Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Batang Gadis Jae Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta kisruh di pemerintahan desa mereka segera dicarikan solusi agar dana desa tahun 2023 tahap pertama dapat dicairkan. Kamis (15/6/2023).

Sebelumnya diketahui dari beberapa warga bahwa Pj Kades Batang Gadis Jae Paryati Ningsih Daulay sempat ditolak beberapa perangkat desa dengan berbagai alasan yang tidak jelas.

Alasan penolakan Pj tersebut belum diketahui pasti, namun dari video yang beredar yang di upload akun Youtube Seputar Mandailing Natal terlihat beberapa warga mengaku tidak ingin desa mereka dipimpin seorang perempuan.

Bahkan info yang diterima dari tokoh masyarakat bahwa ketua Badan Permusyaratan Desa (BPD) Batang Gadis Jae menolak untuk melakukan tanda tangan permohonan pencairan dana desa.

“Selagi si Paryati yang menjabat kepala desa disini, BPD tidak mau tanda tangani permohonan berkasnya, tidak usah dicaerkan pun dana desanya tidak masalah,” ucap Nasrun selaku tokoh masyarakat menirukan ucapan ketua BPD.

Sementara beberapa warga Batang Gadis Jae yang ditemui media mengatakan jika kedua belah pihak saling bertikai memperebutkan jabatan Pj Kades dan tidak segera dicarikan solusinya, maka mereka mengaku yang merugi dan berdampak fatal bagi warga lainnya yang membutuhkan.

“Kasihan kami sebagai warga kalau mereka terus kisruh, janganlah gara gara mereka yang kisruh dana desa kami tidak dicairkan, siapapun Pjnya kami terima yang penting bisa membangun desa kami,” ungkap warga yang bernama Idah.

Idah juga menyayangkan jika sampai dana desa mereka tidak jadi dicairkan akibat kisruh tersebut.

“Mohonlah dicarikan solusi lain supaya cepat dicaikan karena masyarakat banyak yang membutuhkan, jangan gara gara politik mereka kami warga yang menjadi korban,” tambahnya.

Warga lain berinisial D marga Lubis juga yang mengetahui persoalan tersebut memohon agar ketua BPD segera menanda tangani permohonan pencairan dana desa.

“Jika persoalannya tergantung BPD yang diduga tidak mau menanda tangani permohonan pencairan dana desa, kami mohon janganlah dipersulit, kasihan kami sebagai warga yang mengharapkan dena desa itu,” ungkapnya.

Sementara ketua BPD Batang Gadis Jae Mawardi yang dimintai keterangannya melalui sambungan telepon WhatsApp pada hari Rabu sore (14/6/2023) jam 17 : 11 mengaku belum bersedia memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut.

“Iya betul, tapi maaf mohon jangan dipublikasikan dulu, saya belum bersedia memberikan komentar lebih lanjut,” ucapnya pada wartawan. (Dedek)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

        Oleh : ASKOLANI NASUTION     PENGANTAR Harus diakui, amat sedikit referensi tentang kebudayaan Mandailing secara utuh. Beberapa sumber antropologi yang ada selama ini lebih menekankan Mandailing dari pendekatan ilmuan Barat yang memposisikan kebudayaan Mandailing sebagai sub kebudayaan Batak. Antropolog Kuntjoroningrat misalnya masih juga menyebut Mandailing dalam pendekatan orientalis seperti itu. Juga artikel-artikel […]

  • Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dukungan untuk kemenangan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus mengalir. Kali ini tekad memenangkan SAHATA ditegaskan oleh para alumni Ponpes Musthafawiyah Purba Baru yang berdomisi di Kecamatan Siabu dan Kecamatan Bukitmalintang. Mereka menyatakan […]

  • Bazda Sibolga Himpun Dana Rp 1,5 Miliar

    Bazda Sibolga Himpun Dana Rp 1,5 Miliar

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Sibolga – Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk mengungkapkan, hingga posisi Juni 2015, total penghimpunan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) pada Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Sibolga telah mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar. Menghadapi Lebaran Idul Fitri 1436 H, sebagian dana yang dihimpun dan dikelola Bazda Kota Sibolga tersebut digelontorkan kepada 3.500 para […]

  • Pemerintah Harus Mengkaji Ulang TNBG

    Pemerintah Harus Mengkaji Ulang TNBG

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah diminta melakukan pengkajian ulang keberadaan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, banyak desa-desa yang bersentuhan dengan wilayah TNBG menolak kehadiran taman nasional ini. Proses awal pembentukan TNBG juga ditengarai penuh muatan kepentingan kelompok. “Terbukti beberapa desa di Kecamatan Batang Natal malah menolak kehadiran TNBG, karena […]

  • Dugaan Korupsi Sertifikasi Guru, Polisi Kembali Periksa Sekda Labuhanbatu

    Dugaan Korupsi Sertifikasi Guru, Polisi Kembali Periksa Sekda Labuhanbatu

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LABUHANBATU: Lagi, Sekdakab Labuhanbatu diperiksa di Mapolres Labuhanbatu terkait dugaan korupsi dana sertifikasi guru se Labuhanbatu. Hasban Ritonga Sekdakab Labuhanbatu datang ke Mapolres di Jalan HM Thamrin Rantauprapat. Kamis 21 April 2011 ditemani Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Erwin Siregar. Hasban diperiksa dan dimintai ulang keterangannya di ruangan Res Ekonomi terkait kasus […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

expand_less