pemerintah Indonesia yang tegas mempertahankan PT.SMGP melanjutkan eksplorasi panas bumi bagi pembangkit listrik di Mandailing Natal (Madina),  Ketua Fraksi Golkar DPRD Madina, As Imran Khaitamy Daulay,SH pun mempertanyakan keabsahan surat keputusan (SK) pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.SMGP oleh Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution berapa bulan lalu.

“Jika hari ini pemerintah pusat justru mempertahankan PT SMGP, tentu saya pikir sudah melalui pertimbangan yang matang dari berbagai aspek. Namun, kaitannya dengan telah terbitnya SK pencabutan IUP oleh bupati Madina, tentu perlu ada klarifikasi oleh bupati Madina tentang keabsahan SK dimaksud,” kata Imran menjawab wartawan, Senin (23/3/2015).

“Hal ini dipandang penting, karena dalam konsideran dari SK dimaksud sangat kental pijakannya pada aksi-aksi unjuk rasa masyarakat. Siapa tau entah sudah dicabut pula dengan konsideran pijakannya karena sudah tidak ada lagi aksi unjuk rasa,” imbuhnya.

“Konkritnya, masyarakat harus diberitahukan bupati bagaimana posisi SK yang beliau terbitkan. Laku atau tidak?,” ketus Imran nada bertanya.

Sebab, lanjut Imran, bagaimanapun juga SK bupati itu telah sempat menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat, makanya harus diklarifikasi.

Sebelumnya, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Tisnaldi menjawab wartawan usai menghadiri Forum Diskusi Bersama Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sorikmarapi di Panyabungan, Mandailing Natal, Selasa (17/3/2015) menyatakan Pemerintah Indonesia tetap mempertahankan PT. SMGP melanjutkan eksplorasi panas bumi bagi pembangkit listrik di Madina.

Menurutnya, adanya pencabutan IUP (Izin Usaha Pertambangan) PT. SMGP oleh Bupati Madina tak akan mempengaruhi kebijakan Pemerintah Indonesia terhadap kelanjutan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi oleh PT. SMGP. Karena kewenangan pengeluaran Izin Panas Bumi  (IPB)sesuai dengan UU No 21 Tahun 2014 menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat Pemerintah saat ini tengah berjuang keras mengatasi defisit energi listrik secara nasional dan di Sumatera Utara secara khusus.

Editor    : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

    Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Seorang petani bernama Edi Ibrahim di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) berhasil memperoleh hasil produksi padi sebesar 118 kaleng per bun-bun untuk varietas Inpari Sidenuk dan 150 kaleng untuk varietas Siganteng. Perolehan ini berkat inovasi perlakuan pola baru pada tanaman padi yang diterapkan Edi Ibrahim. Satu bun-bun setara […]

  • Harga Kakao di Madina Bertahan

    Harga Kakao di Madina Bertahan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Semenjak pemerintah menerapkan Bea Keluar (BK) kakao (coklat–red), harga komoditas ini pada tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak lagi bisa menyentuh level Rp 20.000/kg seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Harganya kini hanya mampu bertahan pada level Rp 15.000 hingga Rp 17.000/kg. Menurut pemhakuan sejumlah petani, sebelum BK kakao diberlakukan, harga jual kakao […]

  • Pimpinan DPRD Madina Harus Mengagendakan Hak Interpelasi

    Pimpinan DPRD Madina Harus Mengagendakan Hak Interpelasi

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul telah secara resmi 26 anggpta DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan hak interpelasi kepada bupati, maka pimpinan DPRD Madina harus mengagendakannya menuju paripurna. Dalam temu pers, Rabu (10/12) Binsar Nasution, salah seorang yang menandatangani usul hak interplasi itu menyatakan bahwa jumlah tandatangan anggota dewan yang mengusulkan hak interpelasi itu […]

  • Staf Khusus Wali Kota Siantar Akan Laporkan Media Lokal

    Staf Khusus Wali Kota Siantar Akan Laporkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Akibat pemberitaan dinilai tak benar, Staf Khusus Wali Kota Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak akan melaporkan media lokal, Harian Siantar Metropolis. Hal ini disampaikan kuasa hukum Eliakim, Martin Simanjuntak, Selasa 27 September 2011 di kantin Pengadilan Negeri (PN) Kota Pematangsiantar. Dihadapan sejumlah wartawan, Martin didampingi Eliakim Simanjuntak menyatakan akan melaporkan media tersebut. Menurut Martin, ini […]

  • Sudah Harga Karet Murah, Padi Pula Gagal Panen

    Sudah Harga Karet Murah, Padi Pula Gagal Panen

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sudah menjerit akibat harga komoditas karet alam yang murah, kini diperparah bakalan gagal panen padi akibat sawah direndam banjir. Itu nasib yang menimpa penduduk Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Mayoritas hamparan sawah di dua desa itu digasak banjir dalam sepekan terakhir menyebabkan tanaman padi yang telah menguning alias […]

  • Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) menyalurkan tujuh ton beras premium, Rabu (23/9/2025), di pasar Eks Bioskop Tapanuli, Panyabungan. Ini merupakan gerakan ketujuh kalinya sejak 31 Agustus 2025 dengan tujuan menjaga stabilitas harga beras. Sama seperti sebelumnya, Pemkab Madina mematok harga Rp60 ribu untuk setiap […]

expand_less