Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Kejadian Lagi di Langkat

LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar.
Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, tidak hanya dilakukan para mantan dewan saja. Anggota dewan yang baru terpilih pun, ikut terlibat.

Dari penelusuran wartawan Sumut Pos diketahui, kebocoran uang rakyat di gedung DPRD Langkat ini berasal dari penyalahgunaan uang perawatan dan bahan bakar kendaraan serta telekomunikasi yang digunakan pimpinan fraksi-fraksi dan anggota dewan lain selama bertugas. Pengembalian uang dilakukan bervariasi, mulai dari Rp860 ribu hingga Rp57 juta per anggota dewan. Total angkanya Rp1 miliar lebih.

Wakil Ketua DPRD Langkat Suhardi Surbakti menyebutkan, dugaan penyelewengan ini sesuai temuan BPK RI. Adapun anggaran yang pernah digunakan seperti uang perawatan kendaraan, uang telekomunikasi dan uang penunjang kebutuhan lain. Uang bersumber dari APBD Langkat TA 2007-2009, yang dipakai 45 anggota DPRD periode 2004-2009 dan 50 anggota dewan yang baru duduk, periode 2009-2014. ”Memang ada pengembalian uang oleh anggota dewan dan mantan dewan terkait penemuan BPK RI atas sejumlah item anggaran di pos anggaran sekretariat DPRD Langkat. Seperti uang perawatan kendaraan dan telekomunikasi. Karena sudah merupakan temuan, mereka ramai-ramai memulangkan,” kata politisi asal PDI-P ini.

Temuan ini berawal dari dimasukkannya anggaran perawatan kendaraan dan telekomunikasi ke pos anggaran sekretariat dewan. Sehingga, segala bentuk kerusakan kendaraan dan biaya telekomunikasi anggota dewan ditanggung APBD. Ironisnya, saat anggaran sudah berlangsung bertahun-tahun, baru diketahui kalau anggaran perawatan kendaraan hanya untuk pimpinan dewan saja, sedangkan untuk anggota tidak dibenarkan. Dari temuan juga diketahui, pos anggaran untuk telekomunikasi terlalu tinggi dan tidak wajar. “Makanya jadi temuan,” akunya.
Disebutkan Suhardi, diantara mantan dewan yang memulangkan uang adalah Ketua DPRD Langkat Syafrudin Basir periode 2004-2009 senilai Rp47 juta, Ketua Fraksi PDI-P Syafril SH periode 2004-2009 sebesar Rp57 juta dan termasuk Suhari sebesar Rp860 ribu. “Ada juga sudah terlebih dulu memulungkan,” sebutnya.

Sekretaris DPRD Langkat Supono juga membenarkan pemulangan uang rakyat oleh anggota dewan. Dihubungi melalui ponselnya, ia mengatakan, temuan itu baru diketahui tahun 2007 hingga 2009. “Itu temuan BPK dari tahun 2007 sampai 2009 dan melibatkan 45 mantan dewan dan 50 anggota dewan sekarang,” sebutnya.
Soal total uang yang sudah, Supono mengaku tidak tahu persis. Namun dia merinci, untuk 1 tahun anggaran, setiap anggota dewan memakai uang bahan bakar dan telekomunikasi sebesar Rp2 juta. “Jadi kalau dihitung, 45 anggota dewan lama dikalikan Rp2 juta, dikalikan 1 tahun anggaran (12 bulan), itulah uang yang (harus) dikembalikan oleh mantan dewan,” sebutnya.

Untuk anggota dewan periode 2009-2014, BPK baru menemukan kebocoran anggaran selama 4 bulan, terhitung pemakaian anggaran 2009 akhir. Kebocoran itu untuk uang perawatan dan bahan bakar kendaraan. Sedangkan sisanya belum dilakukan pengauditan. “Jadi total keseluruhan pengembalain, bisa didiketahui dari rincian ini,” ungkapnya.

Disinggung keterkaiatan pemulangan uang dengan kasus dugaan korupsi APBD Langkat yang menyeret Syamsul Arifin sebagai mantan bupati, Supono membantah hal tersebut. Dia menyebutkan, pemulangan ini hanya temuan BPK RI saja. “Tidak termasuk dalam kasus dugaan korupsi Langkat Rp102,7 miliar itu, terkecuali kasus panther,” bantah dia.(ndi)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKS: Madina harus buat Perda galundung

    PKS: Madina harus buat Perda galundung

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Maraknya praktik penambangan yang menggunakan galundung (mesin pemisah batu dengan emas), meresahkan warga Mandailing Natal. Pemerintahan daerah setempat diminta segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang galundung tersebut. Hal itu dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Madina H Martua Nasution, pagi tadi, di Panyabungan. Pemkab diminta membuat Perda Galundung, sebab sudah meresahkan masyarakat. Tapi sebelumnya, […]

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 3)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Desa Tandikek berjarak sekitar 30 Km dari Simpang Gambir. Simpang Gambir berjarak sekitar 41 […]

  • KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menurut Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK M Jasin, kerentanan terjadinya tindak pidana korupsi itu akibat dari ketidakpastian hak, ruang investasi, lemahnya regulasi, dan tidak adanya pengelola kawasan hutan di lapangan. “Hasil kajian menemukan 17 kelemahan sistemik dalam aspek regulasi (sembilan temuan), aspek kelembagaan (tiga emuan), aspek tata laksana (empat temuan), aspek manajemen SDM […]

  • Seluruh Sekolah Dibawah Kemenag Juga Diliburkan

    Seluruh Sekolah Dibawah Kemenag Juga Diliburkan

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat kabut asap kian tebal, Seluruh sekolah dibawah naungan Kementerian Agama Mandailing Natal (Madina) juga diliburkan selama 4 hari. Sekolah yang diliburkan mulai dari tingkat MIN/MIS, MTsN/MTsS dan MAN/MAS. Kebijakan itu tertuang dalam dalam surat Kemenag Madina Nomor Kd.02.13/3/PP/1511/2015  tertanggal 28 Oktober 2015 yang ditandatangani Kepala Kemenag Madina, Drs. Muksin Batubara,M.Pd. […]

  • Warga Sebar Photo 3 Terduga Pelaku Perkosaan yang Melarikan Diri

    Warga Sebar Photo 3 Terduga Pelaku Perkosaan yang Melarikan Diri

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesal karena pelaku perkosaan terhadap SN ( 20 th ) warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) belum ketangkap. warga desa korban sebar photo pelaku. Dengan mencetak photo ke 3 pelaku dalam lembaran kertas, warga desa pidoli lombang menyebarkannya di kota panyabungan dan sejumlah desa […]

  • Usai Seminar, Gerep Institute Punya Beban Strategis Pengusulan Pahlawan Nasional

    Usai Seminar, Gerep Institute Punya Beban Strategis Pengusulan Pahlawan Nasional

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Gerep Institute (pusat kajian Mandailing)   Seminar usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sutan Iskandar (Willem Iskander), insya-Allah akan diselenggarakan besok (Jum’at, 19/6/2026) di STAIN Madina. Diselenggarakan Pemerintah Daerah Madina bersama Gerep Institute. Seminar boleh saja selesai. Narasumber berbicara. Makalah dipresentasikan. Akademisi, budayawan, tokoh adat dan masyarakat menyampaikan pandangan. Itu […]

expand_less